![]() |
| Terjemah Ihya Ulumiddin. |
WAWASANews.com - Terjemah Kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali merupakan salah satu karya yang sangat penting untuk dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami agama bukan hanya dari sisi hukum dan pengetahuan, tetapi juga dari sisi pembinaan jiwa.
Hadir dalam 4 jilid, terjemahan ini menghimpun karya monumental Imam Al-Ghazali yang telah lama menjadi rujukan penting bagi kaum Muslimin. Ihya’ Ulumiddin adalah kitab perjalanan memahami bagaimana ilmu seharusnya melahirkan amal, bagaimana ibadah membentuk akhlak, dan bagaimana kehidupan seorang Muslim semestinya diarahkan menuju kedekatan kepada Allah.
Baca: Buku Seri Islam Milenial (19 Judul)
Disebutkan dahulu terjemah ini terkumpul dalam 8 jilid tebal, kemudian disusun kembali berdasarkan susunan jilid Arabiyah dengan judul Ihya' Ulumiddin yang diterbitkan oleh Pustaka Nasional, Sigapura. Pembahasannya terbagi ke dalam empat bagian besar: Ibadat, Mu‘amalat, Munakahat, dan Jinayat.
Imam Al-Ghazali tidak hanya membicarakan bagaimana seseorang melaksanakan ibadah, tetapi juga bagaimana ia menjalani hubungan dengan manusia, kehidupan keluarga, serta berbagai persoalan sosial dan hukum. Dengan demikian, pembaca diajak melihat Islam sebagai ajaran yang menyentuh seluruh sisi kehidupan manusia. Silakan download melalui link di bawah ini:
- Download Terjemah Kitab Ihya' Ulumiddin Jilid 1
- Download Terjemah Kitab Ihya' Ulumiddin Jilid 2
- Download Terjemah Kitab Ihya' Ulumiddin Jilid 3
- Download Terjemah Kitab Ihya' Ulumiddin Jilid 4
Salah satu keistimewaan Ihya’ Ulumiddin adalah cara Imam Al-Ghazali menguraikan persoalan dengan contoh-contoh konkret, analisis yang mendalam, logika, serta pendekatan ilmiah dan filosofis. Persoalan keagamaan tidak disampaikan secara dangkal, tetapi dikupas hingga menyentuh alasan, hikmah, dan dimensi batinnya. Al-Ghazali bukan saja mengajak mengetahui “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga diajak memahami mengapa amal itu penting, bagaimana pengaruhnya terhadap hati, dan bagaimana agar ibadah tidak kehilangan ruhnya.
Baca: Buku Butir-Butir Hikmah Sufi (3 Jilid)
Membaca terjemahan kitab ini juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah diri. Kita mungkin selama ini telah banyak melakukan ibadah, tetapi apakah hati kita benar-benar ikut hadir di dalamnya? Kita mungkin memiliki banyak pengetahuan, tetapi apakah ilmu tersebut telah memperbaiki akhlak? Kita mungkin sibuk mengatur hubungan dengan sesama, tetapi apakah hubungan tersebut telah dibangun di atas nilai-nilai yang diridhai Allah? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang membuat Ihya’ Ulumiddin tetap terasa relevan untuk dibaca pada zaman sekarang.
Maka, Terjemah Kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali dalam 4 jilid ini sangat layak menjadi salah satu koleksi bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memperdalam wawasan keislaman sekaligus memperbaiki kehidupan batin. (wn-ab)






