![]() |
| Cover Terjemah Syarah Kitab Al-Mumti' Al-Utsaimin. |
WAWASANews.com - Terjemah Syarah Mumti’ (4 Jilid) ini merupakan terjemahan dari Asy-Syarh Al-Mumti’ ala Zad Al-Mustaqni’ (الشرح الممتع على زاد المستقنع), karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kitab ini merupakan syarah atas matan Zad Al-Mustaqni’ fi Ikhtishar Al-Muqni’, dengan pembahasan yang diarahkan untuk menjelaskan lafadz, makna, serta persoalan hukum yang terkandung di dalam matan tersebut.
Dalam menguraikan masalah, Syaikh Al-Utsaimin juga menyampaikan pendapat yang dipandang lebih kuat beserta dalil dan ta’lilnya. Silakan download langsung via link yang tersedia dia bawah ini:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin lahir di Unaizah pada 27 Ramadhan 1347 H. Pendidikan keagamaannya dimulai dengan mempelajari Al-Qur’an, kemudian berkembang ke berbagai cabang ilmu seperti tauhid, tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, faraidl, nahwu, dan sharaf.
Di antara guru yang banyak membentuk perjalanan keilmuannya adalah Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, yang menjadi tempatnya bermulazamah dan mempelajari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, beliau juga belajar kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz, antara lain Shahih Bukhari, sejumlah risalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, serta beberapa kitab fiqih hinga akhir melahirkan banyak karya tulis, termasuk Syarah Al-Mumti' ini.
Baca: Terjemah Al-Mutasyaddidun Manhajuhum Karya Ali Jum'ah
Secara umum, Syarah Mumti’ merupakan karya fiqih dalam tradisi Mazhab Hanbali yang membedah matan secara rinci. Jilid pertama berfokus pada Kitab Thaharah, dengan pembahasan air, bejana, istinja’, siwak, wudhu, tayammum, menghilangkan najis, mandi, dan haidh. Uraian tersebut menjadi pintu masuk pembaca untuk memahami berbagai persoalan bersuci yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah.
Jilid kedua mulai memasuki Kitab Shalat, meliputi kewajiban shalat, adzan dan iqamah, serta syarat-syarat shalat. Pembahasan dilanjutkan pada jilid ketiga dengan sifat shalat dan sujud sahwi. Adapun jilid keempat masih berada dalam pembahasan Kitab Shalat, dengan materi shalat tathawwu’, waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, serta shalat berjamaah. Dengan pembagian tersebut, pembahasan thaharah dan shalat tersusun dalam empat jilid secara berurutan.
Baca: Terjemah Muharramatun Istahana Bihan Nas (Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa)
Terjemah Syarah Mumti’ cocok bagi santri, mahasiswa, pengajar, dan para pembaca yang ingin memperdalam kajian fiqih Mazhab Hanbali melalui penjelasan yang lebih luas atas sebuah matan fiqih. Bagi yang sedang mengumpulkan referensi fiqih klasik dan syarahnya dalam bahasa Indonesia, empat jilid ini dapat menjadi tambahan bahan kajian yang berharga. Yuk download! (wn-ab)



%20A.png)


