Puisi-Puisi Dedy Kasih Hariyono

Puisi


Bekas Hujan

Di tepian kalbu
Kutemukan  wajah  lugumu
Merayap  kabar  luka
Di balik gerimis  yang  kian hilang.
Yogyakarta, 2013

Penada Hujan

Mendung  di kaki langit
Menjadi santapan  liarmu
Ranting-ranting krontang tunggalkan bayang
Yogyakarta, 2013

Surat Hujan

Perjalanku  masih jauh
Lihat saja dari tetes yang kian keru
Dari wadah semu

Meski aku tak menghadirkan gemuru
Di tepian catatan  hari.
Maaf  jika aku terbuang.
Yogyakarta, 2013


Tangis Hujan

Gelapnya hidupku menjadi kisah lain
Seiring mentari yang pergi
Menghadirkan sejuta badai
Di antara hadirku yang sia-sia.
Yogyakarta, 2013


Sore Tak Beralamat

Kuhirup hangat kopi
Sebelum langit melahirkan hujan.
Di titik gerimisnya kuseduh kembali
Sisa aroma yang ada
Lalu kurapikan sebait sajak
Entah dicicipan yang ke berapa aku lupa kemasan kata
Sebab setengah aroma rasanya mengelabuiku
Bahkan  meringkuk imajinasi
Di sore tak beralamat  itu.
Sleman, November 2012


Segelas Teh

Teh hangat segelas kecil
Yang penuh catatan kata sunyi
Akan aku jadikan penghatar suara tetang rindu
Bersama sebait puisi cinta tak bersampul
Yang akan kukirimkan lewat altar mimpimu
Sebagai penyempurna kisah-kisah semu  
Bertajuk harapan
Sebelum sempat ku menemuimu kembali.
Yogyakarta, 2013.



Dedy Kasih Hariyono, penulis adalah kelahiran Gapura, Sumenep Madura 21 Agustus 1992 dan Aktif di Komunitas Sastra RudalKarya puisinya dimuat berbagai media, dan terkumpul dalam antologi bersama “Kidung Malam.

Post a Comment