Iklan

IKSAB Mendunia

WAWASANews.com
Senin, 14 Januari 2013 | 15.50 WIB Last Updated 2013-01-14T09:05:46Z
Oleh Muhammad Akmaluddin

Ikatan Siswa Abiturien (IKSAB) Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah merupakan organisasi alumni Madrasah TBS NU Kudus. Sejak didirikan sekitar tahun 60-an, IKSAB telah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia, bahkan hingga luar negeri. Pengurus cabang yang telah eksis antara lain Kudus, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Bandung, Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan cabang-cabang luar negeri -baik yang sudah terbentuk maupun rintisan- yang sudah ada diantaranya Mesir, Sudan, Suriah, Libya, Libanon, Yaman, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Amerika, Kanada dan Turki.
Alumni Madrasah TBS yang menjadi pengurus IKSAB mayoritas adalah mereka yang masih dan sedang melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Karena masih berstatus mahasiswa, beberapa pengurus cabang ada yang menggunakan nama FORMAT (Forum Alumni Madrasah TBS), bukan IKSAB, seperti Jakarta dan Yogyakarta. Organisasi ini, baik IKSAB maupun FORMAT dimaksudkan untuk membangun tali silaturahim antar alumni, lintas generasi dan daerah. Tujuannya, memberikan kontribusi konkrit kepada Madrasah almameter (Madrasah TBS) agar tidak melupakan wetone (leluhurnya).
Mutakharrijin (alumni) TBS secara otomatis menjadi bagian dari IKSAB dengan tidak membedakan status maupun usia, meskipun yang aktif sebagai pengurus sebagian besar adalah kalangan mahasiswa. IKSAB Cabang Semarang, yang baru terstruktur organisasinya pada 2008 telah mengadakan berbagai penelitian, kajian, diskusi, pengajian, pengkaderan dan mendirikan Iksab Semarang Institute (ISI). ISI merupakan komunitas peneliti dan pengkaji masalah budaya, tradisi, wacana pemikiran serta forum pengembangan dan pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama’.

Tersebar ke Seluruh Benua
Alumni Madrasah TBS Kudus, terutama yang berada di Semarang dan sekitarnya mempunyai latarbelakang yang berbeda. Diantaranya ada yang menjadi mahasiswa, santri, dosen, dokter, peneliti, penulis, wartawan, kiyai, pengusaha, pebisnis, birokrasi dan lain sebagainya. Mereka tersebar di seluruh perguruan tinggi di Semarang, yaitu IAIN Walisongo, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Dian Nuswantoro, IKIP PGRI, Universitas  STIKUBANK, Universitas Semarang dan kampus lainnya. Banyak juga –baik yang sudah dan sedang- belajar di luar negeri, seperti KH. Abdul Muhayya (Kanada), Abdul Aziz (Australia), Afida Ilfa (Turki), Mishbah Khoiruddin Zuhri (Qatar), Luthfi Rahman (Connecticut dan South Caroline, AS) dan Heru Saputra (Arizona, AS).

Muhammad Akmaluddin, Ketua Ikatan Santri (IKSAB) Madrasah TBS Kudus Cabang Semarang Masa Khidmah 2011 – 2012, ketua Keluarga Kudus Semarang (KKS) Periode 2012 – 2013 dan peneliti di Iksab Semarang Institute (ISI)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IKSAB Mendunia

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF