![]() |
| Terjemah Berjumpa Allah Lewat Shalat. |
WAWASANews.com - Berjumpa Allah Lewat Shalat (Terjemah Al-Hayatu fi Mihrabis Shalah) karya Syaikh Musthafa Masyhur merupakan buku yang mengajak pembaca memandang shalat bukan sekadar kewajiban rutin yang dilakukan lima kali sehari, tetapi sebagai ruang perjumpaan seorang hamba dengan Allah.
Buku setebal 134 halaman yang diterbitkan oleh Gema Insani Jakarta ini mengupas shalat dari berbagai sisi, mulai dari ibadah hanya kepada Allah, kedudukan shalat, hingga shalat sebagai bekal rohani dan sarana pendidikan. Penulis ingin mengembalikan shalat kepada kedudukannya yang sangat mendasar dalam pembentukan kehidupan seorang Muslim.
Baca: Terjemah Kitab Al-Hikam Ahmad bin Atha'illah
Buku ini juga mengaitkan shalat dengan perbaikan kehidupan umat, antara lain melalui tema syariat yang mempermudah kaum Muslimin menunaikan shalat dan harapan musnahnya berbagai persoalan di sekitar shalat. Kemudian dibahas pula sasaran yang ingin dituju melalui shalat serta kehadiran hati dalam shalat. Seseorang bisa saja berdiri, rukuk, dan sujud secara sempurna secara lahiriah, tetapi pikirannya justru berkelana ke mana-mana. Silakan download via link di bawah ini:
Syaikh Musthafa Masyhur mengajak pembaca melihat bahwa ruh shalat terletak pada kesadaran hati ketika menghadap Allah, bukan sekadar gerakan tubuh yang dilakukan secara otomatis. Ia membawa pembaca menyusuri persiapan sebelum memasuki shalat. Ada pembahasan tentang bermula dengan thaharah atau bersuci, menunggu datangnya waktu dan memenuhi panggilan azan, seputar azan, serta masjid dan perjalanan mencapainya.
Terdapat pula pembahasan mengenai bagaimana membangun masjid dan mengatur sirkulasi udara untuk kepentingan ibadah. Pembaca pun diarahkan memasuki suasana shalat secara lebih detail: shalat berjamaah di masjid, berdiri menghadap kiblat, menyusun shaf, niat dan takbiratul ihram, doa pembukaan, membaca Al-Fatihah, bacaan setelah Al-Fatihah, rukuk, sujud, duduk tasyahud, hingga penutup shalat.
Baca: Terjemah Kitab Ayyuhal Walad Al-Ghazali
Shalat bukan aktivitas yang selesai begitu salam diucapkan, tetapi pendidikan rohani yang semestinya membentuk sikap, kedisiplinan, ketundukan, dan orientasi hidup seorang Muslim. Ketika seseorang benar-benar memahami bahwa dirinya sedang menghadap Allah, maka wajar jika ia berusaha mempersiapkan diri sejak bersuci, memenuhi panggilan azan, berjalan menuju masjid, menjaga kekhusyukan, dan memahami bacaan yang dilafalkannya. Di sinilah judul Berjumpa Allah Lewat Shalat terasa begitu kuat.
Bagi siapa saja yang selama ini merasa shalat sudah menjadi rutinitas tetapi hati belum benar-benar hadir, buku ini sangat layak didownload dan dibaca sampai selesai. Barangkali setelah membacanya, kita akan mulai memandang azan dengan perasaan yang berbeda, wudhu dengan kesadaran yang berbeda, dan shalat dengan kerinduan yang berbeda. (wn-ab).






