Mahasiswa UGM Hina Jogja Tolol

WAWASANews.Com-Yogyakarta
“Apa yang telah dilakukan Florence adalah sebuah penghinaan dan hal yang keliru. Ini tentunya sangat menyinggung perasan warga Yogya yang dikenal sebagai kota pendidikan,”  kata Janner Simarmata yang juga Ketua Bidang Organisasi, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Pasca Sarjana Ilmu Komputer UGM.
Florence Sihombing dalam Database Akademik UGM
Hal ini terkait pernyataan Florence Sihombing yang merupakan seorang mahasiswa S2 Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyebutkan bahwa Kota Yogyakarta dengan sebutan tolol dan dia mengajak teman-temannya agar jangan tinggal di Kota Pelajar itu.
Hal itu terungkap setelah ke publik dijadikan status akun jejaring sosial Path-nya. "Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja," tulis Florence.
Sebagai Alumni dari UGM dan pernah tinggal di Jogyakarta, Janner mengatakan sangat tersinggung dengan perkataan Florence. Apalagi pernyataan ini dipublish di dunia maya. Dan, tentu, hal itu ini bisa dijerat UU ITE UU 11/2008 pasal 27 ayat 3 dan pasal 45, di mana Pasal 27:
”(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
Dan:
“Pasal 45 (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.
“Sebaiknya UGM memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa tersebut, karena pernyataan ini membuat kampus UGM menjadi kena imbasnya,” tegas Janner. (JS)

Post a Comment