![]() |
| Arti kata Ora Mekakat. |
WAWASANews.com - Ora mekakat dalam bahasa Jawa merupakan bentuk plesetan atau keseleo lidah dari ungkapan “orak sepakat” yang secara harfiah berarti “tidak sepakat”. Namun, dalam penggunaan bahasa Jawa sehari-hari, khususnya dalam percakapan yang bersifat informal, kata “mekakat” dapat memiliki makna yang jauh berbeda dari arti asalnya. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang jumlahnya sangat banyak, berlebihan, atau bahkan sudah tidak mudah dihitung lagi.
Dalam pengertian pertama, “ora mekakat” dapat berarti terlalu banyak atau jumlahnya begitu besar sehingga sulit untuk dihitung. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu yang dibicarakan jumlahnya sangat banyak. Misalnya, seseorang berkata, “Sing teko ra mekakat mberahe,” yang artinya yang datang jumlahnya sangat banyak sekali. Penggunaan kata tersebut membuat ungkapan terdengar lebih khas Pantura, santai, dan memiliki nuansa humor dalam percakapan masyarakat Jawa.
Selain berarti sangat banyak, “ora mekakat” juga dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak normal, berlebihan, atau berada di luar kebiasaan. Dalam konteks ini, kata tersebut digunakan sebagai penekanan terhadap sifat atau keadaan seseorang maupun sesuatu yang dianggap melampaui batas kewajaran. Karena itu, maknanya sangat bergantung pada kalimat dan konteks ketika istilah tersebut digunakan.
Contohnya dapat ditemukan dalam ungkapan, “Cah iku pintere rak mekakat.” Kalimat tersebut dapat dipahami sebagai “Anak itu pintarnya tidak seperti biasanya” atau “Anak itu sangat pintar, luar biasa pintarnya.” Kata “rak mekakat” di sini tidak lagi dipahami dalam arti “tidak sepakat”, tetapi menjadi ungkapan untuk menunjukkan sesuatu yang dianggap abnormal dalam arti positif, yakni melebihi ukuran atau kebiasaan pada umumnya.
Dengan demikian, “ora mekakat” merupakan salah satu contoh menarik bagaimana bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari dapat melahirkan ungkapan-ungkapan khas yang maknanya tidak selalu sama dengan asal katanya. Dari plesetan “orak sepakat”, istilah ini berkembang menjadi ungkapan yang dapat menunjukkan sesuatu yang jumlahnya sangat banyak atau sesuatu yang dianggap luar biasa dan tidak seperti biasanya. Maknanya harus dilihat dari konteks kalimat agar tidak keliru dalam memahaminya. (wn-ab)






