![]() |
| Paket buku maulid Nabi, tawassul dan tabarruk. |
WAWASANews.com - Maulid Nabi Saw, shalawat, tabarruk, dan tawassul merupakan tema yang sangat dekat dengan kehidupan umat Islam, khususnya dalam tradisi keislaman masyarakat Nusantara. Namun, pada saat yang sama, tema-tema tersebut sering menjadi bahan perdebatan: apakah memperingati Maulid termasuk sunnah atau bid'ah, bagaimana kedudukan tabarruk, dan bagaimana memahami tawassul menurut perspektif syariat?
Paket Buku Maulid Nabi, Shalawat dan Tawassul ini hadir sebagai kumpulan bacaan yang dapat membantu pembaca melihat persoalan tersebut secara lebih luas melalui berbagai pembahasan dan argumentasi. Buku pertama, Dalil Syar'i Maulid Nabi, secara khusus mengantarkan pembaca pada pembahasan mengenai dasar-dasar yang digunakan dalam memperingati kelahiran Rasulullah Saw.
Kemudian ada Buku Maulid Nabi Saw: Antara Sunnah dan Bid'ah, yang membawa pembaca langsung ke jantung perdebatan mengenai status peringatan Maulid. Bagi pembaca yang selama ini hanya mengenal perdebatan Maulid dari ceramah singkat atau perbincangan di media sosial, dua buku ini dapat menjadi bahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu sisi pembahasan.
Baca: Kumpulan Buku Tafsir Al-Qur'an Tematik (22 Judul)
Selain Maulid, paket ini juga menghadirkan Halal Haram Tabarruk, yang membahas persoalan mengambil keberkahan (tabarruk) yang juga sering menjadi titik perbedaan pandangan di kalangan umat Islam. Sementara itu, Pro Kontra Tawassulan mengajak pembaca memasuki pembahasan tentang tawassul, sebuah praktik yang memiliki sejarah panjang dalam khazanah keislaman tetapi juga kerap menjadi bahan perdebatan. Silakan download paketnya dengan klik judul-judul di bawah ini:
- Dalil Syar'i Maulid Nabi
- Halal Haram Tabarruk
- Maulid Nabi SAW Antara Sunnah dan Bid'ah
- Pro Kontra Maulid Nabi: Mencari Titik Kesepahaman
- Pro Kontra Tawassulan
- Wajibkah Memperingati Maulid Nabi?
Koleksi ini juga memuat judul Pro Kontra Maulid Nabi: Mencari Titik Kesepahaman. Judul tersebut sangat relevan untuk kondisi masyarakat hari ini, ketika perbedaan pendapat mengenai Maulid maupun tawassul terkadang berkembang menjadi perdebatan yang tajam.
Membaca berbagai referensi dapat membantu kita memahami bahwa perbedaan dalam persoalan keagamaan perlu dihadapi dengan ilmu, adab, dan keluasan wawasan. Sementara buku Wajibkah Memperingati Maulid Nabi? dapat menjadi tambahan bahan bagi pembaca yang ingin mengkaji lebih jauh mengenai kedudukan peringatan Maulid dan berbagai argumentasi yang menyertainya.
Baca: Paket Buku Syariah dan Fiqih (440 Judul)
Enam buku dalam paket ini sangat cocok bagi santri, guru, pengurus majelis, penggiat dakwah, pecinta shalawat, pengkaji Aswaja, maupun masyarakat umum yang ingin memperkaya referensi keislamannya. (wn-ab)






