![]() |
| Perbedaan Ibnul Jauzi dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. |
WAWASANews.com - Antara Ibnul Jauzi dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah kadang tertukar namanya. Nama mereka sering tertukar karena sama-sama menggunakan nisbah "Al-Jauzi/Al-Jauziyyah". Keduanya adalah tokoh yang berbeda, bahkan terpaut sekitar 181 tahun.
1. Ibnu al-Jauzi — ابن الجوزي
Nama lengkapnya Abu al-Faraj Jamaluddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Al-Baghdadi al-Hanbali. Ia lahir di Baghdad sekitar 510 H/1.116 M dan wafat di Baghdad pada 597 H/1201 M. Ia adalah ulama besar madzhab Hanbali yang dikenal sebagai ahli hadits, fiqih, tafsir, sejarah, dan terutama seorang penceramah (wa'izh) yang sangat terkenal.
Ibnu al-Jauzi memiliki produktivitas ilmiah yang sangat besar. Di antara karya terkenalnya adalah Zadul Masir fi Ilmit Tafsīr, Talbisu Iblis, Al-Muntazham fi Tarikhil Muluk wa al-Umam, dan Al-Mawḍlu'at. Ia juga dikenal menguasai berbagai bidang ilmu dan disebut memiliki ratusan karya.
Jadi, kalau Anda menemukan kitab Talbis Iblis (تلبيس إبليس) atau Zadul Masir (زاد المسير), penulisnya adalah Ibnu al-Jauzi yang wafat 597 H, bukan Ibnu Qayyim.
2. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah — ابن قيم الجوزية
Nama lengkapnya Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub Az-Zur'i ad-Dimasyqi Al-Hanbali. Ia lahir pada 691 H/1292 M dan wafat di Damaskus pada 751 H/1.350 M.
Ia dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (ابن قيم الجوزية) karena ayahnya, Abu Bakr bin Ayyub, merupakan qayyim/pengelola Madrasah Al-Jauziyyah di Damaskus. Jadi, nisbah al-Jauziyyah pada dirinya bukan berarti ia adalah keturunan Ibnu al-Jauzi.
Ibnu Qayyim merupakan murid terkemuka Ibnu Taimiyah dan sangat dekat dengannya. Ia belajar berbagai cabang ilmu seperti fiqih, hadits, tafsir dan usul fiqih, kemudian menghasilkan banyak karya terkenal, antara lain Zadul Ma'ad, Madarijus Salikin, I'lamul Muwaqqi'in, Ad-Da' wad Dawa' (Al-Jawab al-Kafi), dan Miftah Daris Sa'adah.
Bahkan, Ibnu Qayyim lahir hampir satu abad setelah Ibnu al-Jauzi wafat. Kesamaan nama inilah yang menyebabkan kitab-kitab keduanya kadang salah dinisbatkan satu sama lain.
Kalau Anda sedang mengumpulkan kitab-kitab karya ulama, patokan praktisnya: "Ibnul Jauzi" = Abdurrahman bin Ali (w. 597 H), sedangkan "Ibnu Qayyim" = Muhammad bin Abi Bakr (w. 751 H). Semoga bermanfaat. (wn-ab)






