![]() |
| Terjemah Kasyful Ghitha' (Noktah Hitam Senandung Setan). |
WAWASANews.com - Kasyful Ghitha’ ‘An Hukmi Sima’il Ghina’ (كشف الغطاء عن حكم سماع الغناء) merupakan karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah yang membahas hukum mendengarkan nyanyian dan musik dalam perspektif Islam. Judul kitab ini dapat diartikan sebagai Menyingkap Tabir tentang Hukum Mendengarkan Nyanyian.
Dalam edisi bahasa Indonesia, kitab ini diterbitkan dengan judul Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan. Diterjemahkan oleh Abu Ihsan Atsari, serta diedit oleh Tim Darul Haq. Buku ini tersedia dalam format PDF sebanyak 405 halaman. Silakan download via link di bawah ini:
Secara umum, kitab ini mengulas persoalan hukum mendengarkan musik dan nyanyian, lengkap dengan dalil-dalil serta perdebatan para ulama mengenai persoalan tersebut. Ibnul Qayyim memaparkan pandangan sejumlah ulama terdahulu, kemudian menguraikan argumentasi yang mendukung pendapatnya tentang dampak musik dan nyanyian terhadap hati, perilaku, dan kehidupan beragama.
Persoalan yang dibahas di buku ini telah lama menjadi bahan perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Melalui kitab ini, pembaca diajak menelusuri dalil Al-Qur’an, hadits, atsar, dan berbagai pendapat ulama yang digunakan dalam pembahasan hukum nyanyian. Selain itu, kitab ini juga menanggapi sejumlah argumentasi yang digunakan untuk membolehkan musik dan nyanyian dalam keadaan tertentu.
Baca: Terjemah As-Shawa'iqul Mursalah Alal Jahmiyah (4 Jilid)
Pembahasan buku ini terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama berisi jawaban dari sejumlah ulama mengenai persoalan mendengarkan nyanyian. Di dalamnya dimuat pandangan beberapa tokoh, seperti Qadhi Al-Qudhat Taqiyuddin As-Subki, Jalaluddin bin Qadhi Al-Qudhat Husamuddin Al-Hanafi, Abu Umar bin Abi Walid Al-Maliki, dan sejumlah ulama lainnya.
Bagian kedua memuat pembahasan utama dalam kitab Kasyful Ghitha’ ‘An Hukmi Sima’il Ghina’. Pada bagian ini, Ibnul Qayyim menguraikan pandangannya mengenai hukum mendengarkan musik dan nyanyian melalui rangkaian argumentasi yang panjang. Pembahasannya mencakup hubungan musik dan nyanyian dengan kondisi hati, pengaruhnya terhadap perilaku, perbandingannya dengan kekhusyukan dalam shalat, serta tanggapan terhadap berbagai dalil dan riwayat yang digunakan untuk mendukung kebolehan nyanyian.
Baca: Terjemah Ad-Da' wad Dawa' (Terapi Penyakit Hati) Karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Ia juga membahas persoalan syair, nyanyian dalam lingkungan kaum sufi, penggunaan rebana pada pesta pernikahan, serta sejumlah riwayat tentang sikap Nabi Saw dan para ulama terhadap nyanyian. Uraian tersebut dilengkapi dengan bantahan terhadap pendapat yang dinilai tidak tepat menurut kerangka pemikiran penulisnya. Karena itu, buku ini menyajikan perdebatan hukum nyanyian secara terperinci dengan menampilkan dalil, riwayat, dan argumentatif.
Membaca Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan dapat menambah wawasan tentang sejarah perdebatan hukum musik dan nyanyian dalam khazanah keilmuan Islam. Buku ini cocok bagi santri tingkat lanjut, ustadz, mahasiswa studi Islam, peneliti fiqih, serta pembaca yang ingin memahami argumentasi Ibnul Qayyim dalam persoalan tersebut. Yuk download sekarang! (wn-ab)






