28 October, 2018

FKUB Jepara Gelar Seminar Lintas Agama, Bahas Pemilu

BACA DAN SHARE JIKA BERMANFAAT!
Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara, Sujiantoko saat menjadi pemateri dalam seminar lintas agama yang diprakarsasi oleh FKUB Kabupaten Jepara. (W-WAHYU KZ)
WAWASANews.Com - JEPARA, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan seminar lintas agama di ruang rapat Sekda 1 Jepara, Sabtu (27/10/2018) malam. Seminar tersebut memiliki tema membangun solidaritas dan kerukunan antar umat beragama menjelang Pemilu.

Kegiatan diikuti oleh seratus lebih peserta dari berbagai agama dan organisasi masyarakat, dibuka oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Jepara dan jajaran kepolisian Polres Jepara.

Ketua FKUB Kabupaten Jepara, Mashudi mengatakan, peran tokoh agama sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mensukseskan agenda pesta demokrasi berupa Pemilu. Sehingga, dibutuhkan kesadaran yang tinggi bagi para tokoh agama untuk turut serta mensukseskan Pemilu.

“Tokoh agama harus ikut mensukseskan Pemilu. Sebab, tokoh agama memiliki posisi yang penting di masyarakat, sehingga harus jadi panutan dalam kebaikan,” ujar Mashudi dalam paparan materi seminar tersebut.

Menurutnya, jangan sampai masyarakat tidak peduli dengan suksesnya Pemilu. Untuk itu, peran tokoh agama diperlukan dalam hal memberikan pemahaman yang benar demi suksesnya Pemilu.

“Pemilu adalah sarana dan bukan tujuan. Pemilu diharapkan bias menghadirkan pemimpin yang sesuai dengan yang diharapkan bersama, termasuk mengenai kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Tokoh agama dituntut belajar dan belajar supaya responsif dalam berbagai permasalahan. “Juga harus menciptakan kesadaran kolektif fan menanggalkan ego sektoral,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara, Sujiantoko menerangkan, peran tokoh agama sangat penting dalam hal suksesnya pemilu yang damai, dan berintegritas.

“Pendidikan politik harus diutamakan. Melalui peran dan fungsi tokoh agama, setidaknya mampu menciptakan suasana yang damai dan kondusif,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yakni politik uang dan politisasi SARA. “Politisasi SARA terutama agama lebih berbahaya daripada politik uang. Sebab, politik uang hanya sampai perorangan. Berbeda jika ada politisasi SARA yang bias memicu konflik dan yang terlibat tidak hanya personal kelainkan kelompok,” jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan Pemilu yaitu untuk  menciptakan negara yang berkebajikan. Tidak hanya soal menang dan kalah, tetapi menekankan pada esensi tujuan daripada pelaksanaan pemilu sendiri. WAHYU KZ

0 komentar: