30 June, 2018

Dongeng Foklor Penuh Nilai Karakter Anak dan Dakwah Islam

BACA DAN SHARE JIKA BERMANFAAT!

Oleh Iga Noor Khayati

WAWASANews.com - Dongeng merupakan cerita rekaan yang disampaikan secara lisan dan kisahnya tidak terikat oleh ruang dan waktu.

Nurul Fatatik, seorang penulis yang baru naik daun. Saat ini, Nurul masih aktif dalam lembaga keilmiahan mahasiswa, Lingua Artistica (LingARt) sebagai majelis pertimbangan cendekia di Universitas Negeri Semarang.

Dalam Foklor Lisan ini, Nurul Fatatik fokus pada nilai karakter anak dalam setiap kisah dongeng yang disajikan. Nurul meramu banyak sekali nilai karakter anak pada buku ini guna memberi contoh karakter baik pada anak setelah membaca dongeng dalam buku.

Dalam Foklor Lisan ini, terdapat 35 dongeng yang disajikan dari Sabang sampai Merauke. Dalam setiap kemasan dongeng, pembaca dapat menemukan nilai karakter anak secara tersurat karena secara langsung penulis mengungkapkan nilai tersebut di sebuah kolom khusus. Dalam sebuah dongeng, terdapat sedikitnya terdapat satu nilai karakter yang dikemukakan.

JUDUL BUKU:
Foklor Lisan (Menguak Nilai Karakter Anak dalam Kisah Dongeng)
Penulis:
Nurul Fatatik
Penerbit:
Suara Media Sejahtera
Cetakan: 2016
Tebal: viii + 280 halaman
ISBN: 978-979-032-296-7
Peresensi: Iga Noor Khayati, Ambarawa
Harga: -
Pesan WA:  -

Salah satu nilai religius yang dapat kita ambil yaitu “hendaknya kita menghadapi cobaan dengan sabar dan terus berupaya agar mendapat kesembuhan dari Tuhan” (hal.135). Nilai religius tersebut tersurat dalam dongeng Asal Usul Gunung Slamet yang diceritakan dari awal kisah Syeh Maulana yang melihat cahaya misterius yang menjulang tinggi di angkasa.

Kemudian beliaupun menyelidiki sembari menyebarkan agama Islam dengan ditemani abdi yang sangat setia bernama Haji Datuk. Setelah melakukan perjalanan panjang, Syeh Maulana meminta agar Haji Datuk meninggalkannya di sumber ir panas yang memiliki tujuh buah pancuran.

Syeh Maulana memutuskan untuk tinggal di sana dan berobat dan ternyata manjur, semua sakitnya sembuh total. Karena Syeh Maulana mendapat keselamatan dan kesembuhan di lereng gunung gora maka beliau mengganti nama menjadi Gunung Slamet.

Sayangnya, Foklor Lisan ini memiliki kekurangan. Masih banyak kesalahan pada pengeditan tulisan. Ada juga nilai dalam dongeng yang dikemukakan tidak sampai tuntas ataupun kalimat tersebut tidak sampai selesai.

Namun, bahasa yang digunakan dalam Foklor Lisan ini sangat mudah dimengerti, cocok untuk anak sekolah jenjang dasar. Dari berbagai dongeng nusantara yang disajikan, pembaca dapat memetik pelajaran dan karakter pada setiap dongeng.

Bagi orangtua, Foklor Lisan ini juga dapat berguna untuk menanamkan karakter pada anak, dongeng penghantar tidur, ataupun bahan dongeng untuk menghibur anak. (wn-ab)

Iga Noor Khayati, tinggal di Ambarawa.

0 komentar: