Posting Terbaru

Daftar Lengkap 10 Cerita Rakyat Terpopuler di Nusantara

10 April 2019
dongeng rakyat nusantara

WAWASANews.com, Cerita - Dalam tulisan ini, terdapat daftar lengap cerita rakyat Indonesia dan legenda terbaik yang bisa Anda baca dan kisahkan pada si kecil.

Pada dasarnya, cerita rakyat dan legenda memiliki sedikit perbedaan. Legenda adalah kisah yang terjadi dimasa lampau dan benar-benar terjadi.

Sedangkan cerita rakyat adalah kisah imajinasi yang dibuat oleh masyarakat sekitar di mana tidak jelas pengarangnya siapa, seolah-olah cerita itu nyata terjadi pada masa lampau. Bahkan, cerita rakyat biasanya mengandung pesan-pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran untuk anak-anak Anda.

Penasaran dengan apa saja cerita rakyat dan legenda yang cocok untuk dijadikan bahan pembelajaran untuk si kecil? Berikut kumpulan cerita rakyat nusantara dan legenda terbaik yang bisa Anda simak. Selamat membaca!

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh Bunda untuk menghibur hati si kecil. Bisa dengan cara mengajaknya ke tempat wisata, memperlihatkan film, hingga membacakan sebuah cerita.

Membacakan cerita rakyat memang sudah jarang dilakukan oleh orang tua. Padahal selain menghibur, cerita rakyat juga sarat akan nilai budaya dan moral.

Dengan begitu, melalu cerita rakyat, Anda tidak hanya menghibur si kecil tetapi juga menambah wawasanya mengenai budaya. Lantas, apa saja cerita rakyat yang bisa dikisahkan untuk buah hati? Berikut kumpulan cerita rakyat nusantara yang cocok untuk anak Anda.

1. Cerita Rakyat Kelingking Sakti
Alkisah, ada sepasang suami istri di Jambi yang miskin dan belum memiliki momongan. Meskipun mereka sudah puluhan tahun membina rumah tangga, namun mereka tak kunjung memiliki seorang anak. Segala daya upaya sudah dilakukan, tetapi hasilnya selalu nihil.

Hingga akhirnya, sang suami memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mengabulkan permintaanya untuk memiliki seorang anak laki-laki. Walaupun sebesar kelingking, mereka rela asalkan memiliki anak.

Beberapa bulan kemudian, sang istri pun dikabarkan mengandung seorang anak. Sesuai doa yang diminta oleh sang suami, anaknya pun lahir hanya sebesar jari kelingking saja. Meskipun ukuran badannya kecil, suami dan istri tersebut tetap bersyukur dan menyayangi anaknya.

Pada suatu hari, desa Jambi didatangi oleh hantu pemakan manusia, nenek Gergasi. Seluruh warga pun ketakutan, sehingga tidak ada satupun yang berani keluar rumah. Demi menyelamatkan warga, raja dari desa Jambi pun mengajak rakyatnya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Akan tetapi Kelingking menolak untuk mengungsi, ia lebih memilih tinggal di desa untuk mengusir nenek Gergasi. Sayangnya, niat tersebut diragukan oleh para warga karena badannya yang teramat kecil.

Namun Kelingking tidak mempedulikannya. Berkat keberanian dan kecerdasan Kelingking, ia mampu membunuh setan tersebut dengan cara memasukkannya ke jurang. Oleh karenanya, Raja Desa Jambi menghadiahkan Kelingking berupa pangkat Panglima Perang.

Salah satu kisah dari kumpulan cerita rakyat nusantara terpopuler di atas berasal dari Jambi, Riau. Cerita rakyat yang singkat dan menarik tersebut memiliki pesan moral untuk buah hati Bunda. Salah satu pesan moralnya adalah selalu meminta pertolongan kepada Allah.

Setiap manusia pastinya akan dihadapi sebuah masalah. Untuk itu, melalui kisah di atas, ajarkanlah si kecil untuk selalu berdoa dan meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa atas permasalahan yang dihadapi.

2. Cerita Rakyat Lutung Kasarung
Pada jaman dahulu, ada dua orang putri dari Kerajaan Pasundan. Mereka adalah Praburarang dan Purbasari yang memiliki wajah sangat cantik serta berkulit putih.

Sepeninggalnya sang Raja, Purbasari diperintahkan untuk menggantikan tahtanya. Mendengar hal tersebut, Praburarang merasa sangat iri dan ingin mencelakakan Purbasari.

Ia memutuskan untuk menemui nenek sihir agar mengutuk adiknya, Purbasari. Oleh karenanya, wajah dan tubuh Purbasari berubah menjadi bertotol-totol hitam. Hal tersebut kemudian dijadikan sebuah alasan untuk mengusirnya ke sebuah hutan, sehingga tahta pun berhasil pindah ke tangan Praburarang.

Selama tinggal di hutan, Purbasari berteman dengan seekor kera berbulu hitam. Kera tersebut  bernama Lutung Kasarung. Ia sangat perhatian dan menyayangi Purbasari.

Untuk membantu Purbasari, Lutung bersemedi di tempat yang sepi pada saat bulan purnama. Tidak lama kemudian, terciptalah sebuah telaga kecil yang berair sangat jernih. Lutung pun meminta Purbasari mandi di telaga tersebut.

Hebatnya, air dari telaga tersebut mampu mengembalikan kecantikannya. Purbasari pun bisa kembali ke wajahnya yang semula, yaitu putih dan cantik.

Mendengar hal tersebut, Praburarang merasa cemas. Ia khawatir jika adiknya merebut kembali tahtanya. Kemudian, ia pun menghampiri adiknya dan mengajaknya beradu untuk memperebutkan kursi raja.

Praburarang mengajak adiknya adu ketampanan dari tunangan masing-masing. Purbasari menunjukkan Lutung Kasarung sebagai tunanganya. Kakaknya pun menertawakannya dan merasa tunanganya lebih tampan dari seekor kera.

Pada saat itu juga, lutung kasarung berubah ke wujud aslinya. Ternyata ia adalah seorang pangeran dengan wajah yang tampan. Prubararang akhirnya mengakui kekalahannya dan menyerahkan tahta kerajaan kepada adiknya.

Kisah kedua di atas termasuk dalam kumpulan cerita rakyat nusantara terpopuler. Pesan moral yang dapat dipetik dari kisah ini adalah berbuatlah kebaikan kepada siapapun.

Nilai moral tersebut dapat dipelajari dari Purbasari yang memiliki sifat baik hati kepada siapapun termasuk hewan. Berkat kebaikannya, ia pun dikelilingi juga oleh lingkungan yang baik. Salah satunya adalah lutung kasarung yang kemudian menjadi penolongnya.

3. Cerita Rakyat Si Penakluk Rajawali
Dahulu, ada seorang raja di Sulawesi Selatan yang memiliki tujuh orang putri. Konon, jika memiliki 7 orang anak, salah satunya harus dipersembahkan kepada seekor Rajawali Raksasa agar keluarga istana terhindar dari mala petaka.

Hal tersebut membuat sang raja sedih dan memutuskan untuk membuka sayembara. Siapa saja yang berhasil menaklukan Rajawali, jika ia laki-laki maka akan dinikahkan dengan salah satu putrinya. Apabila ia perempuan, maka akan diangkat menjadi anggota keluarga.

Oleh karena itu, banyak warga yang berbondong-bondong untuk menyelamatkan putri kerajaan. Namun, tidak ada satupun yang mampu mengalahkan Rajawali.

Saat Rajawali Raksasa mendekat dan hendak memakan sang putri, datanglah seorang pemuda yang menyelamatkannya dengan seutas tali dan badik. Ia pun sukses menikam dan membunuh Rajawali. Sang putri pun akhirnya selamat dan bisa kembali ke kerajaan dengan perasaan lega dan tenang.

Sayangnya, pemuda itu lantas pergi dan tidak datang untuk meminta upahnya. Oleh karenanya, raja pun membuka kembali sayembara untuk menemukan penakluk rajawali tersebut.

Oleh sebab itu, banyak sekali warga yang mengaku-ngaku telah menyelamatkan sang putri. Untungnya, sang putri masih mengenali wajah laki-laki yang telah menyelamatkannya. Ia pun berhasil menemukan penyelamatnya tersebut.

Raja pun bertanya, “kenapa kamu tidak datang ke kerajaan, untuk menagih janji atas keberhasilanmu menyelematkan anakku?” Anak laki-laki itu pun menjawab, “aku menyelematkan sang putri bukan karena hadiahnya, tapi hamba tulus. Kalaupun baginda raja ingin menikahkan kami, hamba ingin semua itu berdasarkan permintaan sang putri.”

Sang putri pun mengatakan jika ia telah menyukai laki-laki tersebut sejak awal bertemu. Pada akhirnya, mereka hidup bersama dan bahagia selamanya.

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah kelima yang termasuk dalam kumpulan cerita rakyat nusantara ini adalah pentingnya menolong tanpa pamrih. Hal tersebut dapat dilihat dari perjuangan seorang anak laki-laki yang dengan tulus menyelamatkan putri.

Melalui cerita tersebut, Bunda bisa mengajarkan pada si kecil apa itu ikhlas. Apapun pertolongan yang diberikan jangan mengharapkan imbalan.

4. Cerita Rakyat Timun Mas
Di Jawa Tengah, hiduplah sepasang suami istri yang hidup sederhana tapi bahagia. Hanya saja, mereka belum dikaruniai seorang anak. Setiap malam mereka berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan momongan.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke gua menemui raksasa. Konon, raksasa tersebut bisa memberikan keturunan untuk pasangan suami tersebut.

Benar saja, selang beberapa saat setelah memohon, mereka diberikan sebuah biji-bijian mentimun, yang nantinya akan tumbuh seorang anak didalamnya. Tetapi raksasa memberikan satu syarat, jika nanti anak tersebut sudah berumur 17 tahun, raksasa akan mengambilnya untuk dijadikan makanan.

Pasangan suami istri tersebut merawat pohon mentimun dengan kasih sayang. Beberapa saat kemudian tumbuhlah buah timun berwarna keemasan. Setelah dibuka, terdapat bayi cantik didalamnya dan mereka menamainya Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan. Ibu dari Timun Mas pun mulai khawatir, karena sebentar lagi anak kesayangannya akan berusia 17 tahun dan pastinya raksasa jahat akan mengambilnya.

Untuk itu, ia berpesan pada Timun Mas untuk lari dari raksasa tersebut dan memberinya sebuah benda ajaib dalam kantong. Benda tersebut adalah garam, cabai, dan biji-bijian mentimun.

Pada saat raksasa mengejarnya, Timun Mas melemparkan benda ajaib tersebut secara bergantian kepadanya . Hingga akhirnya, ia berhasil membunuh raksasa tersebut. Ia pun kembali ke pelukan ibu dan ayahnya.

Pastinya Bunda sudah sering mendengar kisah Timun Mas yang termasuk dalam kumpulan cerita rakyat nusantara di atas, ya? Kisah ini sangat menarik untuk diceritakan pada si kecil, bukan?

Hal tersebut dikarenakan Timun Mas memiliki beberapa pesan moral. Salah satu pesan moralnya adalah selalu meminta pertolongan kepada Tuhan. Janganlah meminta pertolongan kepada selain Tuhan, jikalau tidak ingin hidup dalam bahaya.

5. Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih
Di sebuah desa, tinggallah seorang anak bernama Bawang Putih bersama dengan ayahnya. Ibu Bawang Putih sudah meninggal sehingga sang ayah memutuskan untuk menikah kembali. Sayangnya, ibu tiri dan saudara tirinya yang bernama Bawang Merah selalu bersikap buruk kepada Bawang Putih.

Kejahatanya semakin menjadi-jadi ketika sang ayah meninggal dunia. Bawang putih diperlakukan layaknya seorang asisten rumah tangga.

Pada suatu pagi, Bawang Putih sedang mencuci baju di sungai. Dikarenakan aliran airnya terlalu deras, salah satu baju ibu tirinya pun hanyut.

Mengetahui hal tersebut, ibu tiri langsung memarahinya dan meminta Bawang Putih untuk menemukannya. Dengan berat hati, ia pun menulusuri sungai untuk menemukan baju ibunya. Ternyata baju tersebut ditemukan oleh seorang nenek.

Nenek tersebut akan memberikannya, tapi dengan syarat Bawang Putih harus menemaninya selama satu minggu. Dengan senang hati, Bawang Putih menemani nenek tersebut. Setiap hari ia membantunya merapikan dan merawat rumah.

Setelah satu minggu berlalu, nenek itu mengembalikan baju ibunya dan menawarkan hadiah kepada Bawang Putih atas bantuannya merawat rumah. Hadiah tersebut berupa labu siam besar dan kecil. Bawang putih memilih yang kecil karena tidak ingin menyusahkan si nenek.

Setelah kembali ke rumah dan mebuka labu tersebut, ternyata isinya adalah emas-emasan. Mengetahui hal itu, Bawang Merah memutuskan untuk kerumah nenek tersebut dan meminta labu siam yang besar secara paksa.

Ia berharap jika labunya lebih besar, maka isi perhiasannya pun semakin banyak. Namun, setelah labu tersebut dibuka yang muncul justru binatang buas.

Kisah Bawang Putih dan Bawang Merah yang merupakan salah satu dari kumpulan cerita rakyat nusantara ini sangat cocok diceritakan pada anak Anda. Pasalnya, kisah ini memiliki pesan moral yang mengajarkan pada anak untuk selalu bersikap baik.

Perbuatan yang jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal. Seperti halnya kelakuan Bawang Merah dan Ibu Tiri yang jahat kepada Bawang Putih. Pada akhirnya, mereka mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

6. Legenda Telaga Bidadari
Alkisah, ada seorang pemuda tampan bernama Awang Sukma yang tinggal di hutan. Ia adalah penguasa daerah hutan tersebut.

Pada suatu hari, Awang mendengar suara wanita dari telaga. Ternyata di telaga tersebut ada 7 orang bidadari cantik yang sedang mandi. Awang mengintip bidadari tersebut dari balik semak-semak dan mengambil salah satu dari selendangnya.

Ketika selesai mandi, para bidadari tersebut mengambil selendangnya dan kembali ke khayangan. Namun, si bungsu tidak bisa kembali karena selendangnya diambil oleh Awang Sukma. Ia pun ditinggalkan oleh keenam kakaknya.

Saat itu, Awang keluar dari persembunyiannya dan membujuk si bungsu untuk tinggal bersamanya. Karena takut sendirian, ia pun memutuskan tinggal bersama Awang.

Sesampainya di rumah, Awang menyembunyikan selendang milik putri bungsu di balik lumbung padi. Hal tersebut ia lakukan lantaran tidak ingin bidadarinya memutuskan untuk kembali ke khayangan.

Setelah lama tinggal bersama, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah dan dikaruniai satu orang anak. Kehidupan mereka sangatlah bahagia dan berkecukupan. Namun, kebahagiaan itu mulai surut ketika si putri bungsu menemukan selendangnya saat akan mengambil padi di lumbung.

Ia merasa sangat sedih dan kecewa atas kebohongan Awang selama ini. Dengan berat hati, ia memutuskan untuk kembali ke khayangan dan meninggalkan Awang serta anaknya. Namun, ia berjanji akan sering kembali ke bumi untuk menengok putri kesayanganya.

Awang pun menyesal atas perbuatannya selama ini. Ia kini tinggal berdua dengan anaknya dalam rasa penyeselan yang mendalam.

Oleh karena itu, hingga kini telaga yang ada di Kalimantan Selatan tersebut dinamai dengan Telaga Bidadari. Cerita rakyat di atas merupakan salah satu contoh dari kumpulan cerita rakyat nusantara dan legenda yang sarat akan pesan moral.

Salah satu pesan moral yang dapat dipetik adalah jangan mencuri demi mendapatkan sesuatu yang di inginkan. Hendaklah mengusahakannya denga cara halal. Seperti halnya Awang yang mencuri selendang putri bungsu, pada akhirnya pun ia mengalami penyesalan karena telah melakukannya.

7. Legenda Candi Prambanan
Dahulu kala, di desa Prambanan ada sebuah kerajaan yang dipimpin Prabu Baka. Ia memiliki seorang putri cantik bernama Roro Jongrang.

Suatu ketika, kerajaan Prambanan berperang dengan Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Pada peperangan itu Prabu Baka kalah dan tewas oleh serangan Bandung Bondowoso. Ia kemudian menguasai kerajaan Prambanan menggantikan Prabu Baka.

Melihat kecantikan Roro Jongrang, Bandung Bondowoso memutuskan untuk menikahinya. Namun, ia menolak dengan cara memberikan syarat yang tidak mungkin Bandung Bondowoso bisa lakukan. Syarat tersebut adalah membuat seribu candi dalam waktu satu malam.

Berkat bantuan balatentara roh-roh halus, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan 1000 candi hanya dalam waktu 1 malam. Merasa khawatir akan keberhasilannya membangun 1000 candi, Roro Jonggrang memutuskan untuk membangunkan gadis-gadis di Desa Prambanan untuk memukul alu pada lesung.

Suasana saat itu sangat riuh, ayam jantan pun berkokok bersautan. Mendengar suara itu, para roh halus segera meninggalkan pekerjaan karena khawatir jika matahari segera terbit. Padahal, pada saat itu hanya kurang 1 candi untuk melengkapi seribu candinya.

Bandung Bondowoso sangat terkejut dan marah menyadari usahanya yang telah gagal. Ia kemudian mengutuk Roro Jongrang menjadi sebuah arca.

Legenda terbentuknya Candi Prambananan merupakan salah satu dari kumpulan cerita rakyat nusantara dan legenda yang cocok untuk dikisahkan pada si kecil. Selain untuk mengenalkan sejarah kepadanya juga untuk mengajarkan beberapa pesan moral.

Salah satu pesan moralnya adalah jadilah seseorang yang tegas dan teguh dalam pendirian. Jangan seperti Roro Jongrang yang coba mengingkari janjinya. Ia telah berjanji mau dinikahi oleh Bandung Bondowoso setelah 1000 candi terbangun.

Namun, Roro Jonggrang justru berusaha menggagalkannya. Jika memang tidak ingin dinikahi, seharusnya ia mengatakannya sejak awal. Oleh karenanya, ia dikutuk menjadi sebuah batu arca yang hingga saat ini tersimpan di candi terbesar yang dibuat Bandung Bondowoso.

8. Legenda Gunung Bromo
Alkisah, pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda bernama Joko Seger yang jatuh hati kepada Roro Anteng. Mereka pun menjalin kasih dan memutuskan untuk segera menikah. Sayangnya, niat tersebut terrhambat oleh orang jahat nan sakti yang ingin merebut Roro Anteng.

Tetapi Roro tidak berani melakukan penolakan karena merasa khawatir jika terjadi hal buruk yang mungkin akan dilakukan orang jahat tersebut. Gadis cantik itu pun kemudian membuat sebuah persyaratan. Ia menyuruh orang sakti itu untuk membuat lautan di Bromo dalam waktu semalam.

Sayangnya, pria jahat itu menyanggupinya dan berusaha membuat sumur di Gunung Bromo menggunakan tempurung kelapa atau dalam bahasa Jawa disebut dengan batok.  Demi menggagalkan usahanya, Roro Anteng memukulkan alu padi untuk membangunkan para ayam agar mereka segera berkokok.

Untungnya, usaha tersebut berhasil dan pria jahat itu pun kalah karena ia belum berhasil membuat lautan.  Itulah alasan kenapa Gunung Bromo berbentuk tumpul.

Merasa marah dan mengamuk, ia melemparkan batok kelapa yang digunakan dan sekarang menjadi Gunung Batok. Setelah itu, Roro Anteng kembali ke pelukan Joko Seger. Mereka pun hidup bahagia selamanya.

Legenda Gunung Bromo merupakan salah satu dari kumpulan cerita rakyat nusantara yang bisa dikisahkan untuk anak Anda. Pasalnya, selain untuk memperkenalkan sejarah pada buah hati Anda, juga untuk mengajarkan nilai moral yang ada pada cerita itu.

Salah satu pesan moral yang bisa dipetik adalah janganlah memaksakan kehendak. Seperti halnya yang dilakukan oleh pria jahat dalam kisah di atas. Ia berusaha merebut Roro Anteng yang jelas-jelas sudah memiliki calon suami, Joko Seger.

Tetapi ia tetap ingin mempersunting Roro Anteng meskipun hal tersebut tidaklah mudah. Hal tersebut bisa Anda ajarkan untuk si kecil untuk tidak memaksakan kehendak atau keinginannya.

9. Legenda Kawah Sikidang Dieng
Pada zaman dahulu, berdiri sebuah kerajaan nan mewah dan indah. Salah satu putri di kerajaan tersebut bernama Shinta Dewi. Ia terkenal akan kecantikannya yang luar biasa bak bidadari, sehingga banyak pangeran yang ingin mempersuntingnya.

Salah satu pangeran yang ingin melamarnya adalah Kidang Garungan. Pangeran tersebut terkenal akan kekayaannya yang luar biasa, hampir semua kemewahan dimilikinya. Selain itu, ia juga terkenal memiliki kesaktian.

Mengetahui akan hal tersebut, Putri Shinta Dewi pun setuju menikah dengan Kidang Garungan. Meskipun sebelumnya Shinta belum pernah bertemu Kidang, ia tetap yakin atas keputusannya untuk menikah dengan pangeran kaya raya tersebut.

Pada saat prosesi pernikahan tersebut akan dilangsungkan, Shinta Dewi terkejut melihat wajah Pangeran Kidang. Walaupun berbadan sangat kuat dan tegar, ternyata wajahnya menyerupai kepala kijang jantan.

Dalam hati, Shinta Dewi ingin menggagalkan pernikahan tersebut tetapi merasa keputusannya itu akan mempengaruhi kejayaan kerajaanya. Oleh karena itu, Shinta membuat persyaratan yang kiranya sulit untuk dilakukan oleh pangeran Kidang. Permintaan itu adalah membuat sumur yang sangat dalam dan besar.

Namun, pangeran Kidang menyetujui hal tersebut. Dengan semangat yang menggebu, ia berusaha membuat sumur yang besar tersebut. Ditengah usahanya, Shinta Dewi memerintah para prajuritnya untuk menutup kembali lubang sumur itu dengan tanah.

Pangeran Kidang pun terkubur dalam tanah tersebut. Dengan kekuatannya yang luar biasa, ia berusaha keluar dari timbunan tanah tersebut hingga menimbulkan getaran dan permukaan tanah menjadi panas.

Tetapi, usahanya tersebut sia-sia, ia tidak sanggup lagi keluar dari timbunan tanah tersebut. Tanah yang bergetar dan menyebabkan permukaanya menjadi panas tersebut kemudian dinamakan dengan Kawah Sikidang.

Atas perbuatan jahat dari Shinta Dewi ke Pangeran Kidang, ia mendapatkan kutukan berambut gimbal dan berwajah buruk rupa. Kutukan berambut gimbal tersebut tidak hanya dialami oleh Shinta Dewi saja tetapi juga seluruh keturunannya.

Kisah legendaris dari Kawah Sikidang ini merupakan salah satu dari kumpulan cerita rakyat nusantara dan legenda yang cocok untuk anak Anda. Selain untuk memperkenalkan sejarah terjadinya suatu tempat pada buah hati, juga untuk mengajarkan nilai moral.

Pesan moral dari cerita di atas adalah janji harus ditepati. Sebab, mengingkari janji akan merugikan dan menyakiti perasaan orang lain. Untuk itu, kisah ini sangatlah cocok untuk dijadikan salah satu pembelajaran pada si kecil agar mereka selalu berusaha menepati janjinya.

10. Legenda Danau Maninjau
Alkisah, di sebuah perkampungan di Kaki Gunung Tinjau, Sumatra Barat, hiduplah dua orang yang saling mencintai. Kedua orang tersebut bernama Siti Rasani dan Giran. Mereka ingin segera menikah, namun salah satu kakak dari Siti yang bernama Kukuban tidak menyetujuinya.

Ia tidak menyetujuinya dikarenakan dendam dengan Giran yang pernah mengalahkannya pada saat pertandingan silat dan menyebabkan kakinya terluka. Siti sudah berulang kali membujuk kakaknya untuk memberikan restu padanya, namun kakaknya tetap bersikukuh menentang cinta mereka.

Pada suatu hari, Giran dan Siti sedang pergi ke hutan untuk mencari obat untuk kakaknya. Dalam perjalanan pulang, rok yang dikenakan Siti tersangkut kayu yang berduri hingga sobek. Salah satu warga yang melihat kejadian tersebut menuduh mereka berbuat hal memalukan dan melanggar etika adat.

Oleh karena itu,  Giran dan Siti digiring warga untuk diadili. Sidang adat memutuskan bahwa mereka bersalah dan sebagai hukumannya keduanya harus dibuang ke Kawah Gunung Tinjau agar tidak membawa malapetaka bagi penduduk.

Giran berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun tidak ada satu pun warga yang memercayainya. Di puncak Gunung Tinjau, sebelum mereka dibuang ke kawah, Giri berdoa kepada Allah. Dalam doa tersebut ia meminta Tuhan meletuskan gunung sebagai tanda bahwa mereka tidak bersalah.

Tidak lama setelah kedua pasangan tersebut dibuang, terjadilah letusan dahsyat di Gunung Tinjau. Hal itu menyebabkan gempa hebat dan menghancurkan seluruh pemukiman penduduk.

Bahkan, letusan tersebut menyebabkan kawahnya semakin membesar hingga menyerupai danau. Danau tersebut hingga kini disebut dengan nama Danau Maninjau.

Legenda Danau Maninjau yang termasuk dalam salah satu dari kumpulan cerita rakyat nusantara ini sarat akan nilai moral. Pesan moral yang dapat dipetik adalah tidak boleh menyimpan dendam dan berprasangka buruk terhadap seseorang.

Seperti yang Anda baca pada kisah di atas, Giran dan Siti dituduh melanggar etika adat. Padahal mereka sama sekali tidak melakukannya. Untuk itu, Tuhan memperingatkan perbuatan keji tersebut melalui letusan gunung.

Dari cerita tersebut, Bunda bisa mengajarkan pada anak-anak bahwa berprasangka buruk itu tidaklah baik. Untuk itu, Bunda tetap bacakanlah kisah ini pada anak-anak, ya! (wn/ab)
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah