![]() |
| Terjemah Sunan Abi Dawud. |
WAWASANews.com - Di antara kitab hadits yang menjadi rujukan utama dalam khazanah Islam, Sunan Abi Dawud memiliki tempat yang sangat istimewa. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats as-Sijistani (w. 275 H), seorang imam besar dalam ilmu hadits yang melakukan perjalanan panjang untuk mengumpulkan riwayat Nabi Saw.
Keistimewaan utama Sunan Abi Dawud terletak pada perhatiannya terhadap hadits-hadits ahkam, yakni hadits-hadits yang berkaitan dengan persoalan hukum dan praktik kehidupan umat Islam. Abu Dawud sendiri menjelaskan bahwa ia menyusun kitabnya dengan tujuan memudahkan pembaca memperoleh hadits-hadits yang menjadi dasar pembahasan fikih.
Ia bahkan menyebut bahwa kitabnya terutama berisi hadits-hadits tentang hukum, bukan kumpulan seluruh hadits tentang zuhud, keutamaan amal, dan tema-tema lainnya. Silakan download via link di bawah ini:
- Download Terjemah Kitab Hadits Sunan Abi Dawud (5 Jilid)
- Download Terjemah Kitab Hadits Sunan Abi Dawud (5 Jilid | Sekalian Kutubut Tis'ah)
Berapa jumlah haditsnya? Dalam penomoran yang lazim digunakan sekarang, Sunan Abi Dawud memuat 5.274 hadits dalam 43 kitab/bagian. Namun ada angka lain yang sangat menarik: Imam Abu Dawud sendiri menyebut dalam suratnya kepada penduduk Makkah bahwa jumlah hadits dalam Sunannya sekitar 4.800 hadits, termasuk sekitar 600 hadits mursal. Perbedaan angka ini berkaitan dengan metode penghitungan dan penyusunan riwayat.
Yang lebih penting, Sunan Abi Dawud bukan kitab yang hanya berisi hadits shahih seperti Shahih Bukhari atau Shahih Muslim. Abu Dawud menjelaskan bahwa ia memasukkan hadits yang shahih dan yang mendekatinya, sementara hadits yang memiliki kelemahan berat akan dijelaskan. Karena itu, pembaca tetap perlu memperhatikan penilaian kualitas setiap hadits, terutama ketika menjadikannya sebagai dasar hukum.
Baca: Paket Terjemah Ulumul Hadits, Hadist dan Asbabul Wurud
Lalu, mengapa Sunan Abi Dawud termasuk Kutubut Tis'ah? Karena ia merupakan salah satu karya hadits yang paling penting dalam tradisi hadits Sunni dan sudah termasuk dalam Kutubus Sittah, enam kitab hadits yang menjadi rujukan utama: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Jami' Tirmidzi, Sunan Nasa'i, dan Sunan Ibnu Majah.
Dalam susunan yang lebih luas, tiga karya lainnya —Musnad Ahmad, Muwaththa' Malik, dan Sunan ad-Darimi— melengkapi menjadi Kutubut Tis'ah. Posisi Sunan Abi Dawud menjadi sangat penting karena kitab ini memiliki orientasi yang kuat pada hadits-hadits hukum. Bahkan para ulama menjadikannya salah satu rujukan penting bagi para fuqaha dalam menelusuri dasar-dasar hadits berbagai persoalan fikih.
Baca: Paket Terjemah Ushuludddin, Aqidah dan Amaliyah
Menarik jika Sunan Abi Dawud kemudian dibandingkan dengan Jami' At-Tirmidzi. Keduanya sama-sama termasuk Kutubus Sittah dan sama-sama banyak memuat hadits-hadits hukum, tetapi karakter penyusunannya berbeda. Sunan Abi Dawud sangat kuat pada penyajian hadits sebagai bahan dasar pembahasan fikih dan hukum.
Sementara Imam Tirmidzi mempunyai kekhususan yang sangat menonjol dalam memberikan keterangan terhadap hadits: ia sering menjelaskan kualitas hadits, menyebut adanya hadits hasan, menerangkan 'illat tertentu, serta mengemukakan pendapat dan praktik para sahabat, tabi'in, dan para fuqaha terhadap hadits tersebut.
Jami' Tirmidzi yang umum digunakan sekarang memuat sekitar 4.400 hadits dalam 46 kitab, sehingga selain menjadi kitab hadits, ia juga sangat kaya dengan informasi mengenai perbedaan pendapat dan penggunaan hadits di kalangan ulama. Sunan Abi Dawud sangat menarik bagi orang yang ingin menelusuri hadits-hadits hukum, sedangkan Tirmidzi memberikan bonus besar berupa penjelasan status hadits dan pandangan para ulama terhadapnya.
Jika koleksi ini disandingkan dengan Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Nasa'i, dan Jami' Tirmidzi, pembaca akan semakin mendapatkan gambaran luas tentang kekayaan warisan hadits Nabi Saw. Sangat sayang untuk dilewatkan. (wn-ab)






