![]() |
| Terjemah Alamat Hubbin Nabi. |
WAWASANews.com - Apa sebenarnya ukuran seseorang mengaku mencintai Rasulullah Saw? Apakah cukup dengan memperbanyak ucapan cinta, menyebut nama beliau, atau mengadakan berbagai bentuk ekspresi kecintaan?
Buku Tanda-Tanda Cinta Kepada Nabi Muhammad Saw karya Dr. Fadhl Ilahi, yang merupakan terjemahan dari kitab ‘Alāmātu Hubb an-Nabī Saw, mengajak pembaca melihat persoalan tersebut dari sisi yang lebih mendalam: cinta kepada Nabi semestinya memiliki tanda yang dapat terlihat dalam sikap dan kehidupan seseorang.
Salah satu tanda yang dibahas adalah selalu berusaha memandang dan mendampingi sang pujaan, sehingga kehilangan beliau terasa lebih berat daripada kehilangan apa pun yang ada di dunia. Ini menunjukkan bahwa cinta sejati bukan hanya persoalan ucapan, tetapi berkaitan dengan seberapa besar seseorang menempatkan sosok yang dicintainya di dalam hati.
Baca: Suluk Syaikh Siti Jenar
Dalam konteks cinta kepada Rasulullah Saw, kerinduan kepada beliau seharusnya mendorong seorang Muslim untuk semakin mengenal kehidupan, akhlak, perjuangan, dan sunnah beliau. Buku ini menarik karena mengajak pembaca melakukan introspeksi sederhana: benarkah Rasulullah Saw menjadi sosok yang paling kita cintai, atau kecintaan itu hanya berhenti pada kata-kata?
Tanda berikutnya berkaitan dengan kesiapan mengorbankan jiwa dan harta demi kekasih yang mulia, sebuah gambaran tentang besarnya pengorbanan yang lahir dari cinta. Kemudian dibahas pula tanda cinta berupa mengikuti Nabi, mencintai sunnah-sunnahnya, dan menjauhi larangannya. Seseorang yang benar-benar mencintai Nabi tentu akan berusaha mengenal sunnah beliau dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan, sekaligus menjaga diri dari perkara-perkara yang bertentangan dengan ajaran yang beliau bawa. Silakan download via link di bawah ini:
Buku ini sebenarnya sedang menawarkan alat ukur sederhana untuk melakukan muhasabah. Pembaca diajak bertanya kepada diri sendiri: seberapa kuat kerinduan kita kepada Rasulullah? Seberapa besar kesediaan kita berkorban? Seberapa dekat kita dengan sunnah beliau? Dan seberapa serius kita menjauhi apa yang beliau larang?
Baca: Sholawat Arba'in - Kaifiyatul Wushul Li Ru'yah Rasul
Pertanyaan-pertanyaan semacam ini menjadikan buku tersebut tidak hanya cocok dibaca dalam suasana peringatan Maulid atau majelis shalawat, tetapi juga kapan saja ketika seorang Muslim ingin menghidupkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw. Justru karena pendek, buku ini dapat dibaca dengan cepat tetapi direnungkan dalam waktu yang panjang.
Pada akhirnya, Tanda-Tanda Cinta Kepada Nabi Muhammad Saw adalah buku kecil yang membawa pertanyaan besar: apakah cinta kita kepada Rasulullah Saw. sudah benar-benar memiliki tanda? Hanya 52 halaman, tetapi isinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi siapa saja yang sering mengaku mencintai Nabi. (wn-ab)






