![]() |
| Cover Terjemah Kitab Sittina Masalah. |
WAWASANews.com - Kitab Sittina Mas’alah (ستين مسألة), yang berarti Enam Puluh Masalah, merupakan kitab ringkas dalam bidang fiqih mazhab Syafi’i yang menghimpun enam puluh persoalan mendasar dalam agama Islam. Karya ini disusun oleh Imam Ahmad Ar-Ramli, seorang ulama yang dikenal karena kesalihan dan ketekunannya dalam beribadah.
Sejak bagian mukadimah, penyusun menegaskan bahwa kitab ini memuat penjelasan mengenai kewajiban agama yang perlu diketahui dan diamalkan menurut mazhab Imam Asy-Syafi'i. Susunannya dibuat ringkas agar persoalan-persoalan pokok dapat dipelajari secara terarah. Karena itu, Al-Sittin Mas’alah dapat dipahami sebagai bekal dasar bagi umat Islam. Silakan download via link di bawah ini:
Pokok pembahasan kitab ini mencakup dasar-dasar keimanan kepada Allah dan prinsip-prinsip Islam, kemudian berlanjut pada ketentuan bersuci. Di dalamnya dibahas istinjak, wudhu beserta rukun, kesunahan, dan perkara yang membatalkannya, serta mandi wajib berikut ketentuannya. Penyusun juga menerangkan perkara-perkara yang dilarang ketika seseorang berhadats, junub, atau sedang haid. Pembahasan tayamum meliputi sebab yang membolehkannya, syarat, rukun, kesunahan, dan hal-hal yang membatalkannya.
Pada bagian ibadah lainnya, Sittina Mas’alah menguraikan ketentuan shalat, mulai dari syarat wajib, syarat sah, rukun, kesunahan, hingga perkara yang membatalkan shalat. Terdapat pula penjelasan mengenai beberapa tata cara shalat bagi perempuan yang berbeda dari laki-laki. Setelah itu, pembahasan mencakup shalat jenazah, zakat, puasa, dan haji.
Baca: Terjemah Fiqih Sirah Ramadhan Al-Buthy
Kitab ini kemudian memperoleh sejumlah syarah dari ulama mazhab Syafi’i, antara lain Syarah ala Al-Sittin Mas’alah karya Imam Muhammad Al-Khatib Asy-Syirbini. Syarah karya Ar-Ramli juga diberi penjelasan tambahan melalui beberapa hasyiah, termasuk karya Ahmad Al-Mihi Asy-Syibini dan Abdul Karim Karimuddin Al-Mathari Ad-Dimyathi.
Tradisi penjelasan terhadap Sittina Mas’alah juga berkembang di Nusantara. Syaikh Mustafa bin Usman Al-Jawi Al-Qaruti, ulama dari Garut, menyusun kandungan matan tersebut dalam bentuk nazam dengan judul Al-Fath Al-Mubin. Karya ini selanjutnya dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi melalui kitab Al-‘Aqd As-Samin Syarh ‘ala Manzhumat Sittin Mas’alah Al-Musamma bi Al-Fath Al-Mubin.
Baca: Terjemah Fiqhud Dalil Aidh Al-Qarni
Rangkaian karya tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah matan ringkas terus dipelajari dan dikembangkan melalui syarah serta hasyiah lintas generasi. Bagi santri, pelajar fiqih, dan masyarakat yang ingin memahami dasar-dasar ibadah menurut mazhab Syafi’i, mengenal Sittina Mas’alah beserta karya-karya penjelasnya dapat menjadi langkah awal yang bermanfaat dalam memperdalam ilmu agama. Yuk download! (wn-ab)






