![]() |
| Biografi singkat Syaikh Abdullah Sirajuddin Al-Husaini. |
WAWASANews.com - Syaikh Abdullah Sirajuddin Al-Husaini Al-Hasani adalah ulama Ahlussunnah wal Jama'ah asal Aleppo, Suriah, yang dikenal sebagai ahli hadits, ahli tafsir, ahli fiqih, dan pendidik. Nama lengkapnya Syaikh Abdullah bin Muhammad Najib bin Muhammad Sirajuddin Al-Husaini.
Secara nasab masih terhitung keturunan Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra, dari pihak ayah. Syaikh Abdullah Sirajuddin lahir dalam sebuah keluarga yang shaleh dan terhormat, di masa ambang keruntuhan Ottoman Kesultanan pada tahun 1923 M. Terdapat perbedaan penyebutan tahun kelahirannya dalam sejumlah sumber biografi, yakni 1923 dan 1924 M. Beliau wafat di Aleppo pada 4 Maret 2002 M, bertepatan dengan 20 Dzulhijjah 1422 H.
Selama masa kecilnya, Syaikh Abdullah Sirajuddin dikelilingi oleh rasa cinta dan perhatian dari ayahnya, Muhammad Najib Sirajuddin, yang merupakan ulama hadits dan pembimbing spiritual yang disegani di Aleppo. Pendidikan awalnya memang banyak dibimbing langsung oleh sang ayah. Diketahui juga bahwa beliau sangat giat dalam membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Beliau sangat mencintai ayahnya, dan setelah ayahnya meninggal dunia, beliau selalu memulai tulisannya dengan penghormatan terhadap ayahnya.
Baca: Biografi Singkat Dr. Aidh Al-Qarni dan Karya-Karyanya
Beliau kemudian menempuh pendidikan di Madrasah Al-Khasrawiyah, salah satu lembaga pendidikan agama di Aleppo. Di samping itu, beliau juga belajar kepada sejumlah ulama, di antaranya Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabbakh, seorang ahli hadits dan sejarawan Aleppo.
Kemampuannya dalam ilmu hadits membuat beliau dikenal sebagai seorang hafidz hadits. Beliau juga aktif mengajar di berbagai lembaga pendidikan dan masjid di Aleppo. Di antara tempat beliau mengajar ialah Madrasah Asy-Sya'baniyah, Masjid Umawi, dan Masjid Banqusa. Pengajaran beliau dikenal menekankan penyampaian ilmu secara langsung, dengan penguasaan materi yang kuat.
Salah satu peran pentingnya dalam pendidikan adalah keterlibatannya dalam Madrasah Asy-Sya'baniyah, yang menjadi tempat belajar banyak penuntut ilmu dari Aleppo dan wilayah sekitarnya. Melalui kegiatan mengajar, ceramah, dan penulisan kitab, beliau turut menjaga tradisi keilmuan Islam di Suriah. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, terutama hadits, tafsir, akidah, ibadah, dan tasawuf. Jumlah karya yang disebut dalam sumber biografi berbeda-beda, tetapi sejumlah sumber mencatat lebih dari dua puluh karya yang telah dicetak. Di antara karya-karya Syaikh Abdullah Sirajuddin yang dikenal luas ialah:
- Sayyiduna Muhammad Rasulullah (سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله), yang membahas pribadi dan keistimewaan Rasulullah Saw;
- Syarah Al-Manzhumah Al-Baiquniyyah (شرح المنظومة البيقونية), yang mengulas ilmu musthalah hadits;
- Al-Iman bi 'Awalim Al-Akhirah wa Mawaqifiha (الإيمان بعوالم الآخرة ومواقفها), tentang keimanan terhadap alam akhirat dan peristiwa-peristiwanya;
- Ad-Du'a (الدعاء), tentang doa;
- Ash-Shalat fi Al-Islam (الصلاة في الإسلام), tentang shalat dalam Islam;
- As-Shiyam: Adabuhu Mathalibuhu Fawaiduhu Fadha'iluhu (الصيام أدبه مطالبه فوائده فضائله)
Serta sejumlah karya lain mengenai keutamaan membaca Al-Qur'an dan tafsir surat-surat tertentu.
Melihat Nabi Muhamammad Bukan di Mimpi
Syaikh Abdullah Sirajuddin juga dikenal dengan pengalamannya melihat Nabi Muhammad Saw selama tertidur maupun terjaga. Pada suatu kali Syaikh Abdullah Sirajuddin melihat Nabi Muhammad Saw memerintahkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra untuk menaikkan jubahnya kepada Syaikh, dan pada satu waktu yang lain Nabi Muhammad Saw sendiri yang menaikkannya dengan tangannya yang mulia, dan suatu kali Nabi Muhammad Saw mengatakan kepada Syaikh, Engkau merupakan umat kami yang berdedikasi.
Setelah itu Syaikh mengatakan, Nabi Muhammad Saw senang memiliki saya sebagai umatnya. Dan beberapa dari kalangan Ulama, bahkan ada yang mengatakan bahwa ketika Syaikh memulai menuliskan bukunya mengenai Nabi Muhammad Saw (Sayyiduna Muhammad Rasulullah Saw: Syamail Al-Hamidah Khishal Al-Majidah), seperti seakan-akan Nabi Muhammad Saw sedang berdiri di hadapan Syaikh dan beliau mendeskripsikan sifat mulia dan keindahan fisik dari Nabi Muhammad Saw.
Baca: Biografi Singkat Syaikh Imran N. Hosain (Ulama' Trinidad-Tobago Ahli Eskatologi Islam)
Ada seorang di Saudi Arabia yang mengatakan kepada Syaikh Abdullah Sirajuddin bahwa seorang temannya bertanya-tanya mengenai bagaimana cara untuk belajar lebih banyak mengenai Nabi Muhammad Saw. Kemudian, pada suatu malam, ia melihat Nabi Muhammad Saw dalam mimpinya, dan ia bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, Ya Rasulullah, bagaimana cara hamba untuk dapat belajar lebih banyak mengenai diri Engkau?
Maka Nabi Muhammad Saw menjawab, Apabila engkau ingin mengetahui lebih banyak mengenai diriku, maka bacalah buku mengenai Sayyiduna Muhammad Rasulullah yang ditulis oleh Syaikh Abdullah Sirajuddin. Buku ini dilarang di Saudi Arabia, sehingga ia bertanya kepada Nabi Muhammad Saw tercinta, di mana ia dapat menemukannya, karena ia belum pernah mendengarnya.
Di dalam mimpinya tersebut, ia mendengar Nabi Muhammad Saw berkata, Pergilah ke Aleppo (Halab), dan engkau akan menemukannya. Pria ini belum pernah mengenal siapa sebenarnya Syaikh Abdullah Sirajuddin, atau apapun mengenai buku yang ditulis beliau. Ia pergi ke Halab dan menemukan toko tersebut, kemudian ia membacanya dan buku tersebut mengubah hidupnya. (wn-ab)






