Iklan

Download Terjemah Kitab Hadits Shahih Al-Muwaththa'

WAWASANews.com
Rabu, 16 September 2026 | 18.45 WIB Last Updated 2026-09-16T11:45:29Z
Paket Ebook 32 GB

terjemah kitab hadits shahih al-muwattha' dan musnad syafii
Terjemah Kitab Shahih Al-Muwattha'.

WAWASANews.com - Al-Muwaththa’ karya Imam Malik adalah salah satu karya hadits paling tua dan paling berpengaruh yang masih menjadi rujukan umat Islam hingga sekarang. Disusun oleh Imam Malik bin Anas (w. 179 H), kitab ini bukan sekadar kumpulan sabda Nabi Saw, tetapi juga mempertemukan hadits Nabi, atsar para sahabat, dan pendapat para tabi'in dengan susunan bab yang sangat dekat dengan pembahasan fikih. 

Inilah salah satu keistimewaannya. Ketika membaca Al-Muwaththa’, kita tidak hanya menemukan “apa yang dikatakan Nabi”, tetapi juga dapat melihat bagaimana generasi awal umat Islam memahami dan mempraktikkan sunnah. Imam Malik dikenal sangat selektif dalam meriwayatkan hadits, dan Al-Muwaththa’ bahkan telah mendapatkan pujian luar biasa dari para ulama jauh sebelum lahirnya Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Jika ingin download, silakan klik link di bawah ini: 

Berapa isinya? Jumlah Al-Muwaththa’ memang berbeda-beda menurut jalur periwayatan dan edisi, karena Imam Malik berkali-kali menyunting dan menyempurnakan kitabnya. Dalam riwayat Yahya bin Yahya Al-Laitsi yang sangat terkenal, penomoran modern mencapai sekitar 1.832 riwayat, sementara perhitungan ulama terhadap keseluruhan hadits, atsar, dan fatwa yang terdapat dalam salah satu versi Al-Muwaththa’ sering disebut sekitar 1.720 riwayat. 

Perbedaan ini tidak perlu membingungkan pembaca, sebab Al-Muwaththa’ memang mempunyai sejumlah riwayat dari berbagai kategori: hadits marfu’, mauquf dari sahabat, maqthu’ dari tabi'in, serta sebagian hadits mursal dan munqathi’. Al-Muwaththa’ bukan kitab yang sejak awal dimaksudkan sebagai kumpulan hadits sahih saja sebagaimana konsep Shahih Bukhari. Ia merupakan karya yang lebih luas, yang menggabungkan hadits dan warisan pemahaman generasi awal dalam kerangka pembahasan fikih.

Baca: Terjemah Musnad Imam Syafii (2 Jilid)

Lantas, mengapa Al-Muwaththa’ kadang disebut atau dipromosikan sebagai Shahih Al-Muwaththa’? Sebutan tersebut mempunyai latar belakang historis. Pada masa sebelum Shahih Bukhari dan Shahih Muslim muncul, Al-Muwaththa’ memperoleh reputasi yang sangat tinggi karena ketelitian Imam Malik dalam memilih riwayat. 

Imam Syafi'i bahkan dikenal pernah mengatakan bahwa setelah Kitabullah, beliau tidak mengetahui kitab yang lebih sahih daripada kitab Imam Malik, sebuah pujian yang diberikan sebelum munculnya Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Karena reputasi tersebut, Al-Muwaththa’ kemudian sering disebut sebagai salah satu kitab hadits paling sahih pada masanya.

Namun, istilah Shahih Al-Muwaththa’ jangan dipahami bahwa seluruh isi kitab secara teknis hanya berisi hadits marfu’ yang memenuhi kriteria shahih. Para ulama menjelaskan bahwa di dalamnya memang terdapat mursal, munqathi', mauquf, dan maqthu’. Jadi, Shahih Al-Muwaththa’ lebih merupakan sebutan yang menggambarkan tingginya kedudukan dan reputasi autentisitas kitab, bukan nama asli kitab atau klaim bahwa seluruh isinya identik dengan metode Shahih Bukhari. 

Baca: Terjemah Riyadus Sholihin (2 Jilid)

Kalau dibandingkan dengan Shahih Bukhari, perbedaannya justru semakin memperlihatkan keunikan Al-Muwaththa’. Shahih Bukhari disusun sekitar satu setengah abad setelah Al-Muwaththa’ dan mempunyai tujuan yang jauh lebih khusus: menghimpun hadits-hadits yang memenuhi standar kesahihan sangat ketat menurut metode Imam Bukhari. 

Para ulama menjelaskan bahwa kitab-kitab Shahih berbeda dari kitab-kitab seperti Al-Muwaththa’ dan kitab Sunan dalam tujuan serta metode penyusunannya. Al-Muwaththa’ terasa lebih seperti pertemuan antara hadits, atsar, dan fikih generasi awal. Karena itulah, keduanya tidak tepat dipertentangkan secara sederhana. 

Baca: Terjemah Shahih Fadha'ilil A'mal (2 Jilid)

Shahih Bukhari sangat menonjol dalam seleksi hadits sahih dan keketatan sanad, sedangkan Al-Muwaththa’ memberikan jendela yang sangat berharga untuk melihat sunnah sekaligus praktik keagamaan masyarakat Madinah pada masa Imam Malik. Bahkan daftar bab Al-Muwaththa’ menunjukkan perhatian besar terhadap persoalan ibadah dan kehidupan sehari-hari, dari shalat, thaharah, zakat, puasa, haji, hingga muamalah dan adab. 

Karena itu, Terjemah Shahih Al-Muwaththa’ sangat layak dimiliki oleh siapa saja yang ingin memperluas perpustakaan haditsnya. BBagi santri dan guru, Al-Muwaththa’ menawarkan bahan kajian yang jauh lebih kaya daripada sekadar kumpulan hadits karena di dalamnya terdapat hadits Nabi Saw sekaligus atsar sahabat dan pandangan tabi'in. sangat sayang untuk dilewatkan. (wn-ab)

Kitab Kuning Makna Pesantren dan Pegon
Paket 498 Buku dan Jurnal
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Download Terjemah Kitab Hadits Shahih Al-Muwaththa'

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF