![]() |
| Cover Terjemah Fiqih Haya Menghiasi Hidup Dengan Malu. |
WAWASANews.com - Kitab Fiqhul Haya’ (فقه الحياء) karya Dr. Muhammad Ismail Al-Muqaddam hadir dalam edisi terjemahan berjudul Fikih Malu: Menghiasi Hidup dengan Malu. Buku setebal 214 halaman PDF ini diterjemahkan oleh Atik Fitri Ilyas dan Muhammad Anas, kemudian diterbitkan oleh Nakhla Pustaka.
Secara umum, kitab ini membahas kedudukan rasa malu dalam ajaran Islam, mulai dari pengertian, hakikat, keutamaan, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasannya mengajak pembaca memahami bahwa rasa malu merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim yang menjaga kehormatan diri, hubungan sosial, dan ketaatan kepada Allah Swt. Silakan download via link di bawah ini:
Dalam Islam, malu atau haya’ merupakan sifat terpuji yang mendorong seseorang menjauhi perbuatan buruk sekaligus menjaga perilakunya agar tetap sesuai dengan tuntunan syariat. Pasalnya, rasa malu yang benar tidak membuat seseorang takut melakukan kebaikan, tetapi justru membimbingnya agar tidak melanggar batas-batas agama dan norma kesopanan.
Buku ini menjelaskan pengertian malu menurut bahasa dan syariat, hakikatnya, perbedaan antara sifat malu yang terpuji dan sikap yang keliru, serta kaitannya dengan kecerdasan seorang anak, akhlak mulia, dan pembentukan kepribadian. Penulis juga membahas kedudukan malu dalam kehidupan beragama serta hubungannya dengan iman dan ketaatan kepada Allah Swt.
Baca: Terjemah Fiqih Sunnah (5 Jilid)
Pembahasan berikutnya menguraikan keutamaan sifat malu melalui beberapa pokok bahasan. Di antaranya, malu sebagai kunci segala kebaikan, fitrah manusia, bagian dari iman, perhiasan bagi orang bertakwa, serta bagian dari sifat Allah dan ajaran para nabi. Buku ini juga memuat pembahasan tentang Nabi Muhammad Saw dan sifat malu beliau, sifat malu para sahabat laki-laki maupun perempuan, serta contoh sifat malu orang-orang saleh.
Selain itu, terdapat uraian mengenai hubungan malu dengan laki-laki dan perempuan, beberapa persoalan fiqih yang berkaitan dengan malu, serta malu dalam mencari ilmu. Pembahasan tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh perilaku dan keterangan mengenai bagaimana sifat malu tampak dalam kehidupan orang-orang yang menjaga akhlaknya.
Baca: Terjemah Fiqih Riba
Pada bagian selanjutnya, kitab ini membahas malu dalam melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar, termasuk beberapa contoh sikap malu yang tercela apabila menghalangi seseorang menyampaikan kebenaran. Penulis kemudian menguraikan pembagian malu berdasarkan objeknya, yakni malu kepada diri sendiri, malaikat, sesama manusia, dan Allah Swt.
Ada pula pembahasan mengenai malu kepada Allah dalam keadaan sendirian maupun ketika berada di tengah orang lain, hubungan antara malu, kebajikan, dan amal rahasia, serta balasan bagi orang yang melakukan kebaikan. Bagian akhir membahas belajar mengenai sifat malu, berbagai contoh penerapannya, dan pentingnya memahami batas-batas malu agar tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban agama atau mengabaikan hak orang lain.
Baca: Paket Terjemah Fiqih Zakat
Membaca Fikih Malu: Menghiasi Hidup dengan Malu memberikan kesempatan kepada pembaca untuk memahami akhlak Islam secara lebih mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini cocok bagi santri, pelajar, mahasiswa, pendidik, penceramah, serta siapa saja yang ingin memperbaiki akhlak. Yuk download sekarang! (wn-ab)






