![]() |
| Terjemah Al-Fatwa Bainal Inlibath wat Tasayyub. |
WAWASANews.com - Al-Fatwa Bainal Indibath wat Tasayyub yang artinya Fatwa: Antara Ketelitian dan Kecerobohan, adalah karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi yang membahas bagaimana sebuah fatwa seharusnya dilahirkan, disampaikan, dan diikuti. Persoalan fatwa bukan perkara ringan. Jawaban seorang ulama atas sebuah pertanyaan agama dapat memengaruhi cara seseorang menjalankan ibadah, bermuamalah, bahkan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Al-Qardhawi mengajak pembaca melihat bahwa fatwa membutuhkan ketelitian, kedalaman ilmu, kehati-hatian, serta pemahaman yang baik terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Silakan download terjemahnya via link di bawah ini:
- Download Terjemah Al-Fatwa Bainal Indibath wat Tasayyub, atau
- Download Fatwa: Antara Ketelitian dan Kecerobohan
Dalam berfatwa, ada dua sudut. Satu sisi terdapat sikap indibath, yaitu ketelitian, kedisiplinan, dan kehati-hatian dalam menetapkan hukum. Di sisi lain terdapat tasayyub, yaitu sikap terlalu longgar dan tidak cukup berhati-hati dalam memberikan fatwa.
Al-Qardhawi menunjukkan bahwa seorang mufti tidak semestinya tergesa-gesa menjawab setiap persoalan hanya karena ingin segera memberikan kepastian hukum. Sebuah fatwa membutuhkan penguasaan terhadap Al-Qur’an, hadits, kaidah fikih, pendapat para ulama, serta pemahaman terhadap kenyataan yang melatarbelakangi persoalan tersebut.
Baca: Terjemah Tafsir Al-Qurthubi (20 Jilid)
Jadi menarik ketika Al-Qardhawi berbicara tentang etika seorang mufti dan fenomena fatwa pada zaman modern. Perkembangan teknologi komunikasi membuat masyarakat dapat memperoleh jawaban agama dengan sangat mudah. Pertanyaan dapat diajukan melalui media massa, buku, internet, maupun berbagai forum keagamaan.
Tapi, kemudahan memperoleh jawaban tidak selalu berarti mudahnya memperoleh jawaban yang tepat. Di sinilah buku ini menjadi relevan. Al-Qardhawi mengingatkan pentingnya kompetensi keilmuan, tanggung jawab, kejujuran, dan kehati-hatian bagi siapa pun yang berbicara atas nama agama.
Baca: Terjemah Syarah Bulughul Maram 7 Jilid
Fatwa tidak seharusnya dijadikan sarana mencari popularitas, mengikuti tekanan tertentu, atau memberikan jawaban tanpa memahami persoalan secara utuh. Karena itu, masyarakat tidak semestinya mudah mencela atau menyalahkan pihak lain hanya karena mengikuti pendapat yang berbeda.
Karena itu, Terjemah Al-Fatwa Bainal Indibath wat Tasayyub atau Fatwa Antara Ketelitian dan Kecerobohan sangat layak dijadikan bahan bacaan bagi santri, ustadz, dai, guru, mahasiswa, penulis, maupun masyarakat umum yang ingin memahami seluk-beluk fatwa secara lebih mendalam. (wn-ab)






