Meneropong Jalan dari Jembatan Timbang

Oleh Lina Puspitaning Rahayu

Setiap warga tidak terlepas dari kebutuhan menggunakan jalan raya. Jalan raya merupakan fasilitas milik bersama atau disebut dengan fasilitas umum. Jalan raya merupakan akses bagi semua kendaraan, baik itu kendaraan kecil maupun kendaraan besar seperti truk dan bus antar provinsi. Kondisi jalan raya yang baik tentu akan semakin memudahkan perjalanan warga masyarakat, sebaliknya kondisi jalan raya yang buruk akan mengganggu perjalanan warga.
“Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Itulah bunyi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 3. Dalam pasal tersebut mengandung arti bahwa negara menyediakan fasilitas layanan umum yang layak bagi warganya. Namun kenyataannya banyak jalan raya yang rusak, dari rusak ringan sampai rusak parah. Di beberapa daerah banyak ditemui jalan-jalan yang berlubang. Apabila terus dibiarkan lubang di jalan raya ini dapat membahayakan keselamatan para pengguna jalan raya. Kondisi jalan yang berlubang ini dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terutama bila sedang musim penghujan tiba, lubang-lubang ini dapat tergenang air yang dapat membahayakan keselamatan warga dalam berkendara.
Bermacam-macam kendaraan  melintasi jalan raya, seperti sepeda motor, mobil, bus, dan truk. Banyak kita temui truk-truk besar yang muatannya banyak dapat tetap melaju di jalan raya. Apabila truk-truk dengan muatan melebihi batas ini sering melewati jalan raya, maka akibat yang terjadi adalah kerusakan-kerusakan jalan. Padahal sudah ada jembatan timbang yang seharusnya mengontrol berat maksimal muatan yang dibawa truk untuk dapat melintasi jalan raya. Namun mengapa truk besar dengan muatan yang melebihi batas tersebut dapat tetap melewati jalan raya?
Nampaknya fungsi jembatan timbang perlu dibenahi agar dapat sepenuhnya mengontrol muatan truk dengan jujur. Para petugas jembatan timbang seharusnya amanah dengan tugas yang diembannya. Petugas jembatan timbang harus memiliki jiwa yang tegas sehingga segala bentuk kecurangan tidak terjadi. Petugas jembatan timbang tidak boleh menerima bentuk suap dari para supir truk bermuatan. Jiwa yang jujur dan tegas harus dimiliki oleh para petugas jembatan timbang. Karena apabila petugas jembatan timbang membebaskan truk melebihi muatan, akan membawa dampak pada rusaknya jalan raya.
Segala bentuk kecurangan harus ditindak tegas dan harus mendapatkan sanksi yang sesuai. Baik itu dari pihak petugas jembatan timbang yang menerima suap maupun dari supir truk yang memberikan suap. Ketegasan hukum harus ditegakkan, karena apabila dibiarkan akan merugikan pengguna jalan raya yang lainnya. Pemerintah nampaknya harus lebih mengawasi pelaksanaan kegiatan di jembatan timbang. Apabila terbukti ada bentuk suap, maka harus ditindak dengan tegas.
Para pengguna jalan juga harus dapat menggunakan jalan raya dengan baik. Baik itu pengendara sepeda motor, mobil, bus dan truk harus dapat menaati aturan-aturan ketika berkendara di jalan raya. Jalan raya menjadi tanggung jawab semua pihak, baik itu masyarakat, pengguna jalan, maupun pemerintah. Jalan raya merupakan tanggung jawab bersama dan milik bersama.
Semua anggota masyarakat berkewajiban menjaga jalan raya agar fungsinya tidak terganggu, mengingat fungsi jalan raya sangat penting baik itu di bidang sosial, ekonomi, politik. Masyarakat turut berperan serta dalam penyelenggara jalan raya untuk memberikan masukan dan informasi terkait jalan raya kepada pihak yang berwenang. Masyarakat dan pengguna jalan raya memiliki kewajiban untuk menjaga jalan raya dan menjaga ketertiban di jalan raya. Pemerintah juga hendaknya segera memperbaiki jalan raya yang rusak. Jangan sampai jalan raya rusak sampai waktu yang lama dan baru diperbaiki ketika menjelang hari lebaran saja.

Lina Puspitaning Rahayu,
mahasiswa PGSD, Universitas Negeri Yogyakarta


Post a Comment