Puisi-Puisi Faizy Mahmoed Haly

Puisi

Sebintik Bulan

Meski aku belum formal berpuasa
dan aku menyangkamu telah tiba
sebintik bulan datang serupa diam menunggu
bayang-bayang pendar tentu tak terlewatkan dari arah mataku
yang melongok bersama leher-leher
penjaga pintu kalender.
Ada banyak kepastian di luar cahaya
dan kepastianku adalah bayang keyakinan
dan kerinduan.

Meski aku belum formal berpuasa
tapi akan kutangkap kerlingmu lebih dulu.

Semarang, 9 Juli 2013

Angin

Angin yang bergerak menyerakkan dedaun di tanah
sedemikian runtun dan istiqomah mengepulkan waktu lalu.
Sedangkan aku dengan tatih memunguti bunga-bunga
yang mekar saat senja ingin mengantarkanku pada malam.
Dan malam dengan tenang menyandarkanku pada angin
yang dinginnya adalah kelopak-Mu.

Lalu kudekap hangat dengan sajadah.

Semarang, 10 Juli 2013

Ziarah

Pada mulanya aku ingin mengingat tanah
tempat kenangan ditanam tak begitu dalam
tempat perenungan ajal yang menjagal lelena
bagi kita.

lalu angin meluruhkan bunga kamboja
menerbangkan wewangi kenanga
kuhirup begitu menekan dalam
jidat batu nisan.

Pada akhirnya aku berujar
dengan sadar,
:akan kutebar harummu
di remah puisiku paling dalam.

Semarang, Maret 2013

Suatu Sore di Rumah Sepi

Di sekelilingku tak ada yang bergerak
Menyibakkan kelopak bunga renung
Sedangkan sepi hanya membisikkan sesuatu
Lewat kereta angin yang berjalan menuju-Mu

Semarang, Maret 2013

Analogi
:RW.

Ketika kuhisap rokok, aku akan dilayangkan diri mabuk bersama asap. Maka aku menahan diri merokok.
Sementara ketika mendekatimu, aku bisa mabuk sampai dilenakan setan. Maka aku memaksakan diri berjarak denganmu.
Maaf, meski bisa jadi cinta butaku padamu membandingi Tuhan.


Faizy Mahmoed Haly, nama pena mahasiswa Jurusan Tafsir Hadist IAIN Walisongo Semarang, lahir di Demak, 28 Juli 1991. Bergiat di Surat Kabar Mahasiswa (SKM), Amanat, kampung sastra Soeket Teki dan Forum Lingkar Pena (FLP) Ngaliyan Semarang. Juga di Library Fans Club (LFC) Fakultas Ushuluddin IAIN. Sejumlah puisinya terhimpun dalam antologi Ayat-ayat Ramadhan (2012), Antologi Bulan Sembilan (2012), Semesta Cinta Untuk Gaza (2012) Indonesia dalam Titik 13 dan lainnya.

Post a Comment