![]() |
| Terjemah Shahih Tarikh Bukhari 4 Jilid. |
WAWASANews.com - Terjemah Shahih Tarikh Ath-Thabari (4 Jilid) merupakan karya yang membaca sejarah Islam melalui sumber klasik dan ingin mendapatkan perhatian lebih terhadap kualitas riwayat yang digunakan. Kitab asalnya bersumber dari Tarikh Al-Umam wal Muluk karya Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, salah satu karya sejarah Islam paling penting yang merekam perjalanan manusia dan umat sejak masa awal hingga periode pemerintahan Islam.
Edisi ini merupakan hasil tahqiq, takhrij, dan ta’liq Muhammad bin Thahir Al-Barzanji. Jadi, pembaca tidak sekadar berhadapan dengan sejarah yang diceritakan ulang, tetapi dengan riwayat-riwayat sejarah Ath-Thabari yang telah diteliti kembali. Jika langsung ingin mendownloadnya, silakan klik link di bawah ini:
- Download Terjemah Shahih Tarikh Ath-Thabari (4 Jilid)
- Terjemah Shahih Tarikh Bukhari (dalam Paket Shahih Hadits)
Ciri khas paling penting kitab ini terletak pada kata Shahih yang menjadi judulnya. Al-Barzanji memang melakukan penelitian terhadap riwayat-riwayat yang terdapat dalam Tarikh Ath-Thabari, kemudian memisahkan riwayat yang menurut hasil penelitiannya dapat diterima dari riwayat yang dinilai lemah atau tidak memiliki sanad.
Pembaca diarahkan kepada bagian sejarah yang telah melalui proses takhrij dan penelitian sanad. Dalam karya yang lebih lengkap, Al-Barzanji bahkan menyusun secara terpisah Shahih Tarikh Ath-Thabari dan Dhaif Tarikh Ath-Thabari. Pembahasannya tidak hanya berkutat pada masa Nabi Saw, tetapi juga membawa pembaca kepada kisah para nabi, sejarah sebelum pengutusan Nabi Saw, sirah Nabawiyah, masa Khulafaur Rasyidin, kemudian perkembangan pemerintahan Bani Umayyah hingga Bani Abbasiyah.
Baca: Terjemah Shahih Targhib wat Tarhib Albani (6 Jilid)
Hal yang membuat kitab ini semakin berharga adalah karakter Tarikh Ath-Thabari sendiri sebagai karya sejarah yang banyak mengutip sumber dan jalur periwayatan terdahulu. Ath-Thabari tidak selalu tampil sebagai orang yang menyatakan bahwa seluruh berita yang ia cantumkan pasti benar; ia sering menyampaikan riwayat beserta sanadnya sehingga pembaca dapat melihat jalur transmisinya.
Oleh sebab itulah, pekerjaan Al-Barzanji menjadi penting dalam edisi Shahih Tarikh Ath-Thabari: riwayat-riwayat tersebut diteliti, ditakhrij, kemudian dipilih berdasarkan kaidah yang digunakan dalam penelitiannya. Dengan pendekatan semacam ini, pembaca mendapatkan sejarah sekaligus bahan untuk melihat bagaimana kritik sanad diterapkan terhadap riwayat sejarah.
Terjemah Shahih Tarikh Ath-Thabari (4 Jilid) sangat menarik untuk didownload. Keistimewaannya bukan hanya karena nama besar Imam Ath-Thabari dan keluasan materi sejarahnya, tetapi juga karena adanya usaha tahqiq, takhrij, dan ta’liq Muhammad bin Thahir Al-Barzanji terhadap riwayat-riwayat yang menjadi bahan sejarah tersebut. (wn-ab)






