![]() |
| Cover Terjemah Kitab SIttina Masalah Ahmad bin Sulaiman. |
WAWASANews.com - Terjemah Matan Sittin Masalah (متن ستين مسألة), yang berarti Kumpulan Enam Puluh Persoalan, merupakan kitab ringkas tentang dasar-dasar fiqih dalam Mazhab Imam Asy-Syafi’i. Edisi yang berjudul Terjemahan Matan Sittin Masalah (Disertai Ijazah Kitab) ini memiliki ketebalan 81 halaman dalam format PDF.
Kitab tersebut ditulis oleh Al-Faqih Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman, yang dikenal dengan gelar Syaikh Ad-Din dan Abu Al-Abbas. Berasal dari Mesir dan wafat pada 819 Hijriah. Adapun terjemahan ini dikerjakan oleh Muhammad Naim Saidi bin Azim dan diterbitkan oleh Mutara Ilmu Agency. Silakan download via link tersedia berikut ini:
Secara umum, Matan Sittin Masalah disusun sebagai pegangan untuk mempelajari persoalan-persoalan fiqih mendasar yang diperlukan seorang muslim dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Penulis menyusunnya dengan memperhatikan kebutuhan para pelajar yang sedang menapaki tahap awal pembelajaran fiqih.
Sittin Masalah dijelaskan sebagai kumpulan persoalan yang jumlah pembahasannya tidak semata-mata dibatasi pada enam puluh masalah. Kitab ini menitikberatkan pembahasan pada dasar-dasar fiqih Mazhab Syafi’i, terutama masalah bersuci, shalat, dan puasa. Adapun zakat dan haji tidak menjadi pembahasan dalam kitab ini karena, menurut penjelasan pengarang, keduanya tidak termasuk materi yang lazim diajarkan kepada anak-anak pada tahap awal tersebut.
Baca: Terjemah Syarah Sittina Mas'alah Karya Imam Ramli
Pembahasan kitab berpusat pada beberapa kelompok persoalan ibadah. Bagian awal menguraikan ilmu ushuluddin, kemudian dilanjutkan dengan bab thaharah atau bersuci. Pembahasan berikutnya meliputi najis, bejana, siwak, wudhu, serta hal-hal yang berkaitan dengan tata cara bersuci. Setelah itu, pembaca diajak mempelajari persoalan shalat, termasuk mengusap dua khuf, istinja’, mandi, dan tayamum. Materi shalat juga mencakup rukun-rukun shalat, syarat-syarat shalat, sujud sahwi, shalat berjamaah, shalat bagi musafir, shalat khauf, shalat Jumat, shalat dua hari raya, shalat gerhana matahari dan bulan, serta shalat istisqa’ atau meminta hujan.
Selain ibadah sehari-hari, kitab ini memuat pembahasan tentang zakat, puasa, haji, dan sejumlah persoalan fiqih lainnya. Bagian akhir mencakup persoalan jenazah, pidana, jihad, hewan buruan dan sembelihan, jual beli, pembebasan budak, serta nikah dan keluarga.
Baca: Paket Terjemah Ushul Fiqih, Qawa'id dan Tasyri'
Uniknya, terjemah kitab ini turut disertai sanad ijazah yang menghubungkan penerima ijazah dengan para guru hingga kepada pengarang. Dalam transliterasi nama-nama yang tercantum pada sanad tersebut, jalurnya dimulai dari Syaikh Hisyam al-Kamil Hamid Musa al-Azhari, dari Rif‘at Fauzi Abdul Muthalib, dari Muhammad al-Hafizh bin Salim bin Abdul Lathif, dari Sayyid Badruddin Al-Hasani, dari Abdul Qadir bin Shalih Al-Khatib, dan sejumlah nama setelahnya, hingga Imam Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman Al-Qahiri, penulisnya.
Membaca Terjemahan Matan Sittin Masalah dapat membantu santri dan pelajar memahami dasar-dasar fiqih Mazhab Syafi’i. Kitab ini juga dapat dimanfaatkan oleh pengajar madrasah diniyah, ustadz, serta masyarakat yang ingin mengulang pelajaran dasar tentang bersuci dan ibadah. Adanya ijazah kitab menjadi pelengkap bagi pembaca yang memperhatikan tradisi transmisi keilmuan dalam pembelajaran kitab kuning. Yuk download Terjemahan Matan Sittin Masalah (Disertai Ijazah Kitab)! (wn-ab)






