Diduga Selewengkan Dana BOS, Sejumlah Kepsek SD Kota Semarang Terancam Diborgol

Semarang-WAWASANews.com
Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan
      Sebanyak 16 kepala Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang diperiksa oleh Satuan Penyidik Kepolisian Resor Kota Semarang terkait dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2012 dengan modus mark-up (penggelembungan) dana harga buku latihan soal-soal Ujian Nasional (UN) untuk Mata Pelajaran (Mapel) Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA, yang, menurut hasil temuan Koordinator Pendidikan Anti Korupsi (KPAK), BS. Wirawan, mencapai 300 persen.  
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan, tahap awal pemeriksaan telah dilakukan pada Rabu (23/1). Yang dimintai keterangan saat itu adalah para kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kota Semarang. Dari situlah kepolisian mendapatkan keterangan perlunya memanggil 16 kepala SD yang diduga terlibat penyelewengan dana BOS 2012, mengingat aliran dana BOS langsung masuk ke rekening sekolah masing-masing atas sepengetahuan pihak UPDT setempat.
Antara pihak-pihak kepala SD dan UPDT diduga telah terjalin kerjasama yang melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 76 Tahun 2012 tentang larangan menggunakan dana BOS untuk pembelian materi Ujian Soal-Soal Ujian Nasional dan Lembar Kerja Siswa (LKS).
Dari hasil pemeriksaan, hingga saat berita ini ditulis, belum ada satu pun yang dijadikan tersangka oleh Unit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polrestabes Semarang walau beberapa nama sudah mengerucut dijadikan tersangka. Beberapa bukti awal sudah dikantongi polisi. “Bukti awal sudah kami pegang yaitu puluhan LKS yang sudah siap edar,” kata Harry.
Harry juga menyatakan akan memeriksa percetakan yang diajak kerjasama dengan instansi terkait, baik UPDT maupun kepala sekolah SD yang diduga terlibat.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan juga menyatakan akan memeriksa semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus BOS ini. “Selama masih ada hubungan keterkaitan, kami akan periksa semua dan siapa saja. Jika terbukti, ya, kami tangkap,” ujar Elan seperti dikutip Kantor Berita Antara.
Mengenai berita ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, tidak memberikan komentar. Kepada wartawan, dia hanya menyatakan akan mengikuti perkembangan kasus yang diduga melibatkan beberapa pihak yang terkait dengan instansinya itu. (Badri)

Post a Comment