![]() |
| Cover Terjemah Is'adul Bariyah fi Ahkamil Udlhiyah. |
WAWASANews.com - Kitab Is’adul Bariyah fi Ahkamil Udlhiyah (إِسْعَادُ الْبَرِيَّةِ فِي أَحْكَامِ الْأُضْحِيَّةِ) yang berarti Membahagiakan Makhluk melalui Penjelasan Hukum-Hukum Kurban merupakan karya Dr. Hisam Al-Kamil Hamid Musa As-Syafi'i Al-Azhari. Dalam edisi terjemahan ini, judulnya persis seperti terjemah leksikal Arabnya.
Kitab ini membahas berbagai persoalan fiqih seputar ibadah kurban secara terperinci, mulai dari ketentuan dasar hingga persoalan praktis yang kerap dijumpai masyarakat menjelang Idul Adha. Dengan ketebalan 131 halaman PDF, buku ini dapat menjadi bahan bacaan bagi santri, mahasiswa, ustadz, pengurus masjid, panitia kurban, serta masyarakat umum. Silakan download via link di bawah ini:
Secara garis besar, pembahasan kitab ini dibagi menjadi tiga bab. Bab pertama menguraikan ketentuan-ketentuan kurban secara komprehensif. Pembahasannya meliputi pengertian dan hukum kurban, waktu pelaksanaannya, dalil-dalil syariat, hikmah dan keutamaan kurban, serta pihak yang disyariatkan untuk berkurban.
Selain itu, dijelaskan pula persyaratan orang yang berkurban, jenis dan usia hewan yang memenuhi ketentuan, sifat hewan yang sempurna, hingga keadaan hewan yang makruh atau tidak sah dijadikan kurban. Bab pertama juga membahas berbagai persoalan praktis yang berkaitan dengan hewan kurban. Di antaranya tata cara membeli dan menyembelih hewan, ketentuan mengenai orang yang menyembelih, pembagian dan penyimpanan daging, pemberian daging sebagai hadiah, serta pembagian hewan kurban untuk beberapa orang.
Baca: Terjemah Tafsir Ath-Thabari (26 Jilid)
Kitab ini pun turut mengulas hukum menjual daging atau kulit kurban, memanfaatkan susu hewan kurban, berkurban dengan harta anak yatim, mewakilkan penyembelihan, menggabungkan kurban dengan hadyu, serta melaksanakan kurban atas nama orang yang telah meninggal dunia.
Pada bab kedua memuat fatwa-fatwa mengenai kurban, sehingga pembaca dapat menjumpai pembahasan yang berhubungan dengan persoalan-persoalan hukum yang muncul dalam praktik. Sementara itu, bab ketiga membahas kisah kurban dan takbir Idul Adha. Selain itu, keberadaan pembahasan mengenai hal-hal yang diperbolehkan, dimakruhkan, atau tidak sah membantu pembaca membedakan berbagai ketentuan yang sekilas tampak serupa.
Baca: Terjemah Musnad Imam Ahmad (22 Jilid)
Walhasil, Is’adul Bariyah fi Ahkamil Udlhiyah merupakan bacaan yang relevan bagi siapa saja yang ingin memperdalam fiqih kurban secara sistematis. Pembahasannya dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar mandiri, rujukan pengajian menjelang Idul Adha maupun pegangan panitia dalam memahami berbagai persoalan penyembelihan dan pembagian daging kurban. Mari download terjemah kitab ini. (wn-ab)






