Iklan

Tolerance Institute: Tolak Kekerasan Lewat Film

WAWASANews.com
Rabu, 06 Februari 2013 | 15.16 WIB Last Updated 2013-02-06T10:30:24Z
Yogyakarta-WAWASANews.com
      Prihatin atas meningkatnya tindakan kekerasan yang melibatkan remaja dan pemuda, terutama pelajar-mahasiswa, Maarif Institute bekerjasama dengan Tolerance Institute dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta didukung pula oleh WAWASANews.com, menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film “Mata Tertutup” karya Garin Nugroho yang diselenggarakan pada Selasa siang (5/2), di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Film besutan sutradara gaek Garin Nugroho itu dipilih-putarkan penyelenggara karena mengangkat tema besar tentang ancaman fundamentalisme yang menjurus pada kekerasan sebagaimana tema diskusi.
Sejak diproduksi 2011 silam, “Mata Tertutup” terbukti telah memenangi beragam festival film, baik nasional maupun internasional, walau hampir semuanya dibintangi oleh aktor/aktris lokal dan seluruhnya dibuat di Yogyakarta.
“Ini adalah ikhtiar kami mengkampanyekan gerakan Generasi ToLAK (Toleransi dan Anti-Kekerasan) di kalangan generasi muda,” ujar Erham Budi Wiranto, M.A., Deputi Direktur Tolerance Institute. Dia juga mengatakan bahwa film merupakan instrumen yang strategis untuk meng-counter radikalisme agama di kalangan remaja. “Media film lebih diterima kalangan remaja,” tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Wildan, M.A., (pakar kajian radikalisme agama dari UIN Sunan Kalijaga), Fajar Riza Ul Haq, M.A., (Direktur Eksekutif Maarif Institute dan produser film “Mata Tertutup”), Ken Setyawan (Mantan aktivis NII) serta Eka Nusa Pertiwi dan Kukuh Riyadi (aktris dan aktor film “Mata Tertutup”).
Usai pemutaran film, acara yang mbludak dihadiri ratusan peserta ini juga dimeriahkan dengan penganugerahan hadiah kepada para juara lomba cipta esai untuk pelajar SMA sederajat tingkat nasional dengan tema: “Pemuda dan Toleransi Beragama”.
Juara I diraih oleh Mahendra Asep Soemantri, pelajar SMA PIRI 1 Yogyakarta dengan Judul "Keberagamaan yang Inklusif-Dialogis (untuk Mengantisipasi Radikalisme Agama di Kalangan Pemuda)”. Juara II diraih Dharma Kurnia Septialoka, pelajar SMAN 13 Jakarta, dengan judul "Kekuatan Media Sosial dalam Mendorong Toleransi Beragama di Kalangan Pemuda". Sementara juara III diberikan kepada Jenny Rahayu Afsebel Situmorang, pelajar SMKN 1 Depok, Jawa Barat, dengan judul "Satu Agama". (Isma)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tolerance Institute: Tolak Kekerasan Lewat Film

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF