Setelah Tipu Jama'ah Umroh, Kyai Ini Menghilang

Pati-WAWASANews.Com
Ali Asikin
Ali Asikin, oknum Kiai pengasuh Pondok Pesantren di Kompleks Masjid Agung Baitunnur Pati yang dilaporkan polisi atas penipuan terhadap ratusan jamaah umroh, diketahui telah dipecat sebagai takmir masjid sejak awal tahun ini. Sementara itu, salah seorang anak Ali Asikin berinisial A, yang seharusnya mengikuti ujian sekolah sejak Senin kemarin juga menghilang. Siswi kelas 4 tersebut ikut menghilang bersama anggota keluarga lain.
Sejak menghilang akhir Mei lalu, tidak ada satu orang yang mengetahui keberadaan Ali Asikin. Ketua Takmir Masjid Baitunnur, Arwani, mengatakan, sejak menghilang, Ali Asikin tidak meninggalkan pesan pada takmir dan santri di lingkungan masjid. Walau sudah dipecat dari takmir masjid sejak awal tahun ini. Namun, kiai asal Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Bonang, Demak itu ngotot bertahan tinggal di gedung pondok pesantren.
Arwani menambahkan, selain masalah bisnis umroh, Ali Asikin juga terbelit persoalan dana jamaah istighotsah sebesar hampir 1 miliar yang kini berwujud bangunan bertingkat untuk pondok pesantren. Bangunan yang seharusnya diatasnamakan Yayasan Baitunnur itu ternyata diatasnamakan Ali Asikin selaku pemilik.
“Dia menggalang dana lewat wakaf dan istighotsah untuk membangun pondok yang diatasnamakan dirinya sendiri,” katanya. Atas perbuatan itu, takmir masjid akhirnya memberhentikan Ali Asikin dari segala urusan peribadatan di Masjid Agung Baitunnur.
Seperti diketahui, Sabtu (7/6), belasan calon jamaah umroh menggeruduk Ponpes tempat tinggal kiai Ali Asikin. Sebelumnya mereka sudah berkali-kali mengalami pembatalan keberangkatan umroh karena berbagai alasan. Namun saat para jamaah mendatangi tempat yang dituju, oknum kiai tersebut diketahui sudah menghilang selama dua pekan. Bahkan, pondok pesantren yang selama ini ditempati sudah kosong dan terkunci rapat pagarnya.
Selain belasan jamaah tersebut, diketahui terdapat sedikitnya 200 calon jamaah umroh lain yang menjadi korban oknum kiai tersebut. Masing-masing jamaah menyetorkan uang antara 16 juta hingga 20 juta. Hingga berita ini ditulis, kasus itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian Pati. (Don)

Post a Comment