Analisis Manajemen Pelayanan Jama’ah Calon Haji di Kemenag Jepara -->
Cari Berita

Advertisement

Analisis Manajemen Pelayanan Jama’ah Calon Haji di Kemenag Jepara

Klikfakta.com
Selasa, 12 Juni 2018
Download Ngaji Gus Baha


Oleh: Yuli Dwi Jayanti*

 

Dalam menyelenggarakna ibadah haji merupakan pedoman dalam menyangkut rangkaian kegiatan pengelolaan, pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jama’ah haji. Perlindungan adalah tiga unsur yang menjadi pillar penyyangga keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji. Lembaga pemerintah yang menjadi leading sector penyelengara ibadah haji adalah kementrian agama. Kantor kementrian agama seksi penyelengara ibadah haji dan umroh Kabupaten Jepara, bertanggung jawab atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji maka di perlukan manajemen pelayanan di kantor kementrian agama kabupaten jepara.

Pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan dan pemegang saham).[1] Dalam proses marketing haji dan umrah ada strategi-strategi khusus yang dimiliki oleh biro-biro travel haji dan umrah, hal tersebut bertujuan agar para calon jamaah tertarik sehingga mempunyai keinginan membeli produk yang ditawarkan.

Selanjutnya melakukan analisis data dengan menggunakan analisis SWOT.  Analisis SWOT merupakan proses perencanaan yang membantu perusahaan mengatasi tantangan dan menentukan apa yang harus dituju secara keseleuruhan. Tujuan utama adari analisis SWOT adalah untuk membantu organisasi megembangkan kesadaran penuh dari semua faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis.[2]

PEMBAHASAN

A.    Strategi

1.     Pengertian strategi

Terdapat berbagai macam pengertian strategi dari para ahli. Menurut Marus strategi didefinisakan sebagai satu proses penentuan  rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Strategi didefinisakan secara khusus sebagai tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan bedasarkan suatu pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa yang akan datang. [3]

2.     Jenis strategi[4]

Goerge A. Steiner menjelaskan bahwa tidak ada klarifikasi atau pengelompokkan strategi yan diterima secara umum. Namun, strategi dapat dilakuk daan penggolongan menurut simensi strateginta, yaitu”

a.     Klarifikasi bedasarkan luang lingkup yaitu strategi dapat lebih luas atau lebih semoit sesuai pemahaman.

b.     Klarifikasi bedasarkan  hubungan dengan tingkat organisasi yaitu strategi yang bedasarkan pada jenjang setiap devisi yang memiliki strateginya masing-masing dan merupakan cabang dari strategi utama sebuah perusahaan.

c.     Klarifikasi bedasarkan keterkaitan strategi dengan sumber material atau bukan material yakni dengan melihat bentuk fisik seperti SDM yang tersedia atau gaya manajemen, pola fikir atau filsafah perusahaan

d.     Klarifikasi bedasarkan tujuan dan fungsi sebagai contohpertumbuhan adalah sasaran utama dari kebanyakan perusahaan dan terdapat banyak strategi yang dapat dipilih untuk menjamin pertumbuhan tersebut.

e.     Klarifikasi bedasarkan srategi pribadi manajer. Semakin tinggi tingkat manajer, semakin penting artinya strategi ini di kehidupan organisasi.

3.     Tipe Strategi

David (2001) mendefinisan beberapa tipe strategi yang dapat dikejar perusahaan. Dan ada beberapa tipe strategi:

a.     Strategi Integrasi

1)    Strategi intregase ke depan

Usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar.

2)    Strategi intregase ke belakang

Mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besat atas pemasok perusahan.

3)    Strategi integrase horizontal dan vertikal

Mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan. Sedangkan vertical memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh kendali atas distributor, pemasok, dan pesaing.

b.     Strategi Intensif

1)    Strategi penetralia pasar

Mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk yang ada di pasar saat ini melalui upaya pemasaran ynag sangat besar.

2)    Strategi pengembangan pasar

Mengenalkan produk atau jasa saat ini ke wilayah-wilayah geografis yang baru

3)    Strategi pengembangan produk

Mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki prod[5]uk yang ada saat ini agar tambah menarik.

c.     Strategi Diversifikasi

Ada dua tipe umum strategi diversifikasi yaitu, terkait dan tidak terkait. Bisnis terkait apabila nilai rantai bisnis memiliki kesesuaian strategic lintas bisnis yang secara dengan kompetitif. Bisnis yang tidak terkait adalah tidak memiliki kesesuaan lintas bisnis secara kompetitif.

d.     Strategi Defensif

Selain integrase, intensif dan diversifikasi, perusahaan juga dapat melakukan penciutan, divestasi, dan likuidasi. Penciutan terjadi apabila perusahaan melakukan pengelompokan ulang melalui penguranagn biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun.

B.    Marketing (pemasaran)

1.     Pengertian Marketing

Pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan dan pemegang saham).[6] Marketing ialah suatu rangkaian kegiatan untuk memenui kebutuhan dan kepuasan kosumen. Caranya dengan membuat produk, menentukan harganya, tempat penjualannya dan mempromosikan produk tersebut kepada kosumen.   

Marketing adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memasarkan produk, baik barang ataupun jasa, dengan berbagai cara agar produk tersebut disukai dan digunakan oleh khalayak luas. Pengertian marketing yang lain adalah perpaduan berbagai aktivitas yang saling terkait dimana tujuannya untuk mengetahui kebutuhan konsumen atau pasar. Dengan adanya informasi tersebut maka perusahaan dapat menciptakan atau mengembangkan suatu produk, harga, pelayanan, dan promosi agar kebutuhan pasar tersebut terpenuhi dan perusahaan mendapatkan keuntungan. [7]

2.      Konsep Pemasaran[8]

Pemasaran merupakan salah satu upaya bagaimana ide atau pokok atau jasa kita dapat diterima oleh orang-orang yang menjadi sasaran atau target (pasar). Penyampaian ini bertujuan agar produk atau ide atau jasa kita dapat ditangkap oleh pancaindra target. Pancaindra target tergerak untuk melihat, merasakan, tertarik, dan membeli dari produk atau ide atau jasa yang kita tawarkan.

Sebenarnya konsep pemasaran secara sederhana adalah adanya perusahaan, produk, karyawan dan konsmen. Inti dari konsep pemasaran adalah ketka perusahaan memproduksi suatu produk baru, elibatkan karyawan, mendistribuskan produk baru, melibatkan karyawan, mendistribusikan prosuk tersebut sampai ke konsumen, dan kosumen merespons baik adanya produk itu, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar. Dalam pemasaran sendiri terdapat tiga komponen penting, yaitu:

a.     Pemasaran Internal

Pemasaran ini terjadi di dalam perusahaan mulai dari top manajemen sampai ke level rendah. Ketika perusahaan meluncurkan produk baru, perusahaan akan meyakinkan kepada karyawan bahwa produk ini mempunyai manfaat dan dapat meningkatkan kualitas hidup karyawan.

b.     Pemasaran Ekstrernal

Pemasaran ini terjadi antara perusahaan ke konsumen di mana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Semakin tinggi permintaan kosumen, perusahaan akan mendapatkan keuntungan yag besar. Semakin rendah permintaan konsumen, perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan alias rugi.

c.     Pemasaran Interaktif

Merupakan pemasaran secara langsung antara karyawan dengan konsumen.

3.     Strategi Pemasaran[9]

Strategi pemasaran akan di buat tim pemasaran yang akan dilakukan untuk mewujudkan maksud dan tujuan perusahaan. Tim ini biasanya terdiri dari direktur pemasaran, manajer pemasaran, dan brand/produk manajer. Karena pentingnya penyusunan strategi ini, maka penyusunannya harus benar-benar sesuai dengan visi, misi, dan motto perusahaan.

Strategi pemasaran merupakan pedoman utama bagi perusahaan dalam penjualan dan pendistribusian produk ke konsumen. Sukses dan tidaknya suatu penjualan ditentukan oleh strategi pemasaran yang dibuat. Strategi ini meliputi Segmentasi, Targetting, dan positions (Titk Wijayanti, 2003).

a.     Segmentai

Merupakan target konsumen potensial, maksudnya produk-produk baru dapat diluncurkan tepat sasaran pada konsumen yang benar-benar membutuhkan dan memerlukan produk tersebut.

b.     Targetting

Merupakan kegiatan memilih dan menilai satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. Tujuan dari penentuan target ini adalah memberikan kepuasan bagi konsumen. Ketika konsumen puas, maka permintaan akan produk tersebut semkin meningkat, dengan meningkatnya permintaan maka keuntungan perusahaan juga mengalami peningkatan.

c.     Positioning atau penenmpatan

Adalah proses bagaimana produk tersebut mendapat tempat tersendiri di hati konsumen, produk tersebut menjadi top of mind. Walaupun sudah banyak produk pesaing, konsuen tetap percaya pada produk tersebut sehingga produk ini tak dapat digantikan posisinya di hati maupun pikiran konsumen.

C.    Manajemen Pelayanan dan Marketing di Kantor Kementrian Agama Jepara

Perusahaan didirikan selalu mempunyai tujuan agar tetap hidup dan berkembang. Tujuan bisa tercapai jika ada usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/ laba. Mencari dan membina langgangan serta usaha menguasai pasar, adalah sebuah cara yang dilakukan perusahaan untuk mempertahakan dan meningkatkan penjualan perusahaan. Strategi yang tepat adalah kunci dari sebuah perusahaan untuk memasarkan produkya agar diminati objek sasaran perusahaan.

Metode analisis SWOT adalah metode yang digunakan penulis untuk mengungkap 4 sisi pemasalahan dalam strategi marketing yang ada di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara. Dengan adanya 4 faktor yang ada di dalam analisis SWOT ini menjadikan sebuah perusahaan lebih mudah untuk mencapai visi dan misinya. Analisis SWOT pertama kali dipekenalkan oleh Albert S Humphrey pada tahun 1960-an dalam memimpin proyek riset di Stanford Research Institute yang menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.[10]

jadi faktor pendukung dari Kementrian Agama Jepara itu dari penyelenggaraan ibadah haji syarat dengan agama islam, masyarakat di Kabupaten Jepara mayoritas penduduknya beragama islam lingkungan masyarakat Jepara yang mayoritas beragama islam setelah itu dengan adanya jumlah staf untuk pelaksana layanan di kantor kementrian Agama sudah mencukupi dalam memberikan layanan kepada calon jama’ah haji dan memiliki rata-rata tingkat akademik sarjana dan berpengalaman pada bidangnya.

Dari hasil wawancara di atas, penulis menganalisis bahwa faktor pendukung dan manajemen pelayanan di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara  ini dengan mengoptimalkan orang-orang yang berpengaruh di daerah bidikan-bidikan perusahaan. Karena dengan merekrut marketer yang bisa berpengaruh dilingkungannya maka akan lebih memudahkan perusahaan memasarkan produk yang dijual perusahaan. Ketika marketer yang berpengaruh menceritakan produk yang dijualnya maka akan banyak pendengar yang penasaran dan tertarik dengan produk yang diceritakannya tadi agar bisa melayani dan mendapatkan faktor- faktor pendukung yang baik.   

Analisis SWOT perlu dilakukanan oleh marketer pada Kementrian Agama Kabupaten Jepara agar tercapai visi, misi serta tujuan perusahaan, analisis tersebut juga bertujuan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan guna mengambil keuntungan dari adanya peluang dan menghindari ancaman-ancaman yang menganggu visi, misi dan tujuan perusahaan.

a.     Kekuatan (strenght)

Seorang marketer harus mengetahui kekuatan yang dimilikinya, karena akan menjadi keuntungan baik untuk diri sendiri maupun perusahaan. Adapaun kekuatan marketer yang dimiliki oleh marketer Di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara untuk meningkatkan penjualannya adalah :

1.     Mempunyai sumber daya manusia atau staf kantor Kementrian Agama yang rata- rata mempunyai tingkatan pendidikan yang tinggi dan berpengalaman.

2.     Memeiliki kekuatan kepercayaan dari masyarakat karena marketer Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara kebanyakan dari pihak-pihak berpengarus di daerah masing-masing. Dengan melalukan pendekatan secara emosional kepada para calon jamaah akan mempermudah marketer memikat hati untuk bergabung pada produk yang ditawarkannya.

3.     Mampu memberikan informasi dan bertanggung jawab atas tugasnya selaku marketer yang berkompeten.

b.     Kelemahan (Weekness)

Kelemahn-kelemahan yang dimiliki marketing Di kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara :

1.     Sumber Daya Mannusia dan sarana prasarana

2.     Perlu adanya pelatihan pengembangan keterampilan terkait pendalaman pengoprasian teknologi sebagai sarana pelayanan

c.     Peluang (Opportunity)

Peluang yang bisa dicapai Marketer dalam meningkatkan penjualan produk umrah di Kantor Kementrian Kabupaten Jepara adalah : 

1.     Semakin meningkatnya keinginan masyarakat untuk menjalankan ibadah Haji dan dapat dilihat dari lingkungan masyarakat dan hubungan kerja dengan kolega dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji

2.     Seksi PHU sukses menyelenggarakan ibadah haji akan menciptakan citra positif

3.     Hubungan kerjasama dan koordinasi dengan lembaga pemerintah dan swasta seperti KUA, BPS BPIH , KBIH.

d.     Ancaman (Threat)

Ancaman merupakan keadaan yang tidak menguntugkan. Adapun beberapa ancaman yang dapat menggaggu keberhasilan marketer dalam meningkatkan jumlah pendaftar Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara diantaranya :

1.     Perubahan regulasi ibadah haji dan karakteristik jama’ah calon haji

2.     Keragaman Jama’ah calon haji dilihat dari faktor usia, pendidikan,ekonomi, dan sosial .

PENUTUP

Simpulan

Persaingan perusahaan dalam bisnis haji dan umrah semakin banyak diminati masyarakat yang mempnyai jiwa-jiwa pengusaha. Hal tersebut diperlukan marketing yang kompeten yang mampu menjaring para calon jamaah haji dan umrah agar mau mendaftar di masing-masing perusahaan yang ditawarkan. Tujuan dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sendiri adalah untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah haji, dengan mengedepankan asas keadilan, profesional, dan akuntabel adalah wujud pelayanan haji dan umrah dari setiap perusahaan. 

Perusahaan harus mengetahui strategi pemasaran dan segmentasi pasar dalam setiap usaha yang dijalankan. Dibutihkan teknik pemasaran yang kompeten, dimana pengertian pemasaran adalah proses pelaksanaan kegiatan usaha perdagangan dari produsen ke konsumen berupa barang dan jasa, yang di dalamnya mengandung positioning, differentitation, dan brand.

Pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan dan pemegang saham). Dalam proses marketing haji dan umrah ada strategi-strategi khusus yang dimiliki oleh biro-biro travel haji dan umrah, hal tersebut bertujuan agar para calon jamaah tertarik sehingga mempunyai keinginan membeli produk yang ditawarkan.

Metode analisis SWOT adalah metode yang digunakan penulis untuk mengungkap 4 sisi pemasalahan dalam strategi marketing yang ada Di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepra. Dengan adanya 4 faktor yang ada di dalam analisis SWOT ini menjadikan sebuah perusahaan lebih mudah untuk mencapai visi dan misinya.


*Penulis adalah Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah IAIN Kudus

 



[1] Ali Hasan, Marketing

[3] Dimas hendika. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM (studi pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 29 no. 1 desember 2015 hal. 60

[4] Rizky Nur Fajrianto, Skripsi:”Strategi Marketing Public Relation PT. Wahana Mitra Wisata dalam Meningkatkan Penjualan Produk Umrah”, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2018). Hal. 18-19

[5] Rachmat, Manajemen Strategi, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2014).

 [6] Ali Hasan, Marketing dan Kasus-kasus Pilihan, (Yogyakarta: CAPS, 2013), hal. 1

[8] Rakhman, Arief, “Dasar-Dasar Marketing” (Yogyakarta: Quadrant, 2018). Hal. 88-90

[9] Ibid. Hal. 92-94


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Jual Flashdisk Isi Ribuan Buku PDF