Puisi-Puisi Ahmad Fatoni

Puisi

Pelabuhan Rindu (1)

resah bak purnama tak sudah
gundahku siapa bilang melelah
di balik pesonamu
pekikan rindu bertalu-talu

aku terhuyung-huyung lalu terpaku
hanyut dalam hempasan waktu
agar laut tetap membiru
bahteramu tetap melaju

tulus asaku tak henti-henti
mencumbui dermaga itu
menunggu peziarah kembali
berharap garam semanis madu


Pelabuhan Rindu (2)

masihkah kau ingat dari sudut nun jauh
selaksa sajak tentang keluh kesah
menagih telunjuk penentu arah
tanda dunia belum berubah

deburan ombak yang kau antar
menumbuhkan putik-putik mawar
berakar segala sabar
laksana selendang yang masih melingkar
di punggung kapal yang terus berlayar


Pelabuhan Rindu (3)

begitu bumi mengubur matahari
jejakmu tampak jelas berdiri
sebagaimana janji tak bertepi
bertali di jari-jemari
inikah ikrar suci?

memori demi memori bersahutan
memenuhi ruang perjanjian
huruf-hurufmu lalu menjelma kata
menjerit tanpa suara

malam-malam semata mengundang rasa
mendekap sejuta asa
tapi aku tak tahu harus berucap apa

Pelabuhan Rindu (4)


kuingin kau masih di sini
memintal hari-hari
sembari menari di gigil pagi
mendorong ombak sebelum berlari

dahulu, di pelabuhan ini
kita sering kemari
mengukur ujung bumi
lalu saling menceburkan diri

kini, pada penghujung layar
aku intip setiap kapal bersandar
mengendus aroma segar
harum tubuhmu tak jua memudar

namun, tuntas sudah perpisahan kita
hanya badai air mata
memanggul desakan dada
kata pun tak lagi bermakna

entah di mana dirimu mengelana
menyisakan seribu tanya
mewariskan nganga luka
perihku nyaris sempurna

Malang, awal 2011

Ahmad Fatoni, kelahiran Surabaya, alumnus sastra Arab dari International Islamic University Islamabad Pakistan. Beberapa karya tulis; cerpen, puisi, esai, dan resensi sastra, pernah dimuat di majalah URTV (Malaysia), Al-Wathan (Malaysia), Kompas, Bisnis Indonesia, Seputar-Indonesia, Koran Tempo, Republika, Media Indonesia, Harian Pelita, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Suara Muhammadiyah, Jawa Pos, Radar Surabaya, Surya, Surabaya News, Surabaya Post, Duta Masyarakat, Harian Bhirawa, Malang Post, Sriwijaya Post, Waspada, Posinfo, Koran Pendidikan, Reform, Bestari, Nadi, Jurnal Ulumuddin-FAI, media elektronika //www.cybersastra.net// dan http://sastra-indonesia.com. Sebagian puisi sempat dibukukan dalam Antologi Puisi Indonesia 1997 (Angkasa Bandung) dan antologi puisi Nggombal (2001). Kini bergiat pada Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universtas Muhammadiyah Malang.

Post a Comment