Puisi-Puisi Muhlis Es-Er

Puisi 

Bicaralah Tentang Cinta

Waktu adalah jarum jam
Mengelinding rapuh di atas aspal
Matamu adalah imajinasi
Meneriakkan bahasa tajam menghunjam

Marilah berbicara tentang cinta
Yang meraba jantung tak berujung
Yang meraba rasa tak berkasta

Selagi denyut berdetak asa
Rangkum senyum bunga sekuntum
Tawarkan pelepas dahaga telaga
Pada rundung nyanyian burung

Bacalah gerak bibir itu
Pada geliat langit berarak
Disimpulan cinta bertahta
Yang dipahami dalam nyeri

Cinta ada di kabut putih
Cinta ada di batu legam
Kirimkan isyarat bianglala
Jika kupu-kupu bawa aroma bunga  

Bragung, 2008

Entahlah

Cinta yang membakar sumsum
Rindu yang meracuni aliran darah
Kasih sayang yang membutakan mata hati
Kegilaan melebihi orang gila
Apa makna semua ini
Terhina .........  oleh noda
Lumpuh .........  oleh aral
Lalu putus asa
Huah....
Lengking sukma meronta
Gelepar raga bak terpanggang
Tangis ini diam... diam...
Kemudian.....
......................Entahlah....! 

Bragung, 2002

Damba

Kain kumal di tubuhku
Adalah bendera kebanggaan
Tiada daya hanya berusaha

Rintih harap dalam sepi
Terlantun selalu di hati
Damba restu hayati
Berteduh di rindang kasih

Do’a - do’a terpendam tak terucapkan
Tangis- tangis hati tak diperdengarkan
Kepenatan jiwa tak punya bahasa
Kapan simpuh ini punya daya
Kapan jejak ini punya tempat
Kapan jati diri punya harkat

Ya.... Robby
Sujud hamba tak sempurna
Tangis hamba rekayasa
Tapi hamba tetap meminta
Karena Engkau tak kekurangan apa-apa
Hati hamba yang serakah
Kenaifan hamba adalah lupa akan amar-Mu

Robby ...
Hamba tidak tahu
Engkaulah yang Maha Tahu

Bragung, Januari 2002

Muhlis Es-Er, lahir di Bragung, Sumenep, Madura, 05 Januari 1973. Kini tercatat sebagai Direktur Komunitas Cinta Baca Mathla’un Najah, Bragung. Dan tercatat sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mathla’un Najah.

Post a Comment