Puisi-Puisi Lilis Yuliani

Puisi


Rekasa

#1
Sudah seribuan pagi sama
Berlalu dengan secangkir kopi tampa gula
Bukan kau pelit Nyonya
Tapi toples-toples usangmu tegak berjejer di rak tua berdebu
Sebagai hiasan
Dan...
dapurmu sejuk, pagi ini
Tak jua mengepul

#2
Duh,
Senjamu kian prematur
Derit gerobakmu menjerit bersama
teriak muadzin lewat moncong menara
  
#3
Dirimu benar-benar sudah lupa
Berapa kali terbangun di pagi yang sama
Bersambut kepul asap kotak bermesin
Dirimu benar-benar lupa,

#4
Tempo hari,
Bocah kecil itu berdiri memandangmu
Tangan kecilnya mengepal
Dan mulutnya membisu,
Tempo hari,
Bocah kecil itu berlari padamu,
Membawa sekantung batu
Menghujammu sambil berdoa,
'ini sedang melempar jumrah,' katanya
Tempo hari, bocah kecil itu berdoa dihadapanmu,
Dengan serapahan yang dipungut telinga
Dari gersang jalan dan tandusnya hutan
Dari liarnya malam dan rimbanya siang
Tempo hari, tempo hari,
Tempo hari, dan ia tak pernah bosan.
'membunuh' patung penguasa.


Rimba Kecil, 10 Maret 2013

Lilis Yuliani, Pemimpin Redaksi Edukasi Online, 
mahasiswi Tadris Matematika IAIN Walisongo Semarang.

Post a Comment