Iklan

Puisi-Puisi Nazil Using

WAWASANews.com
Senin, 22 Juli 2013 | 08.10 WIB Last Updated 2013-07-24T23:38:43Z
Puisi

Perempuan itu

Bibir merekah darah
kata yang terangkai dari imaji menandai kening lapang.
Perempuan itu berdiri tegak menghadap ke timur
jika malam tiba selalu gelisahkan dadanya, lantaran takut kering
air susu yang mengalir itu menjadi jawaban atas tangisan
karena di situlah tersimpan harmoni
kesetiaan berlindung bersama.

Penjajahan meninabobokkan perempuan
namun seorang perempuan 
Mengisi
Mengasah
Mengasuh
Perempuan itu berbuat dengan kasih
Perempuan itu menulis atas asih
Perempuan itu lari walau tanpa kaki
Perempuan itu bekerja meski tak bersenjata.

Yogyakarta, Mei 2013

Kepastian

Perpisahan adalah kepastian
berpisah menyudutkan pada dinding keabadian
berjalanlah walau tanpa alamat
teruskanlah apa yang menjadi harapan
diam dan bicara hanya mengingatkan pada kemandulan
setia menderita untuk menjemput bahagia.

Sajak sajak kesibukanku terselib nama-nama tanpa abjad
kau ada dikala riang tangis
di antara rengekan hujan
di antara keluh kesah
di antara makan dan lapar
bukan resah dalam cemas, tetapi hidup yang hidup pada masanya
yakin pada almanak yang menandai diri atas diri.

Yogyakarta, April 2013


Pada cermin aku mengatupkan diri 
Pada diri yang tak tahu kemana
Pada kaca aku bercermin 

Mix Max tersedu sehabis gerimis
Aku melayang dari diri 
Bibirku getar mengingat jalan terjal
Memandangi biru
Mimpi membual menelan sekian kesal
Pada kemarau kuisyaratkan rindu
oh...
Ruang bibir meredam diri
aku tinggal pada rasa diri 
Mix.. aku sampai dari mencoba
Max.. kini terbawa aroma lepas

Yogyakarta, 2013

Bila

Bila airmata ini jadi laut dan tumpah ke dalam sebuah mimpi
jangan kau memaknai dengan luka
barangkali air mata mengajari kebahagiaan.

Jeritan adalah bagian deru jiwa, dimana rindu hendak mengguncang?
derita adalah nyanyian jalanan
tak akan berhenti meski usang
bumi menunggu keringat jatuh tertimbun
lalu akan dikemanakan naluri dari lima sifat              

Bila kepercayaan digadaikan
kemana hendak bertaruh atas pertanggungjawaban
kelak bila caraku tak sampai pada jawaban
maka aswaja jawabannya

Yogyakarta 2013

               --------------------------------------
Nazil Using. Lahir di Banyuwangi, 15 April 1990. Mahasiswi jurusan Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beberapa puisinya dimuat di Radar Banyuwangi, buletin, kumpulan puisi sanggar Teater ESKA dan antologi bersama sanggar seni Az-Zahra. Kini bergiat di komunitas sastra  Rudal dan sanggar Teater ESKA Yogyakarta.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi-Puisi Nazil Using

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF