![]() |
| Terjemah Tahafut Al-Ghazali. |
WAWASANews.com - Tahafutul Falasifah atau Kerancuan Para Filosof merupakan salah satu karya monumental Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam bidang pemikiran Islam. Kitab ini lahir sebagai bentuk kritik mendalam terhadap sejumlah pandangan para filsuf Muslim yang menurut Al-Ghazali bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah Islam.
Al-Ghazali memperlihatkan penguasaan yang mendalam terhadap argumen-argumen filsafat sebelum memberikan kritik dan bantahannya. Karena itu, kitab ini menjadi salah satu karya penting untuk memahami perdebatan antara filsafat, akidah, dan ilmu kalam dalam sejarah intelektual Islam.
Isi Tahafutul Falasifah berpusat pada kritik Al-Ghazali terhadap sejumlah persoalan metafisika yang dikemukakan para filsuf, khususnya pemikiran yang berkembang dalam tradisi filsafat yang dipengaruhi oleh pemikiran Yunani. Al-Ghazali membahas 20 persoalan filosofis secara kritis, dengan mempertemukan argumentasi para filsuf dengan prinsip-prinsip yang ia anggap sesuai dengan ajaran Islam.
Di antara persoalan yang paling terkenal adalah pembahasan mengenai keazalian alam, pengetahuan Allah terhadap hal-hal partikular, hubungan sebab-akibat, serta persoalan kebangkitan manusia. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa Al-Ghazali tidak sekadar menyampaikan kesimpulan, tetapi terlebih dahulu menguraikan dan menguji argumentasi lawan secara serius. Langsung download di bawah ini:
Sebelum menyusun Tahafutul Falasifah, Al-Ghazali terlebih dahulu menulis Maqashid al-Falasifah yang memaparkan pemikiran para filsuf secara sistematis. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kritik yang disampaikan dalam Tahafut bukan kritik yang lahir dari ketidaktahuan terhadap filsafat.
Baca: Paket Buku Aqidah, Amaliyah dan Peradaban Islam (164 Judul)
Dalam pembahasan yang sangat terkenal, Al-Ghazali juga menyatakan bahwa terdapat tiga pandangan filosofis tertentu yang menurut penilaiannya sangat bertentangan dengan prinsip Islam hingga menyebabkan kekufuran, sementara persoalan lainnya ia nilai sebagai kesalahan atau penyimpangan pemikiran dengan tingkat yang berbeda.
Dengan ketebalan 454 halaman, terjemah Tahafutul Falasifah merupakan bacaan yang cukup komprehensif dan membutuhkan kesabaran untuk menuntaskannya. Namun, ketebalan tersebut sebanding dengan luasnya persoalan yang dibahas dan kedalaman argumentasi Imam Al-Ghazali. (wn-ab)






