![]() |
| Terjemah Al-Lamadzhabiyah Al-Kautsari. |
WAWASANews.com - Al-Lamadzahabiyyah Qintharatul Ladiniyyah artinya Tidak Bermadzhab: Jembatan Menuju Tidak Beragama. Kitab ini merupakan karya Syaikh Muhammad Zahid Al-Kautsari yang membahas fenomena anti-madzhab dalam tradisi keilmuan Islam.
Dari judulnya saja sudah terlihat bahwa penulis ingin memberikan peringatan mengenai cara pandang yang menganggap bermadzhab sebagai sesuatu yang tidak diperlukan. Pasalnya, dalam pandangan ulama fikih, madzhab bukanlah agama baru, tetapi metode keilmuan yang membantu umat memahami Al-Qur’an, hadits, ijma, qiyas, serta berbagai persoalan hukum yang tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan membaca teks secara langsung. Langsung download di sini:
Pembahasan kitab ini tidak berhenti pada perdebatan apakah seseorang wajib mengikuti madzhab atau tidak. Penulis menguraikan beberapa persoalan mendasar seperti beragama dengan madzhab politik, variasi madzhab atau pemikiran dalam ilmu pengetahuan, proses terbentuknya madzhab, serta pembahasan mengenai bagaimana seseorang beragama dengan semboyan tanpa madzhab.
Intinya, para imam madzhab tidak membangun pendapat agama secara serampangan, tetapi melalui penguasaan ilmu yang sangat luas dan disiplin yang ketat. Pembahasan penulis di buku ini sangat kritis dan argumentatif.
Baca: Terjemah Syarah Bukhari Al-Utsaimin (10 Jilid)
Zahid Al-Kautsari memang dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap warisan keilmuan Ahlus Sunnah, khususnya tradisi fikih dan kalam. Karena itu, persoalan taqlid, ittiba, madzhab, serta sikap terhadap pendapat ulama terdahulu dibahas dengan sudut pandang yang tegas.
Mengapa? Karena menurut pendekatan yang digunakan penulis, meninggalkan madzhab tanpa memiliki perangkat ilmu yang memadai dapat menimbulkan persoalan baru dalam memahami nash. Sebab, kemampuan membaca Al-Qur’an dan hadits secara bahasa belum otomatis menjadikan seseorang mampu melakukan istinbath hukum secara mandiri.
Baca: Terjemah Tafsir Ibnu Katsir: Tahdzib wa Tartib (6 Jilid)
Bagi santri, ustadz, mahasiswa, maupun pembaca yang sedang mendalami sejarah pemikiran Islam, buku ini dapat menjadi bahan untuk memahami salah satu perdebatan penting mengenai hubungan antara madzhab dan keberagamaan. Mari download segera dan baca karya Zahid Al-Kautsari ini. (wn-ab)






