![]() |
| Tafsir An-Nur 5 Jilid |
WAWASANews.com - Al-Qur’anul Majid An-Nuur merupakan salah satu karya tafsir penting yang lahir dari Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy (1904–1975), ulama Indonesia yang dikenal luas sebagai ahli fikih, ushul fikih, hadis, dan tafsir.
Tafsir An-Nuur ditulis dalam rentang waktu yang panjang, sekitar 1952 hingga 1961, dan kemudian menjadi salah satu karya tafsir berbahasa Indonesia yang berpengaruh dalam perkembangan studi Al-Qur’an di Indonesia.
Sesuai namanya, An-Nuur berarti "cahaya". Semangat utama tafsir ini adalah menghadirkan kandungan Al-Qur’an agar dapat dipahami oleh masyarakat Muslim Indonesia dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Hasbi tidak sekadar menerjemahkan ayat, tetapi berusaha menjelaskan maksud dan kandungan ayat sehingga pembaca dapat menangkap pesan Al-Qur’an tanpa harus terlebih dahulu menguasai seluruh perangkat bahasa Arab dan ilmu tafsir klasik.
Salah satu keistimewaan Tafsir An-Nuur adalah perpaduan antara sumber riwayat dan pemikiran. Hasbi merujuk kepada tafsir-tafsir induk dan sumber hadis yang mu'tamad, di samping menggunakan pertimbangan pemikiran dalam menjelaskan kandungan ayat. Di antara karya tafsir yang menjadi rujukannya adalah Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Manar, Tafsir Al-Qasimi, Tafsir Al-Maraghi, dan Tafsir Al-Wadhih.
Jika ingin mendownloadnya, silakan ke link di bawah ini:
- Download Tafsir An-Nurr Hasbi Ash-Shiddieqy Jilid 01
- Download Tafsir An-Nurr Hasbi Ash-Shiddieqy Jilid 02
- Download Tafsir An-Nurr Hasbi Ash-Shiddieqy Jilid 03
- Download Tafsir An-Nurr Hasbi Ash-Shiddieqy Jilid 04
- Download Tafsir An-Nurr Hasbi Ash-Shiddieqy Jilid 05
Hasbi juga menggunakan ayat Al-Qur’an untuk menjelaskan ayat lainnya. Ayat-ayat yang memiliki hubungan tema dapat dipertemukan sehingga pembaca tidak memahami sebuah ayat secara terpisah dari konteks ayat-ayat lain.
Keistimewaan lainnya adalah bahasa penyajiannya yang relatif komunikatif. Kajian terhadap Tafsir An-Nuur menunjukkan bahwa gaya penyajiannya memadukan gaya ilmiah dengan gaya populer, sementara uraiannya merupakan perpaduan antara penjelasan global dan penjelasan yang lebih rinci sesuai kebutuhan ayat.
Dari sisi corak, Tafsir An-Nuur tidak dikunci hanya pada satu bidang tertentu. Namun, latar belakang Hasbi sebagai seorang ahli syariah membuat pembahasan fikih dan persoalan sosial-keagamaan mendapatkan perhatian yang cukup kuat. Kajian akademik juga menyebut An-Nuur sebagai tafsir yang memiliki corak umum dengan nuansa fikih dan sosial-kemasyarakatan. (wnn-ab)





