![]() |
| Biografi singkat Ziauddin Sardar, intelektual muslim Inggris berdarah Pakistan. |
WAWASANews.com - Ziauddin Sardar adalah seorang intelektual, penulis, kritikus budaya, dan pemikir muslim kontemporer asal Inggris keturunan Pakistan. Ia lahir pada 31 Oktober 1951 di Batrawali, sebuah desa kecil di Pakistan, kemudian pindah ke Inggris pada usia muda.
Namanya dikenal luas melalui kontribusinya dalam pemikiran Islam, studi masa depan (futures studies), kajian kebudayaan, dan sains. Latar belakang kehidupan yang mempertemukan tradisi Islam dengan lingkungan intelektual Barat kemudian menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan pemikirannya.
Dalam bidang pendidikan, Ziauddin Sardar menempuh studi di City University, London. Pada awalnya ia belajar teknik, kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dalam bidang Information Science dan Futures Studies. Dari sinilah minatnya untuk mempertemukan sains, kebudayaan, dan agama semakin berkembang.
Baca: Kumpulan Terjemah Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan dan penulis. Ia kemudian bekerja di berbagai institusi penelitian dan lembaga akademik, pernah menjadi penasihat pemerintah Inggris dalam persoalan keislaman dan kebudayaan, serta menjadi profesor tamu di sejumlah universitas internasional.
Sebagai pemikir, Sardar dikenal kritis terhadap modernitas Barat sekaligus berusaha menawarkan pemikiran Islam yang kontekstual dan progresif. Ia mengkritik fundamentalisme Islam maupun sekularisme Barat yang ekstrem, sembari berusaha mencari titik temu antara tradisi Islam dan berbagai tantangan kehidupan kontemporer.
Baca: Kumpulan Terjemah Karya Imam Al-Ghazali
Tema yang banyak muncul dalam pemikirannya meliputi hubungan Islam dan modernitas, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, multikulturalisme dan identitas, serta studi masa depan. Ia juga menekankan pentingnya ijtihad atau penalaran independen agar umat Islam mampu menghadapi perubahan zaman dengan sikap terbuka, kritis, dan kreatif.
Produktivitas Sardar sebagai penulis sangat besar. Ia telah menulis dan mengedit lebih dari 50 buku. Beberapa karya pentingnya antara lain (yang ada linknya bisa didownload):
- Islam, Postmodernism and Other Futures,
- Reading the Qur’an: The Contemporary Relevance of the Sacred Text of Islam,
- Desperately Seeking Paradise: Journeys of a Sceptical Muslim,
- Mecca: The Sacred City, dan What Do Muslims Believe?
- Information and The Muslim World
- The Future of Muslim Civilisation
Selain menulis buku, ia juga merupakan salah satu pendiri sekaligus editor Critical Muslim, sebuah jurnal yang memuat tulisan-tulisan kritis, reflektif, dan analitis dari perspektif muslim kontemporer.
Walhasil, Ziauddin Sardar merupakan salah satu intelektual muslim yang berusaha menghadirkan pemikiran Islam dalam percakapan intelektual modern dan wacana global. Pemikirannya memiliki relevansi dengan persoalan pluralisme, globalisasi, krisis identitas, perkembangan ilmu pengetahuan, serta masa depan masyarakat muslim.
Ia berusaha menyampaikan gagasan Islam melalui pendekatan yang dialogis dan terbuka, sehingga pemikirannya dapat menjangkau pembaca muslim maupun non-muslim. Ia juga menekankan Islam sebagai kekuatan etis yang dapat memberikan inspirasi bagi keadilan sosial, toleransi, dan kemajuan. Saat biografi ini ditulis, usianya 79 tahun. (wn-ab)






