Bermasalah, Ratusan Kios Pasar Ngabul Mangkrak

Jepara–WAWASANews.Com
      Ratusan kios Pasar Ngabul baru masih mangkrak karena terkendala masalah lahan. Hanya beberapa kios yang sudah ditempati, meski pembangunan telah selesai sejak dua tahun lalu.
Menurut rencana, Pasar Ngabul Baru yang bersebelahan Bundaran Ngabul tersebut digunakan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Ngabul yang lama. Pasar Ngabul lama dinilai sudah tidak layak.
Menurut pengamatan, kapasitas pasar lama memang tak lagi mampu menampung pedagang dan aktivitas bongkar muat. Trotoar penuh pedagang. Jalan raya Ngabul depan pasar sering macet akibat aktivitas pasar lama.
Pasar Ngabul: yang dibangun dan kini mangkrak
foto: jeparanesia.co.id
Petinggi Desa Ngabul, Ahmadun menjelaskan, mangkraknya pasar Ngabul baru tersebut disebabkan terbentur masalah status lahan yang digunakan untuk membangun pasar. Status tanah tersebut merupakan tanah desa atau bondo. Sedangkan pasar sepenuhnya dibangun investor.
Ahmadun mengaku, karena adanya masalah tersebut maka pihaknya belum bisa mengoperasikan pasar secara maksimal hingga persoalan tersebut selesai sepenuhnya. Selain itu, mangkraknya pasar juga disebabkan pedagang Pasar Ngabul Lama yang diminta membayar dengan jumlah nominal tertentu kepada investor melalui pemerintah desa.
“Kami  sangat berhati-hati dalam masalah ini. Sebelum digunakan, segala masalah harus selesai. Persoalan ini harus dibicarakan hingga semuanya tuntas. Kami sama sekali tidak bermaksud menghalang-halangi pedagang yang akan menempati,” kata Ahmadun.
Persoalan ini, lanjutnya, masih dalam tehap perundingan. Hanya pihaknya terkendala komunikasi dengan panitia pembangunan pasar Ngabul Baru.
Sementara itu, Mas’ud,  kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara, tak bisa berkomentar banyak. Menurutnya, pengelolaan Pasar Ngabul yang baru tersebut sepenuhnya dilakukan pihak desa.
“Pihaknya mengaku hanya dapat melakukan fungsi-fungsi pengarahan. Pembangunan Pasar Ngabul baru tersebut dilakukan oleh panitia pembangunan Pasar Ngabul baru bersama Pemerintah Desa Ngabul,” katanya. (Adipur)

Post a Comment