Puisi-Puisi Lia Sholicha Amien

Puisi

Mengejar Sorga I

Kepada delapan penjuru mata angin
Aku tanyakan harum aroma sorga
Mancurkah dari telapak kaki ibu?

Bukan,
Ia tetaplah perahu
Tempat vena arteri mengangkut
sungai-sungai darah
Bergantian,
Laiknya milikku
Dan milik kalian.

Di mana?

Segerombol bul-bul di langit utara
Mungkin tau jawabannya.

Mengejar Sorga II

Apakah telaga sorga aku dapati
Kelak di penghujung upacara?
Setelah gelar aku lekatkan pada dada,
Ladang-ladang ayah diunduh serakah
Kerna iming-iming martabat?

Belajar dari cerita
Pejabat-pejabat setempat,
Satu ketika berkisah
Tentang diri gelisah
Kepada publik
Kepada massa

Lalu aku petik
Buah cerita
Lewat raut-raut muka
Masam dan kecewa
Satu hari lagi dipidana

Kepala semakin ngilu
Apakah sorga di sini atau di situ?

Dari balik tanah,
Sorga memanggil-manggil
Lirih
Lirih sekali.
Katanya : “Aku di sini”.

Kepada Pohon Aku Berkisah

Pohon begitu diam
Akar menancapkan
Tubuhnya di tanah.
Mungkin bumi kesepian,
Mencari teman,
Saat serigala malam menginjak
Tubuhnya dengan lolongan kencang.
Nisan-nisan ramai
Menceritakan pengalaman,
Tanpa kebohongan.

Sebagai imbalan,
Kepada akar diceritakan kisah,
Tanah sebagai pilihan
Bahan baku manusia,

Tubuh-tubuh lelap di Rahim tanah,
Diserap teriakannya,
Bersama air dialirkan
Kabar kesedihan mereka di pekuburan,

Kepada batang
Kepada cabang kepada ranting kepada daun
Kepada buah,
Saksi digelarnya siksa,

Astaghfirulloh semua mendesah


Lampu& Cat Putih

Malam ini,
Sepertinya ia tak enak hati,
Baju terang biasanya,
Ia pinjamkan pada dinding,
Berubah warna tadi pagi.


Zona absurd
Lengang yang sesak
Lapang-lapang riuh
Penuh rerumputan tanda
Tak habis terbaca


Lia Sholicha Amien, domisili di Sewon Bantul. Lahir di Lamongan 05 April 1988, alumnus Sastra Inggris Unibraw. Dari tangannya lahir karya, berjudulM ujtahid, Mujaddid, Mujahid (Biografi Pengasuh LembagaTinggi Pesantren Luhur Malang (LTPLM), buku kumpulan karya fiktif berjudul Jejaksoliloqui (bersama dua rekan lain), Saat ini menghabiskan waktu di Lembaga Bahasa Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta dan tentor Gama Education Bantul.

Post a Comment