Pasien BPJS di RSUD Kartini Jepara Mengeluh

Jepara-WAWASANews.Com
Keluhan tentang pelayanan petugas kesehatan di rumah sakit kepada pasien BPJS kesehatan sering muncul. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara menjadi salah satu contoh buruknya pelayanan pasien BPJS.
Choiriyah, pasien asal Desa Bugel Kecamatan Kedung ini terpaksa dipindahkan keluarga dari RSUD Kartini Jepara ke salah satu rumah sakit swasta di Jepara karena pelayanan tidak maksimal. Choiriyah adalah salah satu pasien BPJS.
Musta’anah, putri Choiriyah mengaku, di RSUD Kartini Jepara ibunya hanya dikunjungi sekali dalam sehari oleh dokter yang merawat. Ia mengaku tidak tahu pasti mengapa hanya diperiksa sekali dalam sehari.
“Saat ditanya, dokter hanya diam dan bicara dengan perawat yang mendampinginya,” kata Musta’anah, Minggu (5/10).
Selain itu, Musta’anah mengaku jika perawat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut juga tak maksimal dalam menjalankan tugasnya. “Kalau impus pasien habis minta diganti, justru dilimpahkan kepada petugas lain sehingga waktu untuk mengganti terlalu lama. Jika penykit yang diderita pasien berat, tentu akan membahayakan keselamatan. Seharusnya, perawat harus bergerak cepat jika impus habis,” tandasnya.
Musta’anah mengaku kondisi ibunya memburuk ketika di rumah sakit. Menurutnya, ketika di rumah tensi darah ibunya 220 mmHg. Ketika dibawa ke Puskesmas, naik menjadi 240 mmHg.
“Sampai di rumah sakit naik lagi menjadi 260 mmHg. Katanya tidak nyaman dengan ruangan. Ruangan terlalu bising. Ibu saya terkesan dibiarkan. Tidak dibimbing untuk menggerakkan tangan atau lengan layaknya pasien hipertensi dan komplikasi. Kalau komunikasi antar dokter ke pasien baik kan ibu saya jadi nyaman,” paparnya.
Dengan alasan inilah keluarga memutuskan pindah ke rumah sakit lain. Menurutnya di rumah sakit yang baru, ibunya dikunjungi tiga kali sehari oleh tiga dokter berbeda, meski di rumah sakit baru, ibunya merupakan pasien BPJS.
Menanggapi masalah ini, Bambang Dwipo, Wakil Direktur RSUD Kartini Jepara mengakui jika kenyataan pelayanan seperti itu memang tidak sesuai standar yang ditetapkan. “Tapi untuk persoalan ruang rawat pasien BPJS, masing-masing rumah sakit memiliki standar kelas berbeda. Di RSUD Kartini, bagi pasien BPJS kelas dua, maka dirawat di ruang kelas dua yang dihuni tiga pasien,” jelasnya.
       Untuk meningkatkan pelayanan, menurut Bambang, pihaknya terbuka untuk menerima kritikan dan masukan dari pasien maupun keluarga pasien. “Jika ada masalah, kami akan langsung tanggapi. Selain itu, kami juga selalu mengingatkan kepada tenaga kesehatan untuk memberi pelayanan terbaik,” tegasnya. Kita tunggu saja pembaca. (Adipur)

1 Response to "Pasien BPJS di RSUD Kartini Jepara Mengeluh"

  1. Ibu yang ada dalam berita ini bisa disembuhkan dengan lantran obat herbal bagus. Klik www.manfaatbawangdayak.com

    ReplyDelete