Agar Suami Betah di Rumah

Oleh Ahmad Fatoni

Judul Buku : Buat Suami Bertekuk Lutut di Hadapan Istri
Penulis       : Naylil Moena
Penerbit     : Sabil, Jogjakarta
Cetakan     : I, Desember 2012
Tebal         : 209 halaman
Harga        : Rp. 30.000,-
ISBN         : 9786027663695


Keluarga sakinah, mawaddah warahmah adalah impian setiap pasangan suami istri, baik yang baru menikah (masih “bau manten”) ataupun yang sudah lama menikah (“manten bau”). Berbagai cara cerdas dibutuhkan untuk bisa mencapai impian tersebut. Salah satunya adalah bagaimana agar pasangan selalu betah di rumah.
Untuk menarik hati pasangan—dalam hal ini suami—maka titik kuncinya adalah bagaimana istri bisa memberikan kesan yang mendalam dan permanen terhadap suaminya, bahwa keberadaannya merupakan anugerah dan kebahagiaan paling besar. Rumah sebagai poros segala aktivitas dalam kehidupan rumah tangga selalu memegang peranan penting di dalam menciptakan kebahagiaan bagi pasangan suami istri.
Rumah yang nyaman mencakup berbagai hal. Tidak hanya secara fisik rumah tersebut baik, melainkan juga ditunjang dengan para penghuninya yang baik pula. Sebagus apapun tatanan sebuah rumah, jika penghuninya adalah orang-orang yang egois, individualis, atau acuh tak acuh, semua itu tidak akan melahirkan kebahagiaan.
Lantas, bagaimana cara seorang istri mampu mewujudkan lingkungan sekaligus suasana rumah yang menyenangkan hingga membuat suami betah di rumah? Buku ini akan memandu kaum (calon) istri jurus-jurus menaklukkan hati sang suami di rumah.
Pertama, menjadikan rumah selalu dalam keadaan bersih. Memang tidak ada kewajiban yang dikhususkan bagi istri untuk membersihkan rumah. Itu adalah peran yang bisa dilakukan siapa saja. Pembagian tugas rumah sebetulnya tergantung negosiasi antara suami dan istri. Namun, tidak ada salahnya jika istri mengambil alih tugas menjaga kebersihan rumah demi kenyamanan segenap penghuninya (hl. 147).
Selain itu, seorang istri hendaknya juga menjaga kebersihan penampilan sebagai faktor penting untuk memunculkan gairah cinta antara suami dan istri. Penampilan yang bersih akan menggiring suami kepada keinginan “lebih”. Tidak mungkin suami akan merasa tertarik kepada istri yang berpenampilan tidak karuan. Jangankan tertarik, melirik pun tak sudi (hlm. 81).
Kedua, menyediakan masakan yang disukai suami. Masakan yang cocok dengan selera suami akan memberikan pengaruh positif yang luar biasa. Suami yang benar-benar menikmati masakan istrinya akan selalu rindu pulang untuk makan masakan istrinya. Menu yang membuat suami “ketagihan” tidak harus mahal dan mewah. Menu yang dapat membangkitkan cinta suami adalah menu yang dimasak penuh cinta dan ketulusan (hlm. 149-154).



Suami akan merasa sangat beruntung jika memiliki istri yang pandai memasak. Sebab, sang suami akan selalu merasa dimanjakan dengan menu-menu yang mantap dan pas dengan seleranya. Seorang istri bahkan bisa memanjakan suaminya dengan memberikan makan spesial di akhir pekan. Atau, dalam monen-momen tertentu, istri dapat menyuapi sang suami dengan penuh kelembutan. Menyuapi suami akan sangat efektif untuk menarik perhatian suami. Cara ini tentu tatkala anak-anak sudah tidur atau pas sedang di luar rumah.
Termasuk cara berpakaian, seorang istri perlu juga menjaga selera suaminya: apakah sang suami senang jika istrinya berpakaian terang atau gelap. Selain bersih dan wangi, seorang istri dianjurkan mengenakan pakaian yang merangsang nafsu suami. Realitasnya, lelaki memang suka pada wanita bertubuh seksi, apalagi dibalut dengan busana yang menerawang (hlm. 82).
Ketiga, berkegiatan positif. Sebuah keluarga perlu membiasakan hal-hal positif agar kondisi keluarga selalu ceria dan menyenangkan. Inisiatif untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif harus ada pada diri seorang istri, misalnya, olah raga bersama, bersantai ria seperti tidur-tiduran di teras atau pergi ke tempat-tempat wisata, atau berdiskusi dalam rangka membina kepercayaan dan kemesraan antara suami dan istri (hlm. 162).
Jika istri bisa menjalankan perannya dengan baik dalam hal mengelola cinta suaminya dan menjaga keseimbangan relasi seluruh anggota keluarga di rumah, berarti ia telah menjadi istri yang cerdas. Tentu, menjadi istri yang cerdas membutuhkan kiat-kiat praktis yang mudah dipraktikkan. Dalam konteks inilah hajat buku ini diterbitkan. Di dalamnya diulas tuntas beragam trik bagaimana seorang istri bisa menjadi wanita idaman suaminya, sehingga sang suami tidak akan pernah berpaling ke wanita idalam lain.      

     Ahmad Fatoni,
penggiat Pusat Studi Islam dan Filsafat 
Universitas Muhammadiyah Malang



Perhatian:
Suami tidak betah di rumah itu karena ia barangkali takut atas sesuatu. Kadang ia takut kepada istri, anak, tetangga, mertua, atau takut pada dirinya sendiri. Solusinya, dzikirlah ayat 62-63 Surat Yunus 100 kali per hari. Insyaallah suami/ istri Anda betah di rumah. Kalau terlalu berat, buatlah tulisan atas ayat tersebut. Itu ayat menerangkan tentang tiadanya rasa takut bagi seorang wali kecuali hanya kepada Allah SWT. 

Inilah Q S: Yunus: 62-63:

ألَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّـهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ 


Artinya: ingatlah,  sesungguhnya  wali-wali  Allah  itu, tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka  dan  tidak  (pula) mereka bersedih hati (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Q.S.Yunus 10:62-63).

Ini bunyinya di Youtube.
Untuk mendapatkan kaligrafi indah ayat tersebut, klik sini.

Post a Comment