Iklan

Mengatasi Bengkak Kaki Saat Hamil (Tawaren)

WAWASANews.com
Minggu, 08 Desember 2013 | 11.18 WIB Last Updated 2014-01-25T17:22:50Z
Bengkak pada kaki, bahkan hingga paha dan wajah saat bunda sedang hamil, sangat mengganggu aktivitas. Bagaimana tidak, kaki yang biasanya mudah digunakan untuk berjalan, tiba-tiba kaku, sulit digerakkan dan oleh beberapa bumil (ibu hamil) bisa menjadi penyebab stres.

Penyebab bangkak kaki, kata seorang bidan, adalah karena adanya keracunan kehamilan. Ini berbeda dengan keracunan makanan yang masuk ke perut. Keracunan kehamilan, menurut bidan tersebut, adalah karena adanya kontraksi janin dalam perut bumil.

Namun, dalam penelitian, apa yang dinyatakan oleh bidan di salah satu Puskesmas di Jepara itu, tidak benar adanya. Penyebab kaki bengkak, paha bengkak, tangan bengkak, hingga wajah bengkak pada saat bunda hamil adalah karena adanya timbunan cairan dalam tubuh. Karena itulah, kaki bengkak ibu hamil disebut dengan Edema, yang artinya: penimbunan cairan. Orang Jawa menyebut Edema dengan istilah lain, yakni Tawaren.

Posisi duduk tepat ibu hamil 
Tawaren, Edema, atau kaki bengkak ibu hamil, lumrah terjadi. Namun jangan dianggap enteng. Bengkak pada kaki ketika hamil jadi lumrah mengingat fungsi ginjal ibu hamil ada yang terganggu sehingga cairan yang harusnya mengalir lancar, tersumbat, terganggu, dan terjadilah penimbunan karena cairan yang berlebih dalam tubuh tak mampu ditampung dengan baik.

Tubuh bunda saat hamil itu cenderung menyimpan cairan hingga 30 persen dibanding saat normal. Cairan yang terus ditimbun ini diperparah dengan kondisi rahim yang setiap saat kian membesar. Akibanya, pembuluh darah balik di bagian kaki ibu hamil akan tergencet dan pada akhirnya aliran darah menuju jantung, tersumbat perlahan. Cairan pun kian hari, seiring membesarnya janin, terus tertimbun. Kaki Bengkak!

Kaki bengkak disertai demam tinggi
Kaki bengkak pada ibu hamil, ketika dibarengi dengan panas suhu tubuh (demam), itu bukan saja Edema, namun bisa jadi terindikasi adanya inveksi akibat kontraksi janin dalam perut.  Inilah jenis Edema atau penyakit bengkak kaki hamil yang harus diwaspadai.

Di buku merah catatan ibu hamil yang biasanya dipegang oleh ibu hamil dari bidan atau Puskesmas juga bisa dibaca bahwa salah satu tanda bahaya kehamilan adalah kala bunda hamil mengalami panas tinggi dan kaki bengkak. Segera periksakan ke dokter atau bidan Anda. Tidak menutup kemungkinan bahwa kaki bengkak disertai kenaikan suhu tubuh saat hamil adalah gejala awal terinveksi penyakit thypus atau demam berdarah. Biasanya, untuk mendapatkan gambaran penyakit yang cepat, dokter atau bidan meminta bumil melakukan tes urin, HB dan cek tekanan darah.  

Kaki bengkak biasanya terjadi pada trisemester ke-3, yakni pada usia kandungan masuk bulan ke-7 hingga ke-9. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada trisemester pertama (bulan 1,2, dan 3) dan trisemester ke-2 (bulan ke-4,5, dan 6). Bukan tidak mungkin pula tawaren atau Edema terjadi setelah melahirkan.

Menurut pengalaman medis di lapangan, ibu hamil yang mengalami tawaren atau kaki bangkak saat hamil adalah mereka yang juga memiliki riwayat keluarga yang sama. Artinya, jika bumil adalah keturunan ibu yang dulunya ketika hamil pernah tawaren, maka tidak menutup kemungkinan akan mengalami hal yang sama. Mengapa demikian? Karena struktur tubuh dan ketahanan tubuh kadang ada kesamaan antara ibu dan anak.

Akibat Kaki Bengkak Hamil
Ibu hamil yang mengalami kaki bengkak biasanya akan repot, mudah lemas, cenderung malas dan perut terasa sebah. Ini karena beban tubuh akibat tumpukan cairan semakin bertambah. Berat badan tiba-tiba naik antara 2-15 Kg setiap minggu. Dan memang berat badan bumil tawaren sulit dikontrol.

Kalaupun bunda yang tawaren ingin mengontrol berat badan melalui hemat makanan, tentu hal itu akan berisiko kurang baik bagi pertumbuhan calon bayi yang ada masih ada di rahim. Makanya, ada cara yang bisa dilakukan agar bunda tetap sehat saat hamil, jauh dari kaki bengkak Edema. Berikut ini:
  1. Ketika duduk, usahakan kaki bunda lebih tinggi dari jantung. Begitupun ketika tidur, gunakan bantal untuk memposisikan kaki bunda lebih tinggi dari biasanya. Ini akan membantu peredaran darah tetap normal.
  2. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung garam sebab kalsium dalam garam itu akan menghambat aliran darah bila dokonsumsi secara berlebihan.
  3. Jangan terlalu banyak berdiri dan duduk dalam jangka waktu yang lama. Jika mengalami pegal-pegal, gunakanlah untuk senam gerak, terutama gerakkan kaki bagian bawah antara jari hingga pergelangan kaki. Jika lelah, istirahatlah! 
  4. Saat tidur, sebaiknya bunda miring ke kiri. Bagi umat Islam, ini bukan saja terapi sehat, namun bagian dari kesunnahan Nabi Muhammad SAW. Penelitian medis membuktikan bahwa tidur berbaring ke kiri sangat membantu peredaran darah. Sehingga ketika bangun, tubuh serasa segar kembali.
  5. Jangan terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan, atau tumbuhan, yang biasa dokonsumsi penderita darang tinggi. Hal itu akan membuat Anda drop dan bahkan panas tinggi. Buah sirsak, daun sledri, mentimun, mentimun suri, buah peer, buah mengkudu, buah melon muda, buah belimbing keris, buah belimbing manis muda, buah siyem, sayur pare-pare, daun alpukat, wortel, daun salam, dan lainnya, adalah yang biasa dikonsumsi oleh penderita hipertensi ketika tekanan darah mereka naik tiba-tiba di atas 120.
  6. Seringlah berenang. Berjalanlah di dasar kolam. Kaki menempel lantai dasar kolam. Daya apung air akan memposisikan janin di rahim ke posisi atas. Ini akan sejenak membuat peredaran darah bunda sedikit lancar.
  7. Hindarkan memakai sepatu tali. Ini akan semakin mengikat kaki dan melilit syaraf. Istirahatkan juga sepatu jinjit atau hak tinggi selama kaki bunda masih bengkak. Dua jenis sepatu tidak longgar itu akan membuat timbunan air macet di aliran darah.
  8. Usahakan olahraga ringan setiap pagi di atas kericak batu, atau kerikil tumpul. Tapi ingat, ketika sudah lelah, jangan paksa dilanjutkan.
  9. Manjakan kaki dengan air dingin, lalu kompres dengan air hangat setelahnya.
  10. Atau, gunakan obat herbal kelas dunia berbentuk cairan, bernama Jelly Gamat Gold-G. Cukup minum sehari 3 kali. Satu kali minum 2 sendok makan orang dewasa. Semoga cepat sembuh! Insyaallah.


Cara Pemesanan Jelly Gamat Gold-G

Gold-G: Jumlah Pesanan: Nama Lengkap: Alamat Pengiriman: Nomor HP

Contoh:
Gold-G: 4 Botol : Ayu Wulandari: Jl. Jend. A Yani no. 40 Kendal, Jawa Tengah: 085.628.06.XXX 
kirim ke 085.628.06.235
Barang kami kirim dari Kec. Kalinyamatan, Jepara menggunakan JNE. Setelah transfer diterima ke rekening Mandiri: 9000004421351 A.n M Abdullah Badri, barang segera kami kirim. (Melayani COD Wilayah Jepara, Kudus, Demak).
Daftar Harga untuk Cara Pemesanan Jelly Gamat Gold G 320 ml (Harga Resmi Tersegel Rp 180.000 perbotol)

Pembelian
Harga Retail
Discount
Harga Net
1 btl
Rp.180.000
Rp.5000
Rp.175.000 + ongkir Sesuai tarif JNE 1 kg
2 btl
Rp.360.000
Rp.50.000
Rp.310.000 + ongkir Sesuai tarif JNE 1 kg
3 btl
Rp. 540.000
Rp. 70.000
Rp.470.000 + ongkir Sesuai tarif JNE 1 kg
4 btl
Rp.720.000
Rp.120.000
Rp.600.000 + Gratis Ongkir
6 btl
Rp.1.080.000
Rp.240.000
Rp.840.000 + Gratis Ongkir
9 btl
Rp.1.620.000
Rp.400.000
Rp.1.220.000 + Gratis Ongkir
10 btl
Rp. 1.700.000
GelangStep (Seharga dengan Rp.1.795.000)
Rp.1.700.000 + Gratis Ongkir
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mengatasi Bengkak Kaki Saat Hamil (Tawaren)

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF