![]() |
| Cover Terjemah Adabul Mufti wal Mustafti. |
WAWASANews.com - Kitab Adabul Mufti wal Mustafti (أدب المفتي والمستفتي), yang berarti Etika Pemberi Fatwa dan Peminta Fatwa, merupakan karya Imam Abu Amr Utsman bin Abdurrahman bin Sholah Asy-Syahrazuri, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Sholah (577–643 H). Buku setebal 204 halaman PDF ini diterjemahkan dengan judul Adabul Mufti wal Mustafti, disertai keterangan Etika Mufti (pemberi fatwa) dan Mustafti (peminta fatwa) pada sampulnya.
Edisi terjemahan ini diterbitkan oleh Akbar Media. Karya klasik ini membahas adab, persyaratan, tanggung jawab, dan ketentuan yang berkaitan dengan dua pihak dalam proses fatwa, yaitu ulama yang memberikan jawaban hukum syariat dan orang yang meminta penjelasan mengenai hukum suatu persoalan. Silakan download via link di bawah ini:
Secara umum, buku ini menguraikan kedudukan fatwa dalam Islam sekaligus menjelaskan besarnya tanggung jawab seorang mufti ketika menyampaikan hukum Allah. Pasalnya, fatwa berkaitan langsung dengan pelaksanaan ajaran agama dan dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam menjalani kehidupannya. Karena itu, orang yang memberikan fatwa perlu memiliki ilmu, kemampuan memahami dalil, serta sikap hati-hati dalam menjawab persoalan.
Di sisi lain, orang yang meminta fatwa juga perlu memahami adab ketika bertanya dan mengetahui kepada siapa seharusnya ia meminta penjelasan. Ibnu Sholah menyusun pembahasan ini dengan memanfaatkan khazanah keilmuan para ulama sebelumnya. Karya tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan penting dalam pembahasan etika berfatwa dan meminta fatwa, bahkan dikutip oleh sejumlah ulama setelahnya, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Baca: Terjemah Al-Ijma' Ibnul Mundzir An-Naisaburi
Susunan isi kitab ini terdiri atas tiga pembahasan utama. Bagian pendahuluan memuat biografi Ibnu Sholah, nama lengkap dan nasabnya, kelahiran dan perjalanan menuntut ilmu, guru-guru serta murid-muridnya, pujian para ulama, akidah, karya-karya, dan wafatnya. Setelah itu, terdapat pengenalan mengenai fatwa, meliputi pengertian fatwa secara bahasa dan istilah, definisi mufti, serta hubungan antara mujtahid dan mufti.
Pembahasan utama pertama berjudul بيان شرف الفتوى وخطرها وغررها, yakni penjelasan tentang kemuliaan, bahaya, dan besarnya tanggung jawab fatwa. Bagian kedua membahas القول في شروط المفتي وصفاته وأحكامه وآدابه, yaitu persyaratan, sifat, hukum, dan adab seorang mufti. Di dalamnya dijelaskan kualifikasi mufti, kemampuan berijtihad, perbedaan tingkatan mufti, mufti yang mencapai derajat ijtihad mandiri, serta mufti yang mengikuti suatu madzhab dengan tingkatan kemampuan yang berbeda-beda.
Pembahasannya juga mencakup ketentuan berfatwa bagi orang yang belum mencapai derajat mujtahid, persoalan taklid, hukum memberikan fatwa ketika tidak tersedia mufti lain, serta berbagai keadaan yang berkaitan dengan kelayakan seseorang untuk menjawab persoalan agama.
Baca: Terjemah Tuhfatuth Thullab (Bab Haji)
Lalu, pada Bagian ketiga membahas صفة المستفتي وأحكامه وآدابه, yakni sifat, hukum, dan adab peminta fatwa. Bagian ini mengulas kedudukan orang yang bertanya, tata cara meminta fatwa, serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mencari jawaban atas persoalan syariat. Kitab kemudian dilengkapi dengan sejumlah indeks untuk membantu pembaca menelusuri pembahasan dan referensi yang digunakan.
Membaca Adabul Mufti wal Mustafti bermanfaat dan cocok bagi santri, ustadz, mahasiswa syariah, pengajar fiqih, peneliti, calon mufti, serta masyarakat umum yang ingin lebih berhati-hati dalam menyikapi persoalan keagamaan. Bagi Anda yang ingin memperdalam khazanah ushul fiqih dan etika keilmuan Islam melalui karya ulama klasik, buku ini layak didownload sekarang! (wn-ab)






