![]() |
| Terjemah Shahih Asbab Nuzul. |
WAWASANews.com - Shahihul Musnad Min Asbabin Nuzul (الصحيح المسند من أسباب النزول) dapat diterjemahkan sebagai Himpunan Shahih yang Bersanad tentang Sebab-Sebab Turunnya Ayat. Karya ini disusun oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dan secara khusus menghimpun riwayat-riwayat yang berkaitan dengan asbabun nuzul ayat Al-Qur’an.
Keistimewaan mendasar kitab ini terletak pada satu fokus, yakni pembaca diajak melihat hubungan antara ayat yang turun dengan peristiwa, pertanyaan, atau kejadian yang menjadi latar belakang turunnya ayat tersebut. Penyusunan materinya mengikuti urutan surat dalam mushaf. Edisi Darul Atsar tercatat sekitar 304 halaman 1 jilid. Jika ingin downlad terjemahnya, silakan klik link di bawah ini:
Mengetahui sebab turunnya sebuah ayat dapat membantu pembaca memahami konteks pembicaraan, persoalan yang sedang dihadapi para sahabat, serta maksud sebuah ayat secara lebih tepat. Karena itulah Al-Wadi’i tidak sekadar mengumpulkan cerita yang disebut-sebut sebagai sebab turunnya ayat, tetapi berusaha menyeleksi riwayat yang memiliki dasar hadits dan sanad.
Penulis juga memberikan perhatian terhadap riwayat yang lemah, bahkan kitab ini secara khusus memuat peringatan terhadap sebagian hadits dhaif dalam pembahasan asbabun nuzul. Dalam mukadimah edisi keempat, Al-Wadi’i menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tambahan dan perubahan dalam penilaian shahih maupun dhaif.
Baca: Terjemah Al-Mawa'idz fil Ahaditsil Qudsiyah Al-Ghazali
Ia juga melakukan koreksi terhadap sebagian penilaian sebelumnya setelah menelaah karya-karya ulama dalam bidang ‘ilal hadits, di antaranya Syarh I'lal At-Tirmidzi karya Ibnu Rajab dan Taudhihul Afkar karya Ash-Shan’ani. Ini menunjukkan bahwa tahqiq dalam kitab tersebut merupakan proses penelitian yang berkembang melalui penelusuran sanad, perbandingan jalur riwayat, serta evaluasi ulang terhadap kualitas hadits.
Syahdan, penulis pun berusaha menghimpun beberapa jalur hadits karena dari jalur-jalur tersebut dapat diketahui apakah suatu riwayat bersambung atau mursal, bagaimana kualitas sanadnya, serta apakah terdapat ‘illah yang perlu diperhatikan.
Baca: Terjemah Shahih Ibnu Khuzaimah (5 Jilid)
Keterangan seperti ini menjadikan Shahihul Musnad Min Asbabin Nuzul lebih bernilai bagi pelajar ilmu hadits dan tafsir, karena pembaca memperoleh dua sisi sekaligus, yaitu: informasi mengenai sebab turunnya ayat dan latihan memahami metode kritik riwayat.
Walakhir, Shahihul Musnad Min Asbabin Nuzul sangat layak dimiliki oleh santri, ustadz, mahasiswa, peneliti, maupun pembaca Al-Qur’an yang ingin memahami ayat dengan memperhatikan riwayat yang menjadi latar belakang turunnya. Mari download segera sebelum kehilangan link ini! (wn-ab)






