Iklan

Dahlan Membangun Harapan Bangsa

WAWASANews.com
Jumat, 08 Februari 2013 | 21.01 WIB Last Updated 2013-02-08T14:22:26Z
Oleh Muhammad Rajab

Judul buku  : Manufacturing Hope Bisa!
Penulis       : Dahlan Iskan
Penerbit     : PT Elex Media Komputindo
Cetakan     : Pertama, 2012
Tebal         : 268 halaman
ISBN         : 978-602-00-3398-3

        Dahlan Iskan, tiba-tiba namanya meroket saat Indonesia terbelit birokrasi dan terjadi kekosongan penggerak. Dahlan-lah yang mau terjun langsung. Dahlan bukan sekadar berwacana dan bermimpi. Melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan mampu membangkitkan harapan ketika bangsa berada di ambang kehancuran. Buku Manufacturing Hope Bisa! ini merupakan catatan menarik Dahlan dalam membangun BUMN. Semua impian dan gagasan segarnya dalam membangun BUMN tertuang dalam buku setebal 268 halaman ini.
Lewat buku ini Dahlan ingin membuka pikiran masyarakat Indonesia yang kebanyakan merasa minder di hadapan orang asing dan pesimis bahwa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukannya. Terlepas dari kontroversi dan pro-kontra tentang sikap Dahlan akhir-akhir ini, ia layak diapresiasi. Kahadirannya di jajaran kursi kementrian RI, setidaknya menumbuhkan harapan baru di hati publik.
        Seakan tak ingin mengecewakan publik, Dahlan langsung bergerak melihat permasalahan BUMN di awal-awal masa kementeriannya. Buktinya, setelah sebulan diangkat sebagai Menteri BUMN, pada November 2011  telah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini. Dengan melihat permasalahan yang terjadi, Dahlan bertekad untuk pertama-tama membangun indusri manufacturing hope atau industrialisasi harapan. Hal itu bisa dilakukan setelah Dahlan berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagai seorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Sebagai chairman kementerian BUMN, Dahlan bisa lebih fleksibel, tidak terlalu kaku, dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok-tembok birokrasi.
        Sebagai menteri negara yang mengurusi BUMN, Dahlan Iskan memang menghadapi berbagai macam masalah yang tidak mudah. Banyak BUMN kita yang masih jauh dari harapan. Meski pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah diembuskan lebih dari sepuluh tahun lalu, dengan sistem birokrasi yang masih mengakar di BUMN-BUMN kita, segala macam “pelicin” tampaknya masih banyak dibutuhkan. Belum lagi saling menitipkan orang dan bisnis.
        Dari catatan Dahlan Iskan dalam buku ini, kita menemukan seribu satu solusi bagi kusutnya masalah BUMN. Banyaknya ide baru tentu ikut  menentukan keberhasilan manufacturing hope. Dari sinilah BUMN bisa bangkit dan keluar dari keterpurukan. Bahan baku untuk membangun manufacturing hope pun gampang didapat dan gratis, yakni niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas (halaman 5).
        Hope dan ide segar yang ditelurkan Dahlan dalam BUMN dimulai dengan memperbaiki mental. Bagi Dahlan, mental adalah bekal utama untuk membangkitkan manufacturing hope di BUMN. BUMN membutuhkan orang-orang yang bermental baja, alias pekerja keras dan jujur. Karena tidak dapat dimungkiri, banyak memakai istilah “mengabdi” di BUMN, namun ada niatan-niatan buruk yang terselubung di dalamnya (hlm. 29).
        Dari sinilah Dahlan Iskan menaruh “kecurigaan” terhadap para eksekutif BUMN, mengapa BUMN selama ini tidak pernah bangkit. Dahlan menyatakan, “Maka saya curiga orang-orang yang sering menghembuskan wacana bahwa menjadi eksekutif di BUMN itu sulit adalah orang-orang yang pada dasarnya memang tidak bisa bekerja” (hlm. 25).
        Dahlan Iskan sudah menunjukkan bahwa perubahan itu mampu dilakukan, harapan itu mampu diraih. Syaratnya, berada di tengah lingkungan yang ingin diubah. Maka, Dahlan Iskan bergabung dengan para komuter di KRL untuk mengetahui apa yang menjadi masalah di sana dan bagaimana memperbaikinya. Hasilnya, PT KAI sekarang memiliki layanan yang lebih baik.
        Tak salah jika Rhenald Kasali dalam pengantar buku ini mengatakan, Dahlan merupakan pemimpin yang dicintai, digilai, namun juga dicurigai. Pemimpin seperti ini menciptakan hope, bahasanya mudah, tapi oleh sebagian orang mungkin juga dianggap sebagai ancaman. Dan, jika ia kurang memperhatikan aspek-aspek strategis, ia bisa kehilangan pijakan jangka panjang dan hanya menjadi pencitraan.
Dahlan Iskan tentu tidak bisa hanya memimpin dengan contoh. Ia harus merajutkan hope-nya ke dalam langkah-langkah strategis yang memungkinkan seluruh elemen di kementerian yang ia pimpin bergerak menuju hope yang ia harapkan.
     Kehadiran Dahlan untuk memimpin BUMN menjadi tanda bahwa angin perubahan telah berhembus. Dahlan memberikan harapan yang mampu dicapai dengan tindakan-tindakan nyata. Mencontohnya bukanlah hal yang  keliru. Berhenti berwacana dan lakukan sesuatu untuk menciptakan sebuah perubahan. Itulah pesan utama yang disampaikan buku ini. 
       Pada intinya, buku yang ditulis langsung oleh Menteri BUMN ini mengajak kita untuk membangun bangsa dengan membangkitkan sebuah harapan terlebih dahulu. Harapannya, mampu membangkitkan semangat untuk bekerja dengan penuh totalitas dan ikhlas. Buku ini juga menunjukkan bukti-bukti kongkrit bahwa dengan manufacturing hope, perubahan bisa dilakukan di semua elemen khususnya semua badan usaha milik negara.

Muhammad Rajab
Guru di SMP Al-Izzah Kota Batu, Malang
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dahlan Membangun Harapan Bangsa

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF