Iklan

Menuju Negara Akuakultur

WAWASANews.com
Sabtu, 11 Oktober 2014 | 20.31 WIB Last Updated 2014-10-11T13:32:12Z
Jakarta-WAWASANews.Com
Negara maritim terbesar seperti Indonesia harus didorong agar menjadi bangsa yang berdaulat dalam akuakultur (seperti ikan, udang, kekerangan, kepiting, bahan farmasi, kosmetik, biofuel, dan perhiasan/mutiara). Hal itu mengingat potensi Indonesia yang luar biasa di banding Negara lain di dunia ini.
Wacana tersebut diutarakan oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri dalam Konferensi Akuakultur Dunia (World Aquaculture Conference) di Ho Chi Minh City, Vietnam, Jum'at (10/10/2014).
Prof Rokhmin Dahuri sedang presentasi di Ho Chi Minh City, Vietnam, Jumat (10/10/2014).
Foto: Ofa/WAWASANews.Com
“Ide besar saya, mengingat demand (permintaan) terhadap berbagai produk akuakultur sangat tinggi, sementara Indonesia punya potensi produksi akuakultur terbesar di dunia (60 juta ton/tahun). Saya ingin Indonesia mampu menjadi negara besar yang maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada sektor akuakultur,” ungkap Rokhim dalam Keynote Speaker acara bertajuk “Indonesia's Aquaculture Landscape” itu (Musthofa Asrori). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menuju Negara Akuakultur

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF