![]() |
| Buku Khazanah Klasik Al-Qardhawi. |
WAWASANews.com - Kaifa Nata’amal Ma’at Turots wat Tamadzhub wal Ikhtilaf karya Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dapat diartikan sebagai Memahami Khazanah Klasik, Mazhab, dan Ikhtilaf. Buku ini mengangkat isu kehidupan intelektual umat Islam, tentang bagaimana seorang Muslim bersikap terhadap warisan keilmuan ulama terdahulu, keberadaan mazhab, serta perbedaan pendapat dalam masalah keagamaan.
Al-Qaradhawi berusaha tidak mengajak pembaca untuk meninggalkan khazanah klasik, tetapi juga tidak menempatkannya sebagai sesuatu yang tidak boleh dikaji dan dikritisi. Sehingga, terjadi keseimbangan sikap terhadap turats atau warisan keilmuan Islam. Silakan download dengan klik link ini:
- Download Kaifa Nata'amal Maat Turots wat Tamadzhub wal Ikhtilaf, atau
- Download Memahami Khazanah Klasik, Mazhab, dan Ikhtilaf
Menurut Al-Qaradhawi, karya para ulama terdahulu merupakan kekayaan intelektual yang sangat berharga, tetapi tetap merupakan hasil pemikiran manusia yang dapat benar dan dapat keliru. Karena itu, warisan tersebut perlu dibaca dengan ilmu, penghormatan, dan sikap kritis, dengan menjadikan Al-Qur'an dan hadits sebagai ukuran.
Pendekatannya sangat berguna agar kita sebagai pembaca tidak terjebak pada dua sikap ekstrem: menganggap semua pendapat ulama terdahulu pasti benar tanpa kajian, atau sebaliknya menganggap khazanah klasik sudah tidak relevan sama sekali. Al-Qaradhawi berusaha menjelaskan posisi taqlid, ittiba, dan ijtihad secara proporsional, termasuk kapan seseorang butuh mengikuti pendapat ulama dan kapan orang mumpuni secara keilmuan dituntut melakukan kajian dan tarjih.
Baca: Terjemah Tafsir Ibnu Katsir: Tahdzib wa Tartib (6 Jilid)
Tiada lain, semua itu agar perbedaan mazhab tidak semestinya menjadi fanatisme yang membuat seorang muslim memandang kelompok lain secara sempit. Justru kekayaan pendapat fiqih dapat menjadi ruang keluasan bagi umat selama perbedaan tersebut dibangun di atas dasar ilmu dan adab.
Bagian buku yang tidak juga menarik adalah pembahasan ihwal ikhtilaf (perbedaan pendapat). Al-Qaradhawi membedakan antara perbedaan yang dapat menjadi kekayaan keilmuan dengan perbedaan yang berubah menjadi pertentangan dan perpecahan. Ia mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua persoalan cabang agama harus diperlakukan seolah-olah hanya memiliki satu kemungkinan jawaban.
Baca: Terjemah Bulughul Marom 2 Jilid
Bagi santri, ustadz, guru, dai, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin memahami hubungan antara tradisi keilmuan Islam dan persoalan umat pada masa kini, buku ini sangat menarik untuk dibaca. Terjemah Kaifa Nata’amal Ma’at Turots wat Tamadzhub wal Ikhtilaf layak didownload. (wn-ab)






