Iklan

Zaidin: Pengrajin Tenun Troso Beromset 40 Juta

WAWASANews.com
Kamis, 20 November 2014 | 01.37 WIB Last Updated 2014-11-19T18:37:40Z
WAWASANews.Com-Jepara
Nur Zaidin (Foto: Badri)
Setiap usaha kalau ditekuni, pasti akan membuahkan hasil. Apapun itu. Contohnya adalah Nur Zaidin (33), laki-laki asal Desa Karangrandu Jepara yang dulu sempat bangkrut di bisnis mebel namun kini justru sukses setelah enam tahun menekuni usaha kerajinan tenun ikat Troso.
Zaidin mengaku kepada WAWASANews.Com kalau dia belajar dari nol soal mengikat benang sehingga jadi hasil tenunan menarik yang layak jual. “Maklum mas, saya dulu di mebel,” ujarnya di Troso, Kamis (19/11/2014).
Ketertarikan Zaidin kepada tenun karena di lingkungan rumah mertuanya di Troso, kebanyakan warganya memang berpenghasilan dari menenun. Hampir tiap kepala keluarga di lingkungan RT-nya (09/06) memiliki Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang dipakai tiap hari untuk menenun.
Selain bisa menenun, Zaidin kini sudah mampu mempekerjakan 10 orang pengrajin yang tiap minggu setor kain hasil tenun. Per pengrajin tenun pada tiap Kamisan bisa setor 27 meter kain. Ini jika per satu hari bisa selesai dua potong kain. Dari hasil tersebut, dalam seminggu pengrajin bisa mendapatkan penghasilan Rp. 685.000,-.
Zaidin sendiri mengaku, tiap minggu kini memiliki omset 10 juta rupiah dari sekitar 80-90 meter kain tenun yang disetorkan 10 pengrajin. “Saya buat dan saya jual sendiri mas hasil karya saya dan pengrajin saya. Saya memilih tidak dikontrak oleh pemodal karena mereka hanya mengambil karya dan mempekerjakan saya ketika saat ramai order saja. Pas sepi, kita tidak diberi garapan,” kata Zaidin.
Untuk menjaga kualitas, benang katun yang digunakan Zaidin menenun diimpor dari India. Walaupun harganya mahal, namun kepuasan pelanggan bisa dijamin. Ini berbeda dari produk Tenun Troso yang disebutnya sebagai tenunan Kroto. Zaidin lebih memilih khusus memproduksi tenun ikat Troso dari benang CSM.
“Tenun Troso benang kroto sekarang sudah jor-joran harga. Soalnya kebanyakan komplain pembeli itu di kualitas. Kalau dicuci satu dua kali masih kelihatan bagus. Namun setelah dipakai berkali-kali, mudah nglunthung (tergulung, red) dan mbluduk (kasar dan berserat),” paparnya. (Badri)

Bila Anda ingin menyapa Kang Zaidin, silakan kontak redaksi.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Zaidin: Pengrajin Tenun Troso Beromset 40 Juta

Trending Now

Iklan

Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku Islam PDF