Pedagang Tumpah Pasar Ngabul Akan Direlokasi

Jepara-WAWASANews.Com
Permasalahan pasar Ngabul memasuki babak baru. Pedagang tumpah di depan area pasar yang menjual hasil bumi pada tiap pagi buta akan direlokasi ke pasar baru. Pasalnya, keberadaan pedagang tersebut dinilai mengganggu arus transportasi.
Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar, Mas’ud, dalam rapat sosialisasi relokasi pasar Ngabul di Balai Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, menyatakan, pedagang tumpah hasil bumi yang biasa berjulan dari subuh hingga pagi hari di depan pasar Ngabul tidak diperkenankan lagi membuka dagangan di lokasi tersebut. Pihaknya memberi waktu hingga Kamis Legi, 9 Oktober 2014.
“Alasan utama relokasi tersebut adalah aktivitas pedagang tumpah yang banyak memakan jalan. Trotoar digunakan sebagai tempat penjualan.  Hak pengguna jalan menjadi terganggu,” jelas Mas’ud, Jumat (3/10/2014).
Ilustrasi Pedagang Tumpah
Syarat Relokasi Pasar
Relokasi dilengkapi dengan beberapa syarat. Mas’ud menerangkan, di tempat relokasi yang terletak di pinggir jalan depan pasar baru, harus diberi penerangan. Selain itu, menurut Mas’ud, pihak desa dan investor harus menyediakan transportasi untuk mengangkut segala perlengkapan pedagang yang akan dipindah.
“Relokasi dilakukan dengan syarat tidak merugikan pihak-pihak terkait. Untuk itu, arus lalu lintas dari arah Barat ke Timur diarahkan melalui jalur Ngabul-Bawu agar kendaraan dari arah tersebut melewati pasar. Untuk hal ini, saya minta polisi dan koramil membantu kelancaran relokasi pedagang tumpah agar tidak ada ekses negatif,” tandasnya.
Dalam rapat sosialisasi tersebut, Ahmadun kembali menegaskan jika pedagang lama pasar Ngabul yang terdaftar resmi tidak akan direlokasi. Menurutnya, mereka tetap memiliki hak berdagang di sana. Hanya pedagang tumpah yang direlokasi. Sebab secara adiministratif, mereka berada di luar pengelolaan pasar.
“Semua pihak siap membantu proses relokasi tersebut, termasuk paguyuban pasar. Bahkan investor sendiri menyiapkan kendaraan untuk mengangkut pedagang tumpah yang pindah. Keputusan ini hasil kesepakatan bersama,” tuturnya usai rapat.
Sementara itu, anggota paguyuban pedagang pasar Ngabul, Sugianto menerangkan pihaknya setuju dengan relokasi tersebut dengan syarat pedagang diatur dengan bijak. “Mereka adalah pedagang cilik yang mencari rejeki. Saya setuju asal relokasi pasar jangan dipaksakan terutama cara dan waktunya,” tandasnya.
Dalam rapat tersebut disetujui jika relokasi dilakukan pada Kamis Legi (9/10) sekitar pukul 04.00 subuh. Sesuai usulan investor, pedagang dipindahkan di depan Pasar Baru Ngabul, tepat di pinggir jalan raya Ngabul-Bawu. Rapat sosialisasi tersebut dihadiri Komandan Koramil Tahunan, perwakilan Polsek Tahunan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, perwakilan investor Pasar baru Ngabul, BPD dan BUMDes Ngabul. (Adipur-Bad)

Post a Comment