![]() |
| Terjemah Maqashidur Ri'ayah Li-Huquqillah (Belajar Ikhlas). |
WAWASANews.com - Maqashidur Ri'ayah Li-Huquqillah (مَقَاصِدُ الرِّعَايَةِ لِحُقُوقِ اللَّهِ) merupakan karya Al-Harits Al-Muhasibi (w. 243 H/857 M), seorang ulama klasik yang dikenal melalui pemikirannya tentang pendidikan jiwa, pengawasan diri, dan pembinaan akhlak.
Dalam edisi terjemahan Indonesia, buku ini diberi judul Belajar Ikhlas: 91 Kiat Menemukan Nikmat Taat, diterbitkan oleh Penerbit Zaman. Buku setebal 254 halaman dalam format PDF ini menyajikan pembahasan tentang cara menjaga hak-hak Allah Swt melalui ketakwaan, pelurusan niat, keikhlasan, serta upaya menghindari penyakit hati yang dapat merusak amal ibadah. Silakan download via link di bawah ini:
Secara umum, buku ini membahas bagaimana seorang muslim dapat menjalankan kewajiban agama dengan kesadaran yang benar, niat yang lurus, dan hati yang terjaga. Al-Muhasibi mengajak pembaca memperhatikan kualitas amal, mengenali dorongan nafsu, serta mewaspadai riya, ujub, kesombongan, dan berbagai kecenderungan batin yang dapat mengganggu ketulusan beribadah. Buku ini menguraikan persoalan itu ketika seseorang mengajar, membantu orang lain, menerima pujian, atau berhadapan dengan penilaian masyarakat.
Buku ini memuat 91 pembahasan utama. Bagian awal menguraikan dasar-dasar ketakwaan dan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt, mulai dari memahami hak-hak-Nya, memeriksa keadaan batin, mengevaluasi perbuatan, hingga menata urutan kewajiban. Pembahasan berikutnya berfokus pada niat dan keikhlasan dalam beribadah.
Baca: Terjemah Adabun Nufus (Tulus Tanpa Batas) Karya Al-Muhasibi
Al-Muhasibi juga mengulas berbagai persoalan riya, mulai dari penyebab kemunculannya, bentuk-bentuknya, pengaruhnya terhadap amal, hingga cara mengenali dan menghindarinya. Perhatian diberikan pula pada keadaan seseorang ketika amalnya diketahui orang lain, keinginan memperoleh pujian, serta pertimbangan dalam menampakkan atau menyembunyikan ibadah.
Pada bagian selanjutnya, buku ini membahas persoalan yang berkaitan dengan sikap berpura-pura, kecenderungan hawa nafsu, ujub, dan kesombongan. Uraiannya mencakup hubungan antara ilmu, amal, pujian, dan penilaian manusia terhadap diri sendiri.
Terdapat pembahasan mengenai cara menghadapi orang yang memaksakan diri dalam berbuat maksiat, menjaga diri dari perbuatan tercela, serta mengenali perbedaan antara iri dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Buku ini juga menyentuh persoalan dengki, akibat iri hati, perilaku manusia dalam keadaan tidur maupun terjaga, serta kewaspadaan terhadap godaan setan.
Baca: Terjemah Wiqayatul Insan Minal Jin was Syaithan (Ruqyah, Jin, Sihir, dan Terapinya)
Seluruh pembahasan tersebut disajikan dalam rangkaian 91 kiat yang berkaitan dengan usaha menjaga ketakwaan dan ketulusan dalam menjalani kehidupan beragama. Membaca buku ini dapat membantu pembaca memperluas pemahaman tentang keikhlasan, melatih introspeksi diri, serta mengenali berbagai dorongan batin yang berpotensi memengaruhi kualitas ibadah.
Buku ini cocok bagi santri, ustadz, mahasiswa studi Islam, pengkaji tasawuf, pendidik, dan siapa saja yang ingin mendalami pemikiran Al-Muhasibi tentang penyucian jiwa serta pembinaan akhlak. Selain itu, beragam persoalan yang dibahas membuat buku ini relevan dibaca oleh orang yang aktif mengajar, berdakwah, membantu masyarakat, atau menjalankan kegiatan keagamaan di hadapan banyak orang. Yuk download sekarang! (wn-ab)






